Hosting Unlimited Indonesia

Rabu, 22 Januari 2020

Kronologi Perang Dunia


  Perang Vietnam (1957-1975) – Sebuah Pertaruhan Kedigdayaan yang
  Berakhir Pahit



Konflik vietnam membawa Amerika melewati pertempuran yang panjang dengan biaya yang sangat besar dalam sejarah peperangannya. Selama dua dekade,perang ini meluluhlantahkan Vietnam dan mengakibatkan berbagai kerugian
yang luar biasa bagi Amerika.

 Perang Asia Timur Raya dan Propaganda Jepang Akibat dari Perang Dunia I


  Perang Vietnam (1957-1975) – Sebuah Pertaruhan Kedigdayaan yang
  Berakhir Pahit



Konflik vietnam membawa Amerika melewati pertempuran yang panjang dengan biaya yang sangat besar dalam sejarah peperangannya. Selama dua dekade,perang ini meluluhlantahkan Vietnam dan mengakibatkan berbagai kerugian
yang luar biasa bagi Amerika.

 Perang Asia Timur Raya dan Propaganda Jepang Akibat dari Perang Dunia I

 Kronologi Perang Dunia I
 Siapa sangka, perang saudara yang dilatarbelakangi perbedaan Ideologi ini melibatkan dua kekuatan besar Dunia di era perang dingin. Bayangan akan merebaknya komunisme di daratan Asia mengusik Amerika Serikat untuk mengambil peran dalam
pertikaian tersebut. Sejatinya Amerika tidak berambisi menguasai Vietnam Utara, namun Ia harus mempertahankan Vietnam Selatan untuk menjaga supremasi kekuatannya di mata dunia.  Bagai taring tumpul, struktur militer modern dan alutsista mutakhir tak mampu mengalahkan gerilyawan yang bersembunyi di balik semak belukar. Bukan hanya kekalahan dan kerugian finansial yang sangat besar, Amerika bahkan kehilangan tajinya sebagai sang digdaya perang.


    Latar Belakang Konflik dan Pemicu Perang Vietnam

Pada dasarnya, Perang vietnam, atau perang Indocina II, diawali oleh perang saudara antara Vietnam Selatan yang beraliran liberal dengan
Vietnam Utara yang beraliran komunis. Secara tidak langsung konflik ini juga merupakan kelanjutan perang proksi antara dua Idiologi besar, yaitu Komunisme dan Liberal yang dibekingi oleh dua negara Adidaya, Amerika
Serikat dan Uni Sovyet.


      Dijajah Asing Sejak Dulu

Vietnam sendiri sebenarnya sudah dijajah oleh kekaisaran Cina sejak 110 SM hingga tahun 938. Adapun sejak abad ke-19, melalui serangkaian
serangan kolonial , Vietnam juga menjadi jajahan Prancis.

Beberapa pemberontakan dan pergerakan nasionalis bermunculan untuk menentang imperialisme di tanah Vietnam, salah satunya dipimpin oleh seorang pejuang bernama Ho Chi Minh.

Pada tahun 1944, ketika Prancis ditaklukkan oleh tentara sekutu, kekuasaan Prancis pun mulai berkurang.  Vietnam kemudian dipimpin dari
jauh, dengan kaisar Bao Dai sebagai orang yang dipilih untuk menjalankan pemerintahan secara independen.

Pasukan Viet Minh berusaha melakukan perlawanan terhadap pemerintahan tersebut dan mendeklarasikan Republik Demokratik Vietnam (DRV), dengan Ho Chi Minh sebagai presidennya.

Ketika perang Jepang di kawasan Pacific berlangsung, terjadi invasi dan penyerangan ke negara-negara Indocina, termasuk Vietnam. Untuk kepentingan kampanye militer Jepang, sumber daya alam vietnam dieksploitasi, dan selama perang dunia II Vietnam pun dikuasai oleh Jepang. 

Kekalahan Jepang oleh sekutu pada tahun 1945, mengharuskan Jepang kehilangan seluruh negara Jajahannya, termasuk Vietnam. Prancis pun
kembali mengintervensi dan mendirikan negara Vietnam Selatan pada tahun 1949.

Dalam perjuangannya, Ho Chi Minh meminta dukungan moral dari Amerika Serikat untuk melepaskan diri dari imperialisme Prancis dan menegaskan bahwa mereka bukan komunis. namun demikian Amerika justru membantu
Prancis. Kubu Ho kemudian berpaling dan mencari bantuan ke pihak Komunis, yaitu Uni Sovyet dan Cina.

Dengan dukungan dari blok Timur, Pasukan partai Viet Minh dibawah pimpinan Ho Chi Minh Berhasil membuat Prancis kalah telak dalam
pertempuran Dien Bien Phu pada tahun 1954.


      Intervensi Amerika dalam Konflik Utara -  Selatan 

Pada negosiasi pascaperang yang dilakukan dalam Perjanjian Jenewa pada tahun 1955, diputuskan bahwa Vietnam akan dibagi menjadi dua bagian,yaitu Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao Dai dan Vietnam Utara di bawah pimpinan Ho Chi Minh. Keputusan lainnyan adalah dalam dua tahun ke depan (1957), akan diadakan pemilihan umum nasional sebagai upaya reunifikasi atau penyatuan kembali dua negara tersebut.

Hal ini ditentang oleh Amerika karena khawatir Ho Chi Minh akan memenangkan pemilu. Amerika pun akhirnya menolak penandatanganan perjanjian Jenewa.


    Ambisi Sang Adidaya

Kekhawatiran akan menjalarnya gelombang komunisme di Asia jika Ho Chi Minh memenangkan pemilu, membuat Amerika mendeklarasikan dukungannya terhadap Vietnam Selatan. AS kemudian mengirimkan OSSCIA dan melakukan propaganda sehingga pemilu tersebut gagal, dan hanya dilakukan di Vietnam Selatan.

Amerika semakin memperkuat dukungannya dengan mendatangkan armada militer untuk melawan Vietkong (sebutan untuk komunis Vietnam utara).Penyerangan dan penangkapan terhadap penentang rezim Vietnam Selatan pun
 dilakukan secara besar-besaran. 

Merasa risih dengan campur tangan Amerika, pada tahun 1960 kelompok komunis dan non-komunis mulai membentuk Front Pembebasan Nasional (NFL). Walaupun diklaim bersifat otonom, namun Amerika menganggapnya sebagai boneka komunis. Amerika pun menambah kekuatan militernya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan perlawanan dari berbagai kelompok penentang.


      Pertarungan habis-habisan

Amerika berjuang habis-habisan untuk melawan kekuatan komunis Vietnam.Pada tahun 1962, tercatat jumlah pasukan militer Amerika telah mencapai sekitar 9000 orang dan meningkat mendekati angka 500.000 pada tahun 1967. Tidak hanya tentara, berbagai peralatan perang modern dan mematikan pun didatangkan ke Vietnam.

Puncak perang Vietnam terjadi  sekitar tahun 1968-1969, ketika 1.200.000 pasukan militer & militan Vietnam Selatan dikerahkan untuk melawan kubu utara yang hanya berjumlah 520.000 orang.

Walaupun dengan jumlah kekuatan yang tidak sampai setengah kekuatan Vietnam selatan yang bersekutu dengan Amerika, kelompok komunis bisa menghalaunya dengan cukup sengit.

Dengan taktik perang gerilya, Vietkong berhasil memperdaya pasukan Amerika dan membuat pasukan tersebut kewalahan menghadapi medan
pegunungan, hutan buas, dan rawa-rawa berlumpur, yang sama sekali tidak mereka kuasai.

Merasa semakin terdesak, Amerika pun mengganti strategi perangnya dengan taktik gesekan tanpa menggunakan senjata, namun hal tersebut tidak juga berhasil. Vietkong tetap tidak terpengaruh berbagai propaganda Amerika, dan hanya menginginkan mereka hengkang dari tanah Vietnam.

Usaha lain yang dilakukan adalah dengan menggunakan senjata kimia berupa zat beracun bernama Agent Orange, yang disebarkan lewat udara sehingga menghancurkan hasil panen dan perkebunan vietnam utara pada tahun 1971.


      Melemahnya Sang Adidaya

Di Perang Dunia ke-II, Amerika memang merupakan negara super power yang mampu menaklukkan bangsa-bangsa besar lain di dunia. Namun tidak demikian halnya dengan pertempuran di Vietnam.  Kedigdayaan Amerika
benar-benar terkubur dalam pertempuran ini.

Dalam perjalanannya, ambisi untuk merebut Vietnam Utara agar tidak memprovokasi Uni Sovyet sebenarnya sudah tidak terlalu tinggi, namun Amerika berupaya mempertahankan Vietnam Selatan untuk mempertahankan
supremasinya sebagai sang super power.

Ambisi militer Amerika dalam pertikaian di Vietnam yang didukung oleh dua pemerintahan, yaitu John F. Kennedy dan penerusnya Lyndon B.
Johnson, menimbulkan ketidakstabilan politik di Negaranya.

Dahsyatnya jumlah korban Jiwa dari pihak tentara AS, serta Kerugian Moral dan Material yang dialami selama perang menyebabkan sejumlah keretakan dan perpecahan di dalam pemerintahan Amerika. Gerakan anti
perang pun bermunculan di seluruh negeri.

Pada tanggal 27 Februari 1973, dalam Persetujuan Damai Paris, perang Vietnam dinyatakan akan diakhiri. Dan setelah kota Saigon jatuh ke tangan gerilyawan Vietnam Utara, secara resmi pertempuran panjang ini pun berakhir.

Amerika mengevakuasi warganya dari Saigon dan sekitar 90.000 penduduk Vietnam yang takut akan rezim komunis diungsikan ke Amerika, Australia,dan negara-negara barat lainnya.


    Dampak Perang Vietnam

Konflik vietnam membawa Amerika melewati pertempuran yang panjang dengan biaya yang sangat besar dalam sejarah peperangannya. Selama dua dekade, perang ini meluluhlantahkan Vietnam dan mengakibatkan berbagai kerugian
yang luar biasa bagi Amerika.

Dari data internasional tercatat korban tewas dari pihak Amerika adalah sebanyak 58.209 jiwa, sementara 156 ribu lainnya terluka, terpapar senjata kimia, dan mengalami cacat seumur hidup. Namun angka tersebut banyak diragukan dan dianggap sebuah manipulasi untuk menutupi kekalahan Amerika. Jumlah korban diperkirakan jauh lebih besar dari angka tersebut.

Secara finansial, Amerika tercatat telah mengeluarkan sekitar 761 miliar dolar Amerika untuk belanja perang. Angka tersebut diluar biaya tak terduga yang ditaksir mencapai 1,4 trilyun dolar. Tak pelak hal ini memicu inflasi yang cukup luas.

Tak hanya korban jiwa dan kerugian material, perang Vietnam juga meninggalkan trauma yang mendalam bagi para veteran perang dan keluarga
yang ditinggalkannya. Secara psikologis, perang ini meninggalkan mitos pahit dan reaksi negatif pada para veteran perang yang dianggap ikut
membunuh banyak warga sipil yang tidak berdosa.

Bagi Vietnam sendiri, perang ini merupakan kehancuran besar bagi negaranya. Diperkirakan sekitar 2 juta penduduk vietnam (sipil maupun
militer) tewas dalam pertempuran tersebut, 3 juta orang terluka, dan 12 juta lainnya menjadi pengungsi.

Perang juga menghancurkan berbagi infrastruktur dan perekonomian negara.
Walaupun pada tahun 1975 reunifikasi dilakukan dan vietnam menjadi Republik Sosialis Vietnam, namun gerakan-gerakan sporadis masih kerap
terjadi, termasuk dengan negara-negara tetangga seperti Cina dan kamboja. Hal ini berlangsung selama hampir 15 tahun.

Dengan adanya kebijakan pasar bebas pada tahun 1986, perekonomian Vietnam mulai mengalami perbaikan, dan hubungan diplomatik dengan
Amerika Serikat pun kembali membaik pada tahun 1990-an.



Perang Dingin VIETNAM SELATAN DAN VIETNAM UTARa



Vietnam yang merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang termuda, saat ini sudah berkembang menjadi salah satu negara yang maju khususnya dalam sektor pariwisata. Ketika menyebut negara Vietnam, pasti yang terlintas di benak kita adalah sebuah negara yang menjadi tempat pertempuran yang besar antara tentara Amerika dan pihak Komunis Vietnam Selatan. Perang Vietnam merupakan perang terpanjang dalam sejarah Amerika karena berlangsung selama 12 tahun, 2 bulan dan 29 hari.

Perang Vietnam secara resmi dimulai 8 Maret 1965
Perang Vietnam merupakan salah satu dari beberapa konflik semasa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan sekutunya menentang Uni Soviet dan sekutunya. Perang seperti ini disebut sebagai Perang Proksi karena Amerika Serikat dan Uni Soviet sendiri tidak pernah bersemuka secara terang-terangan di medan pertempuran karena khawatir akan meletuskan perang nuklir. Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Perang Vietnam atau Perang Indochina Kedua adalah perang yang terjadi antara tahun 1957 sampai dengan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan
bagian dari Perang Dingin. Dalam perang tersebut Vietnam Selatan didukung oleh negara Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,
Australia, Selandia Baru dan Filipina, sedangkan Vietnam Utara yang merupakan negara komunis didukung oleh USSR / Uni Soviet dan China.
Perang Dingin (1947–1991) adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebutblok barat ) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991.


Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi,
psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan
teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir,
yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut. Jatuhnya Vietnam ke dalam kekuasaan komunis memungkinkan negara-negara di Asia Tenggara jatuh ke kuasaan komunis. Perjanjian Jenewa merupakan upaya untuk mengakhiri konflik antara kaum komunis dan non komunis yang membagiVietnam menjadi 2 yaitu Vietnam Utara dan Selatan. Tetapi upaya
ini tidak membuahkan hasil dan tidak mendatangkan kepuasan untuk mengakhiri konflik yang saling bertentangan di Vietnam. Pertentangan tersebut menyebabkan keterlibatan campur tangan pihak asing. Vietnam Utara sebagai negara komunis mendapat bantuan dan pengaruh dari Cina dan Uni Soviet sementara Vietnam Selatan sebagai negara demokrasi mendapat bantuan dari Amerika Serikat.

Adapun rumusan masalah yang penulis paparkan dalam pembahasan yaitu:

1. Bagaimana awal konflik perang saudara antara Vietnam selatan dan
Vietnam utara terjadi ?

2. Apa yang menyebabkan Negara besar Amerika Serikat dan Uni Soviet ikut
campur dalam perang saudara Vietnam Selatan dan Vietnam Utara ?

3. Bagaimana akhir dari perang saudara antara Vietnam Selatan dan
Vietnam Utara ?

PEMBAHASAN

1. Awal Konflik Perang Saudara Antara Vietnam Selatan Dan Vietnam Utara Terjadi Vietnam dijajah oleh Tiongkok sejak tahun 110 SM sampai mencapai kemerdekaan pada tahun 938. Setelah bebas dari belenggu penjajahan Tiongkok,Vietnam selalu menentang dan mengecam serangan pihak asing. Kemerdekaan Vietnam berakhir pada pertengahan abad 19 AD (Setelah Masehi), ketika Vietnam dikolonialisasikan oleh Kerajaan Perancis.Pemerintahan Perancis menanamkan perubahan signifikan dalam bidang politik dan kebudayaan pada masyarakat Vietnam.


Sistem pendidikan modern gaya Barat dikembangkan dan agama Kristen diperkenalkan kepada masyarakat Vietnam. Pengembangan ekonomi perkebunan untuk mempromosikan ekspor tembakau, nila (indigo), teh dan kopi, Perancis mengabaikan permintaan akan pemerintahan sendiri (self-government) dan hak-hak sipil yang terus meningkat. Sebuah pergerakan politik nasionalis dengan cepat muncul, dan pemimpin muda Ho Chi Minh memimpin permintaan akan kemerdekaan kepada League of Nations (Liga Bangsa-Bangsa) Perancis menguasaiVietnam setelah melakukan beberapa perang kolonial di Indochina mulai dari tahun 1840-an. Ekspansi kekuasaan Perancis disebabkan keinginan untuk menyaingi kebangkitan Britania Raya dan kebutuhan untuk mendapatkan hasil bumi seperti rempah-rempah untuk menggerakkan industri di Perancis untuk menyaingi penguasaan industri Britania Raya.


Semasa pemerintahan Perancis, golongan rakyat Vietnam dibakar semangatnasionalisme dan ingin kemerdekaan dari Perancis. Beberapa pemberontakan dilakukan oleh banyak kelompok-kelompok nasionalis, tetapi usaha mereka gagal. Pada tahun 1919, semasa Perjanjian Versailles
dirundingkan, Ho Chi Minh meminta untuk bersama-sama membuat perundingan agar Vietnam dapat merdeka. Permintaan tersebut ditolak dan Vietnam beserta seluruh Indochina terus menjadi jajahan Perancis.


Kelompok Viet Minh akhirnya mendapat dukungan populer dan berhasil mengusir Perancis dari Vietnam. Selama Perang Dunia II, Vietnam dikuasai olehJepang. Pemerintah Perancis Vichy bekerjasama dengan Jepang yang mengantar tentara ke Indochina sebagai pasukan yang berkuasa secara de facto di kawasan tersebut. Pemerintah Perancis Vichy tetap menjalankan
pemerintahan seperti biasa sampai tahun 1944 ketika Perancis Vichy jatuh setelah tentara sekutu menaklukanPerancis dan jendral Charles de Gaulle diangkat sebagai pemimpin Perancis. Perancis memelihara dominasi kontrol terhadap koloni-koloninya hingga Perang Dunia II, ketika perang Jepang di Pasifik memicu penyerbuan ke Indochina.


 Sumber daya alam Vietnam dieksploitasi untuk kepentingan kampanye militer Jepang ke Burma,Semenanjung Malay dan India. Pada tahun terkahir perang, pemberontakan nasionalis berpasukan muncul di bawah Ho Chi Minh, melakukan kemerdekaan dan komunisme. Menyusul kekalahan Jepang, pasukan nasionalis melawan pasukan kolonial Perancis pada Perang Indochina Pertama yang dimulai pada tahun 1945 hingga 1954. Perancis mengalami kekalahan besar pada Pertempuran Dien Bien Phu dan dalam waktu singkat setelah itu ditarik dari Vietnam.


Setelah pemerintah Perancis Vichy tumbang, pemerintah Jepang menggalakkan kebangkitan pergerakan nasionalis di kalangan rakyat
Vietnam. Pada akhir Perang Dunia II, Vietnam diberikan kemerdekaan oleh pihak Jepang. Ho Chí Minh kembali ke Vietnam untuk membebaskan negaranya agar tidak dijajah oleh kekuasaan asing. Ia menerima bantuan kelompok
OSS (yang akan berubah menjadi CIA nantinya).

Pada akhir Perang Dunia II, pergerakan Viet Minh di bawah pimpinan Ho Chí Minh berhasil membebaskan Vietnam dari tangan penjajah, tetapi keberhasilan itu hanya untuk masa yang singkat saja. Pihak Jepang menangkap pemerintah Perancis dan memberikan Vietnam satu bentuk “kemerdekaan” sebagai sebagian dari rancangan Jepang untuk "membebaskan" bumi Asia dari penjajahan barat. Banyak bangunan diserahkan kepada kelompok-kelompok nasionalis. Negara-negara yang berperang dalam Perang Vietnam membagi Vietnam pada 17th parallel menjadiVietnam Utara dan Vietnam Selatan sesuai Perjanjian Geneva (Geneva Accords).


2. Penyebabkan Negara Besar Amerika Serikat Dan Uni Soviet Ikut Campur Dalam Perang Saudara Vietnam Selatan Dan Vietnam Utara Keberpihakan AS terhadap perancis Ho Chi Minh mengharapkan bantuan Amerika untuk bisa
lepas dari Perancis dan menegaskan bahwa dirinya bukan Komunis. Ho Chi Minh mengharapkan negara Amerika Serikat akan menyokong negara baru di Vietnam, walaupun negara baru itu sebuah negara di bawah pengaruh Komunis. Harapan beliau Amerika Serikat akan mengkotakan ucapan-ucapan
Franklin D. Roosevelt yang menentang kolonialisme Eropa selepas Perang Dunia II. Franklin D. Roosevelt ingin agar rakyat negara-negara Dunia Ketiga menentukan nasib mereka sendiri. Ho Chi Minh pun mengirimkan surat terpisah kepada dua belas petinggi gedung putih dan juga ke komisi luar negeri senat AS agar mereka memahami atau memberi dukungan moral untuk menyuarakan perjuangannya lepas dari kolonialisme Perancis. Namun AS tidak membaca suratnya dan menolak permintaan bantuannya dan justru melibatkan diri di Vietnam dengan membantu Perancis.


Di bawah pimpinan Harry S. Truman, Amerika Serikat tidak membantah Perancis menduduki semula tanah-tanah jajahannya, termasuk Vietnam, selepas tamat perang. Amerika bahkan menawarkan ke pihak prancis dua bom atom, yang dengan penuh maaf ditolak oleh Perancis. Setelah gagal mendapatkan bantuan dari Amerika, akhirnya Ho Chi Minh berpaling mencari bantuan ke pihak Komunis (Uni Soviet dan Cina).


Ho Chi Minh berhasil mengalahkan lawannya dalam pertempuran di Dien Bien Phu, 7 Mei 1954 dengan kemenangan telak. Setelah kemenangan tersebut, diadakan perundingan di Jenewa antara pihak Viet Minh dan Perancis, dan mereka menandatangani beberapa kesepakatan. Kesepakatan penting dalam perjanjian tersebut membagi Vietnam untuk sementara waktu menjadi 2 dengan garis lintang 17 derajat sebagai batas.


Orang-orang Komunis di bawah Ho Chi Minh mendapatkan mendapatkan bagian
utara, sedangakan rezim Bao Dai diberi wilayah selatan. Dalam perundingan tersebut juga disepakati tentang penyelenggaraan pemilu akan
diselenggarakan dua tahun lagi untuk menyatukan kembali Negara tersebut. Amerika serikat menentang penyelenggaraan pemilu nasional karena khawatir Ho Chi Minh akan keluar sebagai pemenang. Oleh karena itu, AS
menolak untuk menandatangani persetujuan Jenewa. Bagi Amerika, jika pemilu nasional diadakan bulan 1956 dan jika Viet Minh tidak
berkeberatan hampir bisa akan menang. Itulah mengapa AS berusaha membekengi Vietnam selatan untuk menolak pemilu tersebut. Semua orang yang memahami masalah indocina selalu mengatakan bahwa jika pemilu diselenggarakan di masa perjuangan, kemungkinan 80 persen penduduk akan lebih memilih Ho Chi Minh sebagai pemimpin mereka.


Dalam usahanya mengalahkan Ho Chi Minh, CIA menempatkan Ngo Dhin Diem yang fasistik untuk menguasai bagian selatan. CIA pun menyebarkan propaganda buruk tentang Ho Chi Minh. Menakut-nakuti orang selatan bahwa Ho Chi sedang mengerahkan orang-orang utara untuk menyerbu ke selatan. Informasi seperti ini diharapkan dapat turut memunculkan dorongan dari warga Amerika agar Amerika secepatnya melakukan tindakan terhadap Ho.


Pihak Komunis memang bersiap sedia untuk menyerang Vietnam Selatan, sejak sebelum Perjanjian Geneva ditandatangani. Persiapan ini dibuat sekiranya penyatuan tidak dapat dicapai melalui kemenangan dalam pilihanraya. Ho Chi Minh memerintahkan beribu-ribu orang agen Komunis untuk menyusup masuk ke Vietnam Selatan, dan menyediakan tempat tersembunyi untuk simpanan senjata.


Taktik CIA selanjutnya, yakni pada tahun 1954, CIA memanaskan situasi dengan menjalankan Operasi Phoenix sehingga pemilu nasional yang
direncanakan berlangsung pada tahun 1956, sesuai dengan persetujuan Jenewa, gagal dilaksanakan. Terdapat 2 pelanggaran terhadap persetujuan Jenewa yang dilakukan oleh pihak selatan. Yang pertama, Ngo Dhin Diem, dibawah perlindungan AS melakukan pelanggaran terhadap persetujuan jenewa dengan menolak berpartisipasi pada pemilu nasional itu. Uni
Soviet mengusulkan pemisahan permanen antara Vietnam utara dan Vietnam selatan, menjadi dua Negara yang diakui oleh PBB. Usul ini ditolak oleh AS yang tidak mau mengakui Vietnam yang Komunis. Pada akhirnya diadakan pemilu, namun hanya diadakan di Selatan dan peristiwa ini menandai terbentuknya Republik Vietnam (dikenal luas dengan nama Vietnam Selatan)
dengan Ngo Dhin Diem sebagai presiden pertamanya. Pelanggaran yang ke dua terhadap persetujuan Jenewa dilakukan secara langsung oleh AS dengan mengirimkan penasehat-penasehat militernya untuk melatih tentara
Republik Vietnam.


3. Akhir Dari Perang Saudara Antara Vietnam Selatan Dan Vietnam Utara Sejarah pernah mencatat bahwa Amerika pernah menelan kekalahan telak saat perang Vietnam/Viet Chong/IndoChina kedua. Bermula pada tahun 1957, secara perlahan Amerika mengirim pasukan sedikit demi sedikit untuk membantu Vietnam yang saat itu masih dijajah Perancis. Dan puncaknya pada tahun 1965 ketika terjadi perpecahan antara kubu Republik Vietnam
(Selatan) dan kubu Demokratik Vietnam (Utara), dalam hal ini sebenernya adalah perang saudara di Vietnam, tapi lama-lama pihak di kubu Utara
yang merasa dirugikan karena keikut campur tanganan Amerika, kubu Utara memutuskan untuk meminta permohonan bantuan kepada USSR (Uni Soviet,sekarang Rusia). Dan disitulah awal dari perang antara 2 negara Adikuasa
antara Amerika dan Uni Soviet. Perang yang mempertaruhkan Politis,Ideologi, dan juga kehormatan bangsa sebagai Negara Adikuasa. Kubu Selatan yang di sertai sekutu Amerika, Australia, Korea Selatan,Australia, Selandia Baru, dan Filipina, mulai berperang dengan kubu Utara yang disekutui oleh Uni Soviet, China, dan Korea Utara.


Saat pada klimaksnya di tahun 1968 pihak dari Kubu Selatan yang berkekuatan 1.200.000 Pasukan Militer mulai menggempur Kubu Utara yang hanya berkekuatan 520.000 Pasukan Militer, tapi dalam hal ini pasukan dari Kubu Selatan yang berusaha menyerang kearah utara sedikit terkejut terutama untuk pasukan sekutu karena mereka harus melewati Hutan buas
yang berlumpur, juga rawa-rawa yang penuh Buaya, Ular, dan binatang buas air lainnya, dan juga medan pegunungan yang sama sekali tidak mereka kuasai. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Kubu Utara untuk mengepung dan membantai habis-habisan pasukan Kubu Selatan dan sekutunya.


Banyak pasukan dari Kubu Selatan yang tewas, terluka, atau menjadi tahanan dari pasukan Kubu Utara. Sebagian besar pasukan yang tewas, terluka, ataupun ditahan adalah Pasukan Militer Amerika. Selama 5 tahun pasukan dari Kubu Selatan yang terus menerus menelan kekalahan dan kehilangan banyak prajurit akhirnya menyerah. Dan pada 27-Februari-1973 dengan menyerahnya Amerika, maka di sepakatilah perjanjian damai.


Hal ini membuat Amerika rugi besar secara materi dan korban jiwa, dan mereka juga kalah dalam hal politis dan ideologi untuk ditanamkan di Vietnam. Setelah perang Vietnam berakhir, maka disetujuilah pertemuan antara kedua kubu Vietnam yang berbeda visi, untuk bersatu membentuk sebuah Negara. Walaupun ideology komunis dari Uni Soviet menjadi ideologi nasional, tapi sampai saat ini masih banyak warga dari daerah Vietnam selatan yang tidak menggunakan Ideologi komunis tersebut dan
sampai saat ini masih berlangsung perlawanan dari sebagian warga Vietnam
selatan.

KESIMPULAN
Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perangyang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan
bagian dari Perang Dinginantara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis dan Liberal.
Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan
Vietnam Selatan, sedangkan Uni Soviet dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang berideologi komunis. Jumlah korban yang meninggal diperkirakan lebih dari 280.000 jiwa di pihak Vietnam Selatan dan lebih dari 1.000.000 jiwa di pihak Vietnam Utara.


Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar. Setelah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976.



Sejarah Perang Dunia II (Versi Lengkap - Volume I)


Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua, disingkat PD II, merupakan konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 hingga 2 September 1945. Namun, ada juga yang berpendapat, perang ini sebenarnya sudah lebih awal dimulai, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937, ketika Jepang menduduki Manchuria.

Perang yang melibatkan hampir sebagian besar negara yang ada di dunia ini, merupakan perang terbesar yang pernah ada. Sampai saat ini,
setidaknya lebih dari 100 juta personel terlibat dan kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini. Berbeda dengan PD I maka sudah sepatutnya hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dan yang paling dahsyat dalam sejarah perang manusia yang terjadi di muka bumi.

Umumnya, dapat dikatakan, bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945, pada saat Jepang menyerah tanpa syarat kepada tentara Amerika Serikat (Sekutu), akibat sebelumnya untuk pertama kalinya pada tanggal 6 Agustus 1945, bom atom, senjata nuklir “Little
Boy”dijatuhkan di kota Hiroshima, dan dilanjutkan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkannya bom nuklir lainnya “Fat Man”di atas Nagasaki.

Setidaknya, akibat serangan bom atom ini, telah membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom tersebut. Dan mayoritas yang tewas pada kedua kota tersebut dan sekitarnya adalah penduduk sipil. Kedua tanggal tersebut menjadi satu-satunya serangan nuklir yang pernah terjadi di dunia.

Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen “Japanese Instrument of Surrender”di atas kapal USS Missouri, pada
tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.

Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua : yaitu Afrika, Asia, dan Eropa, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan : “Poros”dan “Sekutu”.

Perang terbesar sepanjang sejarah dunia ini, bisa dikatakan dalam keadaan “Perang Total”, karena pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah dalam melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer.


Latar Belakang Perang Dunia II


  * Latar Belakang PD II :
      o Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, dengan cita-cita membentuk Italia Raya.
      o Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI.
      o Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer.

  * Jalannya Perang :
      o 1937, Italia menduduki Abessynia dan Jerman menyerang Polandia,1 Sept 1939.
      o Desember 1941, Jepang membom Pearl Harbour.
      o UK & Perancis membantu Polandia menghadapi Jerman.
      o AS terlibat menghadapi aliansi Jerman, Italia, Jepang, setelah Pearl Harbour di bom oleh pasukan udara Kamikaze Jepang.

  * Akhir Perang :
      o Sekutu mendaratkan pasukan di Pantai Normandia, 6 Juni 1944.
      o April 1945, ibukota Jerman, yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet.
      o Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955.
      o Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh AS.
      o 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu.

  * 17 Juli - 2 Agustus 1945 » Konfrensi Postdam
    Keputusannya :
     1. Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur
     2. Jerman harus membayar pampasan perang
     3. Angkatan perang Jerman dikurangi
     4. Partai NAZI dihapus
     5. Penjahat perang akan dihukum

  * 8 September 1951 » Perjanjian San Francisco
    Keputusannya :
     1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS
     2. Jepang membayar pampasan perang
     3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya
     4. Penjahat perang akan dihukum


*Peta pihak Yang Terlibat Pada Perang Dunia II*

*Biru Tua = Pihak Poros Yang Sedang Menduduki Wilayah*

*Biru Muda = Pihak Poros Yang Sedang Diduduki Musuh Atau Bersekutu*

*Hijau Tua= Uni Soviet*

*Hijau Muda= Uni Soviet Yang Sedang Diduduki Musuh*

*Merah = Sekutu*

*Merah Muda= Wilayah Sekutu Yang Diduduki Musuh*

*Abu-abu= Wilayah Netral Yang Dipengaruhi Amerika*

*Putih= Netral*



Pihak yang terlibat dalam Perang Dunia II

Tanggal : 1 September 1939 – 2 September 1945

Lokasi : Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur Tengah, Mediterania dan Afrika.

Hasil : Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adidaya, terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang
Dingin, mulai lepasnya negara-negara jajahan Eropa.


*Pihak Yang Terlibat :*


*Blok Poros (AXIS)*

 1. Bendera Jerman Nazi Jerman : Adolf Hitler
 2. Bendera Italia  : Benito Mussolini
 3. Bendera Jepang Jepang :Hideki Tojo


Militer tewas : 8.000.000
Sipil tewas : 4.000.000
Total tewas : 12.000.000

Negara-negara Poros (AXIS) adalah negara-negara yang menentang pihak
Sekutu selama Perang Dunia II.

Ada 3 negara utama dalam kekuatan poros, yaitu : Nazi Jerman, Italia,
dan Kekaisaran Jepang.

Pada puncak kejayaan mereka, Kekuatan Poros menguasai dominasi daerah yang sangat luas di Eropa, Asia, Afrika dan Oseania/Pasifik. Tetapi,
Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan mereka. Seperti pihak Sekutu, keanggotaan negara-negara Poros tidak tetap, dan beberapa negara bergabung dan kemudian meninggalkan negara-negara Poros selama perang berlangsung.

Anggota Poros Minoritas :

 1. Bulgaria, Hongaria, Yugoslavia, Finlandia, Thailand, Rumania
 2. Negara Boneka Jepang : Manchukuo, Mengjiang (bagian wilayah di Mongolia), Nanking (bagian wilayah di Tiongkok), Burma, Filipina, dan India
 3. Negara boneka Italia : Albania dan Ethiopia
 4. Negara boneka Jerman : Serbia
 5. Negara lainnya yang berkoalisi : Spanyol dan Denmark
 6. Bekas anggota : Uni Soviet, Berdiri sendiri/memihak Sekutu pada 1941.


*Blok Sekutu*

 1. Bendera Inggris Britania Raya : Winston Churchill
 2. Bendera Uni Soviet Uni Soviet : Joseph Stalin
 3. Bendera Amerika Serikat : Franklin Roosevelt
 4. Bendera Republik China : Chiang Kai-Shek


Militer tewas : 17.000.000
Sipil tewas : 33.000.000
Total tewas : 50.000.000

Blok Sekutu pada Perang Dunia II adalah negara-negara yang berperang
bersama melawan Blok Poros (Jerman, Italia, dan Jepang) dari 1939 sampai
1945.

Anggota Sekutu :

 1. Setelah penyerangan Jerman ke Polandia (1939) Polandia, Britania Raya (termasuk Kerajaan India & Negara Koloni), Perancis, Australia, Selandia Baru, Nepal, Afrika Selatan, Kanada
 2. Setelah berakhirnya perang Poni (1940)
  Norwegia, Belgia, Luksemburg, Belanda,Yunani, Kerajaan Yugoslavia,Uni Soviet, Tannu Tuva
 3. Setelah pengeboman Pearl Harbor (1941) Panama, Kosta Rika, Republik Dominika, El Salvador, Haiti, Honduras,Nikaragua, Amerika Serikat, China, Guatemala, Kuba, Cekoslowakia
 4. Setelah pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (1942) Meksiko, Brasil, Ethiopia, Irak, Bolivia, Iran, Italia, Kolombia,Liberia
 5. Setelah D-Day (1944) Romania, Bulgaria, San Marino, Albania, Hungaria,Bahawalpur,Ekuador, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela, Turki, Arab Saudi,Argentina, Chile
 6. Setelah pengeboman Hiroshima (1945) Mongolia


*Perkiraan Jumlah Korban Tewas Pada Perang Dunia II*

 1. Uni Soviet = 23.200.000
 2. Cina = 10.000.000
 3. Jerman = 7.500.000
 4. Polandia = 5.600.000
 5. *Indonesia = 4.000.000 *
 6. Jepang = 2.600.000
 7. India = 1.587.000
 8. Yugoslavia = 1.027.000
 9. Perancis Indochina = 1.000.000
10. Rumania = 841.000
11. Hungaria = 580.000
12. Perancis = 562.000
13. Italia = 459.500
14. U.K = 450.400
15. Amerika Serikat = 418.500
16. Cekoslowakia = 365.000
17. Lithuania = 353.000
18. Yunani = 300.000
19. Latvia = 227.000
20. Belanda = 205.900
21. Ethiopia = 205.000
22. Dll

* Indonesia masuk di urutan terbanyak ke-5 di dunia dengan korban 4 Juta
tewas *


Berikut ini data-data pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua :


Perang Dunia II Di Benua Asia Dan Pasifik

Hideki Toji


1937 : Perang Sino - Jepang (1937 - 1945)

Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sebelum pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi China pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang pun dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.


1940 : Jajahan Perancis Vichy

Pada 1940, Jepang menduduki Indochina Perancis (kini Vietnam), sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy, meski secara lokal terdapat kekuatan Perancis Bebas (Free French), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan memboikot minyak.


1941 : Serangan udara terhadap USS West Virginia dan USS Tennessee di Pearl Harbor



Pada 7 Desember 1941, pasukan pesawat tempur Jepang yang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo, melaksanakan serangan udara dadakan ke Pearl Harbor, yang merupakan pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Karena ketidaksiapan AS terhadap serangan kejutan itu, maka pasukan udara Kamikaze Jepang hanya menghadapi perlawanan kecil dan
berhasil menghancurkan pelabuhan tersebut. Atas serangan membabi buta itu, AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.

Bersamaan dengan serangan ke Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi
Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda.

Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di
Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.


1942 : Invasi Hindia-Belanda

Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak.

Jepang dalam hal ini memang sengaja mengambil taktik tersebut, sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America), British (Inggris), Dutch (Belanda), (Australia) yang berkedudukan di Bandung.

Walhasil, serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA, khususnya Australia dan Belanda. Jepang mengadakan serangan laut secara besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942, dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada.Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur dalam insiden itu.

Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan
Sekutu-Hindia Belanda. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya, sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.

Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian, membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara
Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer.

Pada awalnya, Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung. Namun, tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Akan tetapi, setelah Jepang mengancam akan mengebom kota
Bandung, akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat
kepada Jepang.


1942 : Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal

Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja
penguasaan Port Moresby berhasil saat itu, maka Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya
menggunakan kapal induk.

Sebulan kemudian, invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang, yaitu Atol Midway.

Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk, yang mana industri Jepang sendiri tidak dapat menggantikannya. Sementara itu, Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induknya. Kemenangan besar buat AS ini, menyebabkan Angkatan Laut Jepang terpaksa dalam posisi bertahan.


Pendaratan AS di Pasifik, Agustus 1942 - Agustus 1945


Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang
bertemu dengan pasukan cadangan Australia. Banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

Para pemimpin Sekutu telah setuju, mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun, pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh.

Pada 7 Agustus 1942, Pulau Guadalcanal diserang oleh Amerika Serikat, dan pada awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah
serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne. Namun sayang, pasukan darat Jepang disini menderita kekalahan meyakinkan untuk pertama kalinya. Dan pada februari 1943 pertahanan Jepang pun runtuh di Guadalcanal .


1943 – 1945 : Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik

Pasukan Australia dan AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang di duduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang.

Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang
disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah.

Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan
sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.

Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri sebenarnya merupakan salah satu alasan Jepang
dalam memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif, setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap China, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.


1945 : Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang

Awan jamur di atas Hiroshima setelah dijatuhkannya Little Boy


Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS, menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Atas perintah Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman,
setelah enam bulan pengeboman terjadi di 67 kota di Jepang.

Diantara kota-kota lain, Tokyo di bom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri, setidaknya ada 90.000 orang yang tewas akibat
kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.


Cendawan asap Fat Man yang diakibatkan oleh ledakan nuklir di atas Nagasaki setinggi 18 km


Tanggal 6 Agustus 1945, AS mengirim 2 buah pesawat jenis B-29 superfoster yang membawa bom atom dengan massa 55 ton dari markas AS di Filipina. Bomber B-29 dengan nama “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom “Little Boy” di Hiroshima, dengan daya ledak 50 km², menciptakan awan jamur yang secara efektif
menghancurkan kota tersebut.

Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus).

Diikuti pada tanggal 9 Agustus 1945, Jepang dikejutkan dengan dijatuhkannya kembali bom nuklir berjulukan “Fat Man” dengan massa 105
ton berdaya ledak hingga 100 km² oleh bomber B-29 bernama “Bock’s Car” yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney, yang menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki.


Surat penyerahan diri Jepang kepada Sekutu


Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang, merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan.

Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, dan menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo, yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II.

Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi “Three Non-Nuclear Principles”, melarang negara itu untuk memiliki senjata nuklir.


Peta ASIA 1941

Perang Dunia II Di Benua Afrika Dan Timur Tengah


Benito Mussolini


“Kami akan menaklukkan. Orang-orang dari Italia, untuk senjata! Tunjukkan kegigihan, keberanian Anda, Anda layak.” Diktator fasis
Italia, Benito Mussolini, ketika Italia menyatakan perang terhadap Britania dan Perancis pada Juni 1940 yang secara langsung membawa konflik ke Afrika.


1940 : Mesir dan Somaliland

Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari
Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir, terutama Terusan Suez yang sangat vital.

Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass) yang terhenti pada 1941, ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman.

Akan tetapi, pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika yang berada di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangannya terhadap Mesir.


1941 : Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk

Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi
penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan di dukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini.

Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran.

Namun kemudian, Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi diatas, kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, dimana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan Yahudi.

Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, guna merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan, hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.


1942 : Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua

Crusader tank Britania melewati Panzer IV Jerman yang terbakar di tengah
gurun


Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke titik pertahanan terakhir, sebelum
Alexandria dan Terusan Suez. Namun, mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.

Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942, sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai “Rubah Gurun”, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa.

Montgomery yang mengetahui Rommel absen, maka Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan. Meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery berhasil memenangkan pertempuran ini.

Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel.

Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat, bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir,
lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia telah berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang diperkuat oleh pasukan AS.


1942 : Pertempuran Madagaskar


Tentara Britania mendarat di Tamatave pada Mei 1942


Pertempuran Madagaskar adalah kampanye sekutu untuk merebut Madagaskar yang dikuasai Perancis Vichy selama Perang Dunia II. Pertempuran ini dimulai pada 5 Mei hingga 6 November 1942 dengan hasil kemenangan
diperoleh sekutu.


1942 : Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis


Pasukan Sekutu mendarat dalam serangan bernama sandi Operasi Obor


Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di
Bône, gerbang menuju Tunisia.

Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri
perlawanan mereka.


1943 : Kalahnya Korps Afrika

Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai, akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya
dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika.

Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libya. Pasukan Jerman yang sedang mundur, terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass, sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman.

Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan sekitar 250.000 tentara Axis.

Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia,
pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943.

Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.


Operasi Militer Perang Dunia II Di Benua Afrika

  * Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) (1941) — Serangan Angkatan
    Laut Inggris terhadap Italia yang menguasai Daratan Somalia-Inggris
  * Operasi Camilla (1941) — Operasi disinformasi Inggris untuk menutupi
    tindakan terhadap Eritrea
  * Operasi Canned (1940) — Pemboman di Banda Alula, daratan
    Somalia-Italia, oleh Angkatan Laut Inggris
  * Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) Akhir keberadaan Italia
    (1941) — Pendaratan pasukan Inggris di Assab, Pelabuhan terakhir
    Italia di Laut Merah
  * Pertempuran Madagaskar “Ironclad” (1942) — Pertempuran Madagaskar
  * Operasi Ancaman (1940) — Pertempuran laut, Pasukan Perancis dan
    Serangan Inggris di Dakar, Perancis-Afrika Barat (Senegal)
  * Operasi Pendukung (1941) — Patroli laut lepas anti-kapal selam
    Sekutu di Laut Madagaskar


Perang Dunia II Di Benua Eropa Rusia (Uni Soviet)


Adolf Hitler


1939 : Invasi Polandia, Invasi Finlandia


Kapal perang Schleswig-Holstein menyerang kota pelabuhan Gdynia - 13.09.1939


Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik “Blitzkrieg”, dengan memanfaatkan musim
panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering, hal ini memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka.

Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an, saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan
pasukan lapis baja, kekurangsiapan pasukan garis belakang dan koordinasinya, serta lemahnya Angkatan Udara Polandia, menyebabkan
Polandia sukar memberi perlawanan.

Meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur, namun jumlah itu tidak berarti apa-apa dalam melawan Angkatan Udara Jerman “Luftwaffe” yang tangguh. Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September, sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.

Setelah mengalami kehancuran disana-sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari
timur, yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov.

Akhirnya, Polandia menyerah kepada Nazi Jerman, setelah kota Warsawa dihancurkan. Sementara itu, sisa-sisa para pemimpin Polandia melarikan diri, diantaranya ada yang ke Rumania. Dan yang lain, ditahan baik oleh
Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.

Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu berada dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis, membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun, hal itu juga yang menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill.

Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.

Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet, meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah yang cukup besar, serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan
jendral-jendral yang cakap, akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin.

Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah.

Bantuan senjata mengalir dari negara Barat, terutama dari tetangganya
Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu.

Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku, namun dapat bergerak lincah, meskipun sebenarnya kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya, Soviet mengerahkan serangan secara besar-besaran dengan 3.000.000 tentara untuk menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia, sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.

Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.


1940 : Invasi Eropa Barat, Republik-Republik Baltik, Yunani, Balkan


Dengan tiba-tiba, Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia
mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan “Perang Pura-Pura” (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis.

Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis.

Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara, kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.

Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau “Battle of Britain”, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada
tahun 1940, memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris.

Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang, berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London.

Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang didasarkan atas pembalasan ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil, pilot pesawat tempur Spitfire dan Huricane dapat berisirahat.

Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik, kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).


Benito Mussolini dan Adolf Hitler


Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani.

Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman.

Namun, Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang di dominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.


1941 : Invasi Uni Soviet

  * Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman
  * Pertempuran Stalingrad

1944 : Serangan Balik

Pasukan Amerika Serikat melakukan invasi di Pantai Omaha

  * Invasi Normandia (D-Day), invasi di Perancis oleh pasukan Amerika
    Serikat dan Inggris, 1944


1945 : Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman

Berkibarnya bendera Uni Soviet diatas gedung pemerintahan Nazi, Reinchstag, merupakan tanda berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.

Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri
bersama dengan istrinya Eva Braun di dalam bunkernya.

Tepat sehari sebelumnya, Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan memerintah pengawalnya setelah mati untuk membakar mayatnya, setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia.

Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal yang sama.

Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis.

Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan mereka, akan tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.




      Sejarah Perang Dunia I (Versi Lengkap)


Perang Dunia I atau Perang Dunia Pertama, disingkat PD I, dan istilah-istilah dalam bahasa Inggris lainnya : "Great War", "War of the
Nations", dan "War to End All Wars" (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia, perang global yang terpusat di
Eropa, berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918, yang berawal dari Semenanjung Balkan.


Perang Besar ini melibatkan semua kekuatan besar dunia, yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Perancis, dan Rusia) dan Kekuatan Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia - namun, saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut
berperang). Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang.

Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah ini. Lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan
atau mobilitas.

Perang Dunia I adalah konflik paling menakutkan dan mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga hal ini menjadi pembuka jalan untuk berbagai perubahan politik, seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat.

Penyebab jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeri imperialis kekuatan besar Eropa, termasuk Kekaisaran Jerman, Kekaisaran
Austria-Hongaria, Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Rusia, Imperium Britania, Republik Perancis, dan Italia.



Pihak Yang Terlibat :

Blok Sekutu

Rusia
Perancis
Britania Raya
Kanada
Italia
Amerika Serikat

Negara-negara yang bergabung :

1. Kerajaan Serbia
2. Kerajaan Rusia (sampai November 1917)
3. Perancis (termasuk pasukan dari negara koloni Perancis)
4. Kerajaan Inggris :
1. Negara Persemakmuran Inggris dan Irlandia
2. Australia
3. Kanada
4. Selandia Baru
5. Newfoundland
6. Afrika Selatan
7. Kerajaan India
8. Negara boneka dan koloni Inggris
5. Kerajaan Belgia (termasuk pasukan negara koloni Belgia)
6. Kerajaan Montenegro
7. Kekaisaran Jepang
8. Kerajaan Italia (April 1915 dan sesudahnya)
9. Portugal
10. Kerajaan Romania (Agustus 1916 dan sesudahnya)
11. Kerajaan Yunani (Mei 1917 dan sesudahnya)
12. Amerika Serikat (1917 dan sesudahnya)
13. San Marino
14. Andorra
15. Tiongkok
16. Brazil
17. Bolivia
18. Kosta Rika
19. Kuba
20. Guatemala
21. Haiti
22. Honduras
23. Ekuador
24. Nikaragua
25. Uruguay
26. Panama
27. Peru
28. Siam
29. Liberia
30. Republik Demokratik Armenia (1918)
31. Cekoslowakia (1918)

Blok Sentral

Austria-Hungaria
Jerman
Kekaisaran Ottoman
Bulgaria


Latar Belakang

PD I dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria
(sekarang Austria) beserta istrinya, dibunuh di Sarajevo, Bosnia, oleh seorang nasionalis Yugoslavia beserta anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip, 28 Juni 1914. Bosnia merupakan kawasan Austria yang dituntut oleh Serbia, salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan, dimana pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Pembunuhan tersebut berujung pada ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia. Sejumlah aliansi yang dibentuk selama beberapa dasawarsa
sebelumnya terguncang, sehingga dalam hitungan minggu saja semua kekuatan besar terlibat dalam perang. Dan melalui koloni mereka, konflik ini segera menyebar ke seluruh dunia.

Dengan bantuan Jerman, Austria-Hungaria memutuskan perang terhadap Serbia. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya.

Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad 19 berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman, dan Hohenzollern, yang memiliki akar
kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Austria-Hungaria menyerang Serbia pada 28 Juli 1914. Rusia membuat persediaan untuk membantu Serbia dan diserang oleh Jerman. Perancis pun turut membantu Rusia dan diserang oleh Jerman. Untuk tiba di Paris dengan secepat mungkin, tentara Jerman menyerang Belgia, dan kemudian Britania menyerang Jerman.

Pada awalnya, Jerman memenangkan peperangan tersebut, akan tetapi Perancis, Britania, serta Rusia terus menyerang. Jerman,
Austria-Hungaria, dan sekutunya disebut "Blok Sentral", dan negara-negara yang menentang mereka disebut "Blok Sekutu".

Sewaktu peperangan berlanjut, negara lain pun turut campur tangan. Hampir semuanya memihak kepada Sekutu. Pada tahun 1915, Italia bergabung dengan Sekutu karena ingin menguasai tanah Austria. Dan pada tahun 1917,
Amerika Serikat memasuki peperangan, dan memihak kepada Sekutu.

Meskipun Tentera Sekutu sangat kuat, Jerman terlihat seperti akan memenangkan peperangan tersebut. Setelah 1914, Jerman pun menguasai
Luxemburg, hampir seluruh daratan Belgia, serta sebagian dari Perancis utara.

Jerman juga menang di Barisan Timur, ketika usaha Rusia gagal. Akan tetapi, menjelang tahun 1918, tentara Jerman mengalami kelelahan.
Perbekalannya tidak mencukupi dan timbul pergolakan sosial di dalam negerinya sendiri.

Pada waktu yang sama, semakin banyak tentara Amerika Serikat yang baru tiba dan langsung bergabung kepada Sekutu. Pada musim panas 1918, tentera Amerika Serikat membantu menghalau serangan Jerman terakhir di barat. Jerman pun menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 11 November 1918, di Compiègne Forest, yang menjadi akhir dari perseturuan sesungguhnya.


Perjanjian Versailles


Perjanjian Versailles (1919) adalah suatu perjanjian damai dimana perjanjian ini secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman. Meski sebelumnya keadaan perang formal antara kedua pihak masih terus berlanjut selama tujuh bulan.

Negosiasi di antara negara-negara sekutu dimulai pada 7 Mei 1919, pada peringatan tenggelamnya RMS Lusitania. Aturan yang diterapkan terhadap
Jerman pada perjanjian tersebut antara lain adalah penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangganya, pelepasan koloni seberang lautan dan Afrika milik Jerman, serta pembatasan pasukan militer Jerman yang diharapkan dapat menghambat Jerman untuk kembali memulai perang.

Karena Jerman tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam negosiasi, pemerintah Jerman mengirimkan protes terhadap hal yang mereka anggap sebagai sesuatu yang tidak adil, dan selanjutnya menarik diri dari perundingan tersebut.

Sampai akhirnya belakangan, menteri luar negeri baru Jerman, Hermann Müller, setuju untuk menandatangani Perjanjian Versailles. Perjanjian
ini sendiri diratifikasi oleh Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Januari 1920.

Di dalam Traktat Versailles yang ditandatangani setelah Perang Dunia I, pada 28 Juni 1919, yang juga mencetuskan berdirinya Liga Bangsa-Bangsa tersebut, Jerman menyerahkan tanah-tanah jajahannya dan sebagian dari
wilayah Eropa-nya. Polandia dibebaskan dan mendapat wilayah Posen (sekarang kota Poznan), sebagian Silesia, serta sebagian lagi Prussia Barat.

Alsace dan Lorraine yang dikuasai oleh Jerman dikembalikan ke Perancis. Perancis juga dapat menguasai kawasan Saar selama 15 tahun. Perjanjian ini juga meletakkan Rhineland dibawah pendudukan Tentera Sekutu selama
15 tahun. Jumlah pasukan tentara Jerman di perkecil tidak melebihi 100.000 orang, serta dilarang memiliki pasukan udara. Jerman juga harus membayar pampasan perang kepada Tentara Sekutu sebesar £6.600 juta.

Diperkirakan 8.6 juta korban jiwa dalam Perang Dunia I. Blok Sekutu kehilangan 5.1 juta jiwa, sementara Blok Sentral 3.5 juta jiwa. PD I
tersebut mengakibatkan kehancuran yang sangat besar terhadap negara-negara yang terlibat, yang dikenal dengan "Perang Untuk Mengakhiri Semua Perang" sehingga terjadilah Perang Dunia II (PD II).

Akan tetapi, publik Amerika Serikat menolak ratifikasi Perjanjian Versailles ini, terutama karena Liga Bangsa-Bangsalah perjanjian
tersebut dibuat, tidak mengakhiri secara resmi keikutsertaannya dalam perang, sampai Resolusi Knox-Porter ditandatangani tahun 1921.

Setelah Perjanjian Versailles, perjanjian dengan Austria, Hongaria, Bulgaria, dan Kesultanan Utsmaniyah ditandatangani. Namun, negosiasi
perjanjian terakhir dengan Kesultanan Utsmaniyah diikuti oleh perselisihan (Perang Kemerdekaan Turki), dan perjanjian damai terakhir antara Blok Sekutu dan negara yang segera menjadi Republik Turki baru ditandatangani pada tanggal 24 Juli 1923 di Lausanne.

Sejumlah tugu peringatan perang menyebutkan, bahwa akhir dari PD I ialah ketika Perjanjian Versailles ditandatangani tahun 1919, yaitu ketika
banyak tentara yang berdinas di luar negeri akhirnya pulang ke negara masing-masing.

Sebaliknya, banyak juga peringatan berakhirnya PD I terpusat pada gencatan senjata yang terjadi tanggal 11 November 1918di Compiègne
Forest. Secara hukum, perjanjian damai formal belum selesai sampai ditandatanganinya perjanjian terakhir, yaitu Perjanjian Lausanne. Sesuai ketentuannya, pasukan Sekutu keluar dari Konstantinopel pada tanggal 23 Agustus 1923.



Puncak Perang Dunia I

Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu
Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara-negara lain, seperti : Tiongkok dan Kuba, serta akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.


Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I, akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.



Parit Perlindungan

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat.


Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.



Front Timur

Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai.



Dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin,
akhirnya Russia menang.


Korban Jiwa Akibat PD I

Sekutu : 5.497.600
• Belgia: 13.700
• Kekaisaran Britania: 908.000
o Australia: 60.000
o Kanada: 55.000
o India: 25.000
o Selandia Baru: 16.000
o Afrika Selatan: 7.000
o Inggris: 715.000
• Perancis: 1.354.000
• Yunani: 5.000
• Italia: 650.000
• Jepang: 300
• Rumania: 336.000
• Rusia: 1.700.000
• Serbia: 450.000
• AS: 50.600

Terluka: 12.831.000
Hilang: 4.121.000


Sentral : 3.382.500
• Austria-Hungaria: 1.200.000
• Bulgaria: 87.500
• Jerman: 1.770.000
• Kerajaan Ottoman: 325.000

Terluka: 8.388.000
Hilang: 3.629.000


Warga Sipil : 6.493.000
• Austria: 300.000
• Belgia: 30.000
• Inggris: 31.000
• Bulgaria: 275.000
• Perancis: 40.000
• Jerman: 760.000
• Yunani: 132.000
• Rumania: 275.000
• Rusia: 3.000.000
• Serbia: 655.000
• Kerajaan Ottoman: 1.005.000




Daftar Pertempuran Pada Perang Dunia I


Ini adalah Daftar pertempuran pada Perang Dunia I yang meliputi keterlibatan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara serta
kampanye, operasi, garis pertahanan dan pengepungan. Kampanye umumnya merujuk kepada operasi strategis yang lebih luas dilakukan selama jangka waktu yang panjang.


Pertempuran umumnya mengacu pada periode pendek yang intens memerangi terlokalisasi untuk wilayah tertentu dan selama jangka waktu tertentu. Namun, penggunaan istilah dalam penamaan peristiwa semacam itu tidak
konsisten. Sebagai contoh, Pertempuran Atlantik Pertama lebih atau kurang seluruh teater perang, dan yang disebut pertempuran, berlangsung
selama seluruh perang.


Blok Barat

1914

* Pertempuran Liège
* Pertempuran Frontiers
* Pertempuran Mulhouse
* Pertempuran Lorraine
* Pertempuran Ardennes
* Pertempuran Charleroi
* Pertempuran Mons
* Pengepungan Maubeuge
* Pertempuran Le Cateau
* Pertempuran St Quentin, juga disebut Pertempuran Guise
* Pertempuran Marne Pertama
* Pertempuran Aisne Pertama
* Pengepungan Antwerpen
* Pertempuran Albert Pertama
* Pertempuran Arras Pertama
* Pertempuran Yser
* Pertempuran Ypres Pertama, juga disebut Pertempuran Flandres
* Pertempuran Champagne Pertama

1915

* Pertempuran Neuve Chapelle
* Pertempuran Ypres Kedua
* Pertempuran Artois Kedua
* Pertempuran Loos
* Pertempuran Champagne Kedua

1916

* Pertempuran Verdun
* Pertempuran Hulluch
* Pertempuran Somme
* Pertempuran Fromelles
* Pertempuran Pozières
* Pertempuran Ginchy

1917

* Serangan Nivelle
* Pertempuran Arras (1917)
* Pertempuran Vimy Ridge
* Pertempuran Aisne Kedua, juga disebut Pertempuran Champagne Ketiga
* Pertempuran Messines
* Pertempuran Ypres Ketiga, juga disebut Pertempuran Passchendaele
* Pertempuran Cambrai (1917)

1918

* Serangan Spring Jerman
* Pertempuran Somme (1918), juga dikenal sebagai Pertempuran Somme Kedua
(untuk membedakannya dari pertempuran 1916)
* Pertempuran Lys, juga dikenal sebagai Pertempuran Ypres Keempat dan
Pertempuran Estaires
* Pertempuran Aisne Ketiga
* Pertempuran Cantigny
* Pertempuran Belleau Kayu
* Pertempuran Marne Kedua
* Pertempuran Château-Thierry (1918)
* Serangan Seratus Hari
* Pertempuran Amiens (1918)
* Pertempuran Mont St Quentin, juga dikenal sebagai Pertempuran Somme Ketiga
* Pertempuran Saint-Mihiel
* Pertempuran Epéhy
* Pertempuran Garis Hindenburg
* Serangan Meuse-Argonne, juga disebut Pertempuran Argonne Forest
* Pertempuran Kanal St. Quentin
* Pertempuran Ypres Kelima
* Pertempuran Kanal Utara
* Pertempuran Cambrai (1918)
* Pertempuran Sambre (1918), juga dikenal sebagai Pertempuran Sambre Kedua

Kampanye Italia

* Pertempuran Isonzo Pertama
* Pertempuran Isonzo Kedua
* Pertempuran Isonzo Ketiga
* Pertempuran Isonzo Keempat
* Pertempuran Isonzo Kelima
* Serangan Trentino atau "Pertempuran Asiago"
* Pertempuran Isonzo Keenam atau "Pertempuran Gorizia"
* Pertempuran Isonzo Ketujuh
* Pertempuran Isonzo Kedelapan
* Pertempuran Isonzo Kesembilan
* Pertempuran Isonzo Kesepuluh
* Pertempuran Isonzo Kesebelas
* Pertempuran Caporetto
* Pertempuran Sungai Piave
* Pertempuran Vittorio Veneto


Blok Timur

1914

* Pertempuran Stallupönen
* Pertempuran Gumbinnen
* Pertempuran Tannenberg
* Pertempuran Galicia
* Pertempuran Danau Masurian Pertama
* Pertempuran Sungai Vistula
* Pertempuran Łódź (1914)

1915

* Pengepungan Przemyśl
* Pertempuran Bolimów
* Pertempuran Danau Masurian Kedua
* Great Retreat (Rusia)
* Serangan Sventiany
* Serangan Gorlice-Tarnów
* Warsawa
* Komarow
* Rawa

1916

* Serangan Danau Naroch
* Serangan Brusilov

1917

* Serangan Kerensky
* Pertempuran Mărăşti
* Pertempuran Mărăşeşti
* Revolusi Rusia

Kampanye Kaukasus

* Pertempuran Sarikamis
* Pertempuran Malazgirt (1915)
* Pertempuran Kara Killisse
* Pertempuran Koprukoy
* Pertempuran Erzurum
* Pertempuran Erzincan

Kampanye Serbia

* Pertempuran Cer
* Pertempuran Kolubara
* Pertempuran Morava
* Pertempuran Kosovo (1915)
* Pertempuran Ovche Kutub


Pertempuran Gallipoli

Pertempuran Gallipoli (juga disebut "Operasi Dardanella"), adalah
sejumlah pertempuran terjadi antara 1915 dan 1916.

* Pertempuran Nek
* Pertempuran Chunuk Bair
* Pertempuran Gully Jurang
* Pertempuran Bukit 60 (Gallipoli)
* Pertempuran Krithia Vineyard
* Pertempuran Lone Pine
* Pertempuran Sari Bair
* Pertempuran pedang Hill
* Pendaratan di Anzac Cove
* Pendaratan di Cape Helles
* Pertempuran Krithia Pertama
* Pertempuran Krithia Kedua
* Pertempuran Krithia Ketiga
* Operasi laut pada Operasi Dardanella


Timur Tengah

Kampanye Sinai dan Palestina

* Serangan Suez Pertama
* Pertempuran Romani atau "Serangan Suez Kedua"
* Pertempuran Magdhaba
* Pertempuran Rafa
* Pertempuran Mughar Ridge
* Pertempuran Yerusalem
* Kekalahan Damaskus
* Pertempuran Gaza Pertama
* Pertempuran Gaza Kedua
* Pertempuran Gaza Ketiga atau "Pertempuran Beersheba"
* Pertempuran Beersheba
* Pertempuran Megiddo

Kampanye Mesopotamia

* Pendaratan FAO
* Kekalahan Basra
* Pertempuran Qurna
* Pendudukan Amara
* Pertempuran Nasiriyeh
* Pertempuran Es Sinn
* Pertempuran Ctesiphon
* Pengepungan Kut
o Pertempuran Syekh Sa'ad
o Pertempuran Wadi
o Pertempuran Hanna
o Pertempuran Benteng Dujaila
o Pertempuran Kut Pertama
* Pertempuran Khanaqin
* Pertempuran Kut Kedua
* Pendudukan Baghdad
* Serangan Samarrah
* Pertempuran Jebel Hamlin
* Pertempuran Istabulat
* Pertempuran di Ramadi
* Pendudukan Tikrit
* Pertempuran Sharqat

Kampanye Arab Selatan

Pertempuran Sungai Chewmudder. Dalam pertempuran ini, Jerman mencoba
untuk menghancurkan pasukan Inggris, ketika mereka menyeberangi sungai,
Inggris melepaskan tembakan senjata dan membunuh 800 tentara Jerman.


Kampanye Afrika
* Pertempuran Kamerun
* Kekalahan Jerman di Afrika Barat (Namibia)
* Pertempuran Killimanjaro
* Pertempuran Togo
* Pertempuran Tanga atau Pertempuran Bees
* Pertempuran Rufiji Delta
* Pertempuran Longido
* Pertempuran Sandfontein


Pertempuran Laut


Atlantik

* Pertempuran Teluk Heligoland Pertama (1914)
* Pertempuran Kepulauan Falkland (1914)
* Serangan di Scarborough, Hartlepool dan Whitby (1914)
* Pertempuran Dogger Bank (1915)
* Bendungan Otranto (1915-1918)
* Pertempuran Jutlandia (1916)
* Pertempuran Selat Dover (1917)
* Pertempuran Teluk Heligoland Kedua (1917)
* Serangan Zeebrugge (1918)

Mediterania

* Mengejar Goeben dan Breslau (1914)
* Operasi Laut di Kampanye Dardanella (1915-1916)

Asia-Pasifik

* Pertempuran Rabaul
* Pertempuran Tsingtao (1914)
* Pertempuran Penang (1914)
* Pertempuran Coronel (1914)
* Pertempuran Kepulauan Cocos (1914)
* Pertempuran Kepulauan Falkland (1914)


Pertempuran Udara




Perang Dunia I merupakan perang pertama untuk melihat penggunaan pesawat
untuk serangan, pertahanan dan operasi pengintaian. Berikut beberapa
artikel tentang penggunaan pesawat pada Perang Dunia I

* Transportasi di Perang Dunia I
* Sejarah Penerbangan (1914-1918)
* Zeppelin dalam Perang Dunia I


Perang Kontemporer

Beberapa sejarawan mempertimbangkan beberapa perang sebagai bagian dari
Perang Dunia I, karena dianggap memiliki hubungan langsung ke awal atau
pasca Perang Dunia.

Pra-1914

* Revolusi Meksiko (1910-1920)
* Perang Balkan (1912-1913)
* Perang Balkan Kedua (1913)
* Pemberontakan Maritz (1914-15)
* Paskah Rising (1916)

Pasca-1917

* Revolusi Rusia (1917)
* Perang Saudara Finlandia (1918)
* Perang Saudara Rusia (1918-1922)
o Kampanye Rusia Utara (1918-1919)
o Serangan ke barat Rusia (1918-1919)
* Pemberontakan Wielkopolska (1918-1919)
* Perang Hongaria-Rumania 1919 (1918-1919)
* Perang Soviet-Polandia (1919-1921)
* Perang Kemerdekaan Irlandia (1919-1921)
* Perang Kemerdekaan Turki (1919-1923)
* Perang Yunani-Turki (1919-1922)
* Perang Saudara Irlandia (1922-1923).



      Sejarah Perang Dunia II
 

(Volume II : "Bintang Dan Kegelapan)




Perang Dunia II bermula dari sekelompok ultranasionalis yang lahir di tiga negara. Di Jerman, Adolf Hitler lahir sebagai pemimpin Partai Nazi, partai antisemit yang menginginkan kekuasaan ras Arya. Adolf Hitler menggunakan kekuatannya untuk melengserkan Republik Weimar yang membuat Jerman mengalami krisis moneter luar biasa.

Setelah Hitler berkuasa pada 1933, dia segera memperkuat militer untuk bersiap-siap memulai pertempuran demi kekuasaan. Dengan semangat
Lebensraum (ruang tinggal), dia menginginkan tanah kekuasaan yang lebih luas untuk ras Arya.

Di Italia, diktator Benito Mussolini meraih tampuk kekuasaan setelah paham fasisme yang ia anut berhasil mengalahkan komunisme dan
sosialisme. Mussolini menginginkan Italia berkuasa sebagaimana pada masa Kekaisaran Romawi Suci dahulu.

Dia mendapat kepercayaan dari Raja Italia untuk membangun pemerintahan, dan Mussolini segera membangun pemerintahan keras dan fasis, yaitu paham dimana kepentingan negara berada di atas segala-galanya. Dia juga kawan akrab Hitler, yang kemudian mengadakan Aliansi Berlin-Roma.


Kaisar Hirohito memang secara de facto menjadi kaisar sah di Jepang. Akan tetapi, sadarkah sang kaisar, bahwa yang berkuasa dan menjalankan
roda pemerintahan sesungguhnya ialah Jenderal Hideki Tojo. Dengan demikian, militer dalam hal ini secara jelas telah mengambil alih pemerintahan sipil di Jepang.



Awal Perang

Sebelum perang meletus, Spanyol telah jatuh dalam perang saudara antara sayap kiri (sosialis, komunis, dan rakyat biasa yang mendukung republik) dan sayap kanan (tuan tanah kaya raya, perwira, gereja katholik, dan Partai Fasis Falange yang menginginkan raja untuk kembali berkuasa). Sayap kiri didukung oleh Uni Soviet, sementara sayap kanan dipimpin Jerman dan Italia.

Ketika perang meletus, sayap kiri sempat berkuasa ketika datang sayap liberal dari negara lain, yakni Laurie Lee. Sayap kiri jatuh dan loyalis liberal menguasai sejumlah kota besar. Hingga akhirnya sayap kanan yang di dukung Jenderal Franco, berhasil menghancurkan pertahanan loyalis di Madrid dan menduduki kursi kekuasaan hingga 1975.

Uni Soviet adalah negara besar yang terletak di Eropa Timur, membentang jauh hingga Siberia dan Asia Tengah. Uni Soviet didirikan oleh Vladimir Lenin yang berhasil menggulingkan Tsar Rusia, Nicholas II, dalam Revolusi Oktober 1917. Negara ini dipimpin oleh seorang diktator komunis Joseph Stalin sejak 1924, yang mengambil kekuasaan setelah Lenin meninggal.

Meskipun Jerman dan Uni Soviet merupakan sesama negara sosialis, tetapi Uni Soviet bukan antisemit. Yahudi adalah agama terbesar ketiga di Uni Soviet setelah Gereja Ortodoks Rusia dan Islam, itulah yang membuat Poros tak bisa bersekutu dengan negara ini.

Ketiga negara mulai menunjukkan keagresifannya sejak tahun 1930-an. Kebangkitan ekonomi dan militer Jerman meresahkan Inggris dan Perancis, yang trauma akan Perang Dunia I (PD I) yang berakhir pada 1919 dengan ditandatanganinya Perjanjian Versailles yang sangat merugikan Jerman dan sekutunya. Perjanjian itu diharapkan dapat mengakhiri perang secara permanen, akan tetapi justru menjadi 20 tahun menuju perang baru.

Jepang menyerbu Manchuria dan dengan mudah menduduki Korea. China yang masih dikuasai oleh Partai Kuomintang yang lemah, harus mengakui, bahwa Jepang menguasai separuh negaranya di bagian utara.

Italia, yang masih menjajah Libya, mengikuti pada 1935, menyerbu Abessynia (sekarang Ethiopia) sebagai tanda berdirinya 'Kekaisaran Roma Baru'. Sebelumnya pada tahun 1896, Italia pernah dikalahkan Abessynia saat negara itu mencoba mendapatkan ibukota Addis Ababa.

16 Maret di tahun yang sama, wajib militer diterapkan di Jerman. Setahun kemudian, pasukan Jerman menduduki Rhineland. Italia mengalahkan Abessynia dan mendapatkan Addis Ababa pada 1936. Pasukan China dan Jepang bentrok di dekat Beijing, dan insiden itu disebut "Insiden Jembatan Marco Polo" yang terjadi pada 7 Juli 1937. Setahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 1938, tentara Jerman memasuki Sudetenland.

Jerman adalah negara yang paling banyak mengambil andil dalam setiap langkah Poros. Pada 1938, ia merebut Wina, menduduki Austria dan kemudian mengambil Cekoslovakia pada 16 Maret 1939. Setelah kedua negara tersebut jatuh, Jerman mengalihkan perhatiannya pada Polandia.

Inggris dan Perancis berjanji akan membantu, jika Polandia akan menjadi korban selanjutnya. Akan tetapi, Hitler tak pernah mengira janji ini
akan dipenuhi. Musim panas 1 September 1939, tentara Jerman menyerbu masuk ke dalam Polandia melalui rawa-rawa yang telah kering. Dua hari kemudian Inggris, Perancis, Australia, dan Selandia Baru menyatakan perang terhadap Jerman.

Sebelum menyerang Polandia, Hitler telah menandatangani Pakta Non-Agresi dengan Stalin. Hitler tak pernah berniat untuk memenuhi pakta ini. Dia hanya tak ingin Soviet mengganggu, sementara dia sedang sibuk melumat Polandia dan menggilas Eropa Barat. Swedia, Spanyol, Switzerland, dan Portugal segera menyatakan kenetralannya.




Italia tak mau kalah dengan keberhasilan sekutunya, Jerman. Dengan semangat Italia Irridenta (Italia yang belum dibebaskan), Mussolini memutuskan menyerbu Albania pada 7 April 1939. Setelah berhasil menguasai Kekaisaran Abessynia pada Mei 1936, Italia merasa dirinya cukup kuat untuk terjun lebih jauh lagi ke dalam ranah pertempuran.

Albania dikejutkan dengan serangan Italia melalui Laut Adriatik, laut yang memisahkan Semenanjung balkan dengan Semenanjung Italia. Tentara Italia dengan agresif menyerbu masuk ke dalam Albania yang berhasil dilumpuhkan secara total.

Albania jatuh jauh lebih cepat daripada Abessynia ataupun negara-negara lain yang ditaklukkan Italia. Albania adalah negara paling cepat lengser
nomor dua dalam Perang Dunia II (PD II).
Italia hanya perlu waktu 5 hari saja untuk merampas Tirana dan menguasai seluruh Albania.


Belum puas dengan Polandia, Uni Soviet mencoba membentangkan sayapnya ke timur, dan menoleh pada Finlandia. Invasi Uni Soviet terhadap Finlandia ini dimulai pada 30 November 1939. Tentara Merah Uni Soviet menyerbu ke
dalam Finlandia, dan mencoba menguasainya meski gagal.

Serbuan kedua kalinya kembali dijalankan, tetapi Soviet harus menerima, bahwa pasukan Finlandia, yang dibantu Spanyol, Swedia, Hungaria, dan militan Estonia, mampu memukul mundur pasukan Soviet, hingga ke perbatasan.

Melihat keadaan seperti ini, Stalin mulai merasa geram. Dia segera melancarkan 3 juta tentara sekaligus, untuk membungkam Finlandia.
Alhasil, Stalin dapat duduk kembali dengan tenang di kursinya. Tentara Merah dengan cepat mampu mendorong tentara Finlandia, yang semakin terdesak ke dalam negaranya.

Dibantu dengan bantuan logistik, serta persenjataan yang lebih memadai, kota-kota penting di Finlandia berhasil direbut, dan Stalin serta para jenderalnya, mulai memandang ibukota Helsinki sebagai tambang emas yang
menggiurkan.


Melihat keadaannya yang semakin terdesak, pemerintah Finlandia segera menawarkan perundingan dengan Uni Soviet. Tawaran ini diterima, dan perundingan diadakan di Moskow. Ditandatangani pada 12 Maret 1940, Finlandia menyerahkan sebagian Karelia, termasuk tanah genting Karelia, serta lahan besar di utara Danau Ladoga.


Daerah ini termasuk kota Viipuri, kota terbesar kedua di Finlandia yang diserahkan pada Uni Soviet. Viipuri adalah kota industri dan wilayah
signifikan di Finlandia yang masih dipegang oleh tentara Finlandia. Penyerahan kota Viipuri mendapat protes keras dari banyak rakyat
Finlandia yang merasa pemerintah mereka terlalu 'loyo', tetapi pemerintah Finlandia menganggap Viipuri adalah bayaran murah sebagai pengganti Helsinki dan seluruh Finlandia.



Perang Yang Sesungguhnya

Pasukan Jerman, dengan taktik blitzkrieg (langkah kilat), melaju dengan cepat menghajar pertahanan Polandia, dan mendekati ibukota Warsawa dalam waktu satu minggu. Dalih Hitler untuk menyerang Polandia saat itu adalah
untuk merebut kota Danzig yang banyak ras Arya-nya. Tapi dalih itu hanyalah dalih palsu belaka.

Polandia yang melihat dirinya tidak siap akan serangan Jerman ini, saking putus asanya, Polandia mengerahkan pasukan kavaleri berkudanya untuk melawan tank-tank dan pesawat Jerman, yang kemudian dibantai habis
oleh Jerman tak bersisa.

Belum selesai mengurus Jerman, Polandia dikejutkan kembali dengan serangan Uni Soviet dari timur. Pasukan Soviet menyapu bersih dari
timur, sementara Jerman dari barat.

Kemudian, akhirnya bertemulah kedua pasukan tersebut di Warsawa dan membuat garis demarkasi. 20 September 1939, seluruh Polandia sudah jatuh ke tangan Jerman dan Uni Soviet, dan para pemimpin negaranya dipaksa
untuk menyelamatkan diri ke Rumania.


Setelah Polandia jatuh, tak ada lagi perang untuk sementara waktu.
Secara resmi, Jerman telah berada dalam status perang dengan Inggris, Perancis, Australia, dan Selandia Baru, tetapi kenyataannya tidak ada
pertempuran sama sekali.

Situasi ini disebut Phoney War (Perang Palsu). Situasi ini dimanfaatkan oleh para seniman untuk menggambarkan era perang. Bahkan, ada beberapa yang mengolok-olok Hitler, seperti komedian pantomim "Charlie Chaplin".
Sehingga, Hitler pun sangat benci dengan orang itu.


Di Polandia, orang-orang Yahudi, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia, ditangkapi. Mereka untuk sementara ditampung di Ghetto (tempat terkumuh) Warsawa, sebelum akhirnya dibawa ke kamp tahanan di Auschwitz untuk
disiksa. Orang-orang Yahudi yang disiksa dan dibunuh ini disebut korban holocaust, salah satu kejadian paling mengerikan dalam sejarah umat
manusia yang akan terus berlanjut, hingga kejatuhan Nazi pada 1945. Phoney War ini lantas oleh para seniman disebut juga sitzkrieg.

Phoney War berakhir pada 9 April 1940, ketika sitzkrieg kembali lagi menjadi blitzkrieg. Jerman mengejutkan Sekutu dengan menyerbu
negara-negara Eropa Utara, Denmark dan Norwegia.

Denmark menyerah dengan cepat, sementara Norwegia mencoba bertahan. Inggris dan Perancis segera datang untuk membantu Norwegia yang semakin terdesak. Tujuan utama Hitler menduduki Skandinavia ialah untuk
mengambil alih kendali atas Lautan Atlantik, yang bisa memblokir jalur perdagangan Inggris ke Eropa Utara.

Inggris dan Perancis tampak tergesa-gesa dalam menyelamatkan Norwegia, akan tetapi hasilnya sama saja. Norwegia ambruk beberapa bulan kemudian.
Ini telah merubah pandangan Perancis terhadap Jerman, karena sebelumnya angkatan perang Perancis cukup percaya diri, mengingat negaranya pernah mengalahkan Jerman pada Perang Dunia I.


Tapi kali ini berbeda, Jerman yang dulu tidak seperti yang Perancis kira. Jerman dalam 3 dasawarsa telah bangkit dengan jumlah rakyat 3 kali lebih besar daripada Perancis, dan memiliki teknologi tempur yang tinggi serta armada perang yang kuat.

Oleh karenanya, Perancis merasa terancam setelah Norwegia dan Denmark ambruk seketika. Ternyata benar, Hitler telah meminta para jenderalnya untuk menyusun taktik mencaplok Eropa Barat. Hitler memandang Perancis
sebagai tempat yang "pas" sebagai tempat tinggal ras Arya.

Hitler tak ingin seperti Uni Soviet yang hanya mendapatkan 11% wilayah Finlandia. Dia ingin menaklukkan Perancis secara utuh, dan kemudian daratan Britania Raya, serta selanjutnya Irlandia.

Perancis segera membuat pertahanan. Berdasarkan pengalaman pada Perang
Dunia I, Perancis mengira Jerman akan menyerbu wilayahnya melalui Belgia. Karena itulah Perancis mempersiapkan pasukan yang hebat di perbatasan Belgia.

Hanya ada satu jalur lagi yang bisa digunakan Jerman untuk menyerbu Perancis, yaitu melalui sebuah hutan lebat, dataran tak menentu di
Ardennes, sebelah selatan Luksemburg. Perancis tak pernah mengira Hitler akan menyerang lewat jalur ini, sebab mereka yakin, bahwa Hitler bukan seorang yang segila itu dan akan mampu berbuat hal semacam itu.


Dan benar, ternyata mereka salah. Hitler memang orang gila yang memiliki
strategi gila untuk melewati Ardennes. Dia membabat hutan Ardennes dan memaksa tank, kendaraan lapis baja, dan para tentaranya untuk
menyeberangi hutan tersebut.

Sempat terjadi kemacetan saat Hitler menggunakan trik ini. Tetapi hasilnya sama saja, Perancis dikejutkan oleh serangan gila ini. Pada 10 Mei 1940, Perancis dan Inggris dikejutkan oleh serangan mendadak yang tak pernah diperkirakan selama ini. Dengan cepat pasukan Jerman melindas Luksemburg, sebuah negara kecil yang menurutnya hanyalah menjadi
penghalang tak berarti bagi dirinya untuk menuju Paris.

Luksemburg yang sudah dilindas dan sekarat, tak bisa berbuat apa-apa selain menyerah hari itu juga, menjadi satu-satunya negara dalam Perang
Dunia II yang bisa dilumpuhkan hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, dan membiarkan Jerman memasuki Perancis melalui wilayahnya.

Pada hari yang sama itu pula, pasukan parasut Jerman berhasil mendarat di Belanda dan Belgia. Angkatan perang Belanda menyerah pada 15 Mei,
selang beberapa jam setelah pengeboman berat di kota Rotterdam.


Pasukan gabungan Inggris-Perancis sudah berusaha mati-matian, tetapi pasukan Jerman terlalu perkasa dan berhasil mengepung mereka di sebuah tempat bernama Dunkirk, pesisir utara Perancis, pada 26 Mei 1940.

Belgia mencoba bertahan hingga titik darah penghabisan, akan tetapi hasilnya sama saja. Perjuangan mempertahankan tanah air di Belgia
akhirnya terhenti. Belgia telah runtuh pada 28 Mei, ketika raja-nya mengumumkan, bahwa angkatan perangnya sudah berada di ambang batas.

Selama dua bulan berikutnya, tentara yang terkepung di Dunkirk mulai dievakuasi ke Inggris. Tak ada lagi serangan terhadap Perancis hingga 6 Juni. Perancis kini dalam kondisi sendirian. Inggris tak mampu membantu
lebih lanjut, karena dirinya pun harus mempersiapkan diri akan kemungkinan terburuk yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Austria, Belgia, Belanda, dan Luksemburg yang menjadi tameng pembatasnya, telah tergilas oleh pasukan Jerman. Semenanjung Hispanik,
yaitu Spanyol dan Portugal, netral, dan tak mungkin dia menaruh harapan pada negara kecil seperti Andorra, Liechtenstein, atau Monako yang lebih memilih netral daripada digilas seperti Benelux.

Meskipun akhirnya tentara Perancis mampu mematahkan bala bantuan untuk Jerman yang datang dari Italia, tetapi sesungguhnya Jerman tak membutuhkan bantuan sama sekali dari sekutu lemahnya itu untuk menumpas
Perancis.

Setelah itu, tentara Perancis tak dapat berbuat banyak, ketika tentara Jerman menyerbu dengan ganasnya ke negara mereka. Hanya perlu waktu
sebelas hari saja bagi Jerman untuk menundukkan Perancis.

Pada 17 Juni 1940, pemimpin Perancis, Marsekal Petain, menawarkan perundingan dengan Jerman ketika negara itu berhasil menduduki Paris. Perundingan itu akhirnya ditandatangani pada 22 Juni.

Jerman diberikan hak untuk mengendalikan pesisir utara dan perairan Atlantik. Seluruh Perancis takluk pada kekuasaan Jerman. Pemerintahan Perancis yang baru disebut Perancis Vichy, sementara Charles de Gaulle
membangun pemerintahan Perancis darurat di London.


   
  Sejarah Perang Dunia II
 (Volume III : "Akhir Dari Sebuah Tirani")





Sejak Juni 1940, Inggris harus bertahan sendirian dalam menghadapi keperkasaan angkatan perang Jerman. Inggris menyaksikan sendiri, bagaimana angkatan bersenjata Jerman yang perkasa itu mencaplok Austria,
merobohkan Cekoslovakia, kemudian menghancurkan Polandia, meruntuhkan
Denmark dan Norwegia, melindas Belanda, Belgia, dan Luksemburg, serta
bagaimana cara Jerman memberangus sekutu karibnya dengan sangat tragis,
Perancis.

Ditambah lagi, pada 10 Juni 1940, Italia menyatakan perang terhadap
Inggris dan Perancis. Ini bukan masalah besar, hanya tinggal menunggu
waktu hingga Italia runtuh dengan sendirinya.


Pada 5 Juli, pemerintah Perancis Vichy memutuskan hubungan diplomatik
dengan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom). Masalah
besarnya adalah, bagaimana kalau Jerman sampai berpikir untuk menyerang
Kepulauan Inggris. Hanya Selat Inggris yang memisahkan Inggris dengan
Eropa Daratan, yang mana hampir seluruhnya telah dikendalikan Nazi
Jerman yang tengah menjalankan holocaust.

Lagi-lagi, Inggris masih sendirian, bahkan Amerika Serikat dan Uni
Soviet masih belum terlibat. Australia, Selandia Baru, dan India yang
menjadi sekutu Inggris pun, masih sibuk menghadapi ekspansi Jepang.
Irlandia yang masih meributkan sengketa wilayah di Irlandia Utara, tak
akan sudi membantu, dan Semenanjung Hispanik telah netral.

Pada 10 Juli 1940, ketakutan Inggris terbukti. Jerman dengan angkatan
lautnya mencoba menyeberangi Selat Inggris. Usaha Jerman ini selalu
gagal, karena angkatan laut Inggris terlalu kuat. Meskipun Jerman
mengerahkan hampir semua kapal selamnya, namun semua seperti percuma.

Inggris menyadari kapal-kapal perang yang ia buat bersama Perancis, yang
kini telah takluk, akan menjadi ancaman bagi dirinya. Sebab kapal perang
itu kini ada di tangan Perancis, tepatnya di salah satu tanah jajahan
Perancis yaitu di Algiers, Aljazair.

Sebelum Jerman menyadari keberadaan kapal tersebut, dan sebelum
pemerintah Perancis Vichy benar-benar berkhianat, Inggris bersama Royal
Air Force (RAF), angkatan udara Kerajaan Inggris, menyerbu pangkalan
angkatan laut kolonial Perancis di Algiers, Aljazair.

Serangan tersebut sukses menenggelamkan seluruh kapal yang dianggap
berbahaya bagi Inggris, hal itu jelas menggambarkan bagaimana suksesnya
dan betapa kejamnya Inggris membantai mantan sekutu karibnya itu.

Merasa terkhianati, Perancis Vichy merencanakan untuk bergabung bersama
Jerman untuk mencaplok Inggris, tetapi Petain menolak. Dia mengatakan,
"Sudah cukup satu kekalahan dan tak akan ada lagi hal serupa."


Keinginan untuk menjajah Inggris akhirnya ditunda oleh Hitler. Dia
merasa Inggris akan jatuh dengan sendirinya, apabila dia berhasil
membombardir daratannya. Dengan angkatan udara-nya yang kuat, Luftwaffe,
Jerman memulai aksinya mengebom kota-kota penting di Inggris, yaitu
London, Portsmouth, serta kota-kota lainnya.


Seketika Inggris menderita kehancuran besar, tetapi masih berani dengan
nyali yang tersisa untuk membalas dengan membombardir Bremen dan
Dresden. RAF yang selama ini menjadi rival abadi Luftwaffe, mau tak mau
harus mengakui, bahwa mereka memang benar-benar imbang.

Pertempuran di Selat dan daratan Inggris ini disebut Battle of Britain
(Pertempuran Britania). Blitzkrieg di daratan Inggris berlangsung pada 7
September 1940 dan menghancurkan sebagian besar London, termasuk daerah
East End. Kehancuran juga terjadi di Glasgow, Coventry, dan Portsmouth.


Sehari sebelum Battle of Britain, Italia yang masih menjajah Libya
mencoba menginvasi Mesir yang dikuasai Inggris. Melalui pesisir utara,
tentara Italia menyeberangi perbatasan dan mulai mengadakan penyerangan
menuju Kairo. Tujuannya adalah mengambil alih Terusan Suez yang vital,
yang bisa melumpuhkan ekonomi Inggris.


Namun, Italia justru mengalami kemalangan. Pasukan Inggris yang dibantu
tentara pelarian Perancis di bawah pemerintahan darurat di London, malah
menyerang balik dan Italia terpukul mundur kembali ke Libya.

Invasi Italia atas Mesir gagal pada 16 September 1940. Di saat bersamaa,
Inggris dan Perancis berhasil mengambil sebagian wilayah utara Libya dan
Italia mulai terdesak mundur.

Ini merupakan kekalahan Italia yang untuk kali pertamanya, setelah
sebelumnya berhasil menang atas Abessynia dan Albania. Italia segera
membuat Front Sidi Barrani Timur yang diharapkan mampu membendung
kekuatan Inggris di Libya. Tapi sekali lagi, ini tak berfungsi sama sekali.


Melihat kesuksesan Jerman, Italia jadi semakin termotivasi dan tak
pantang menyerah, meski sudah mengalami kekalahan di Afrika Utara.
Dengan semangat membara, Mussolini memutuskan untuk menyerbu Semenanjung
Balkan lebih dalam lagi, yaitu dua negara besar, Yugoslavia dan Yunani.

Italia menyerbu masuk ke dalam Yunani pada 28 Oktober 1940. Meski
begitu, tentara Italia harus menerima, bahwa dirinya dihabisi oleh
pasukan gabungan Yunani dan Yugoslavia yang disokong oleh Inggris.
Italia bahkan lari terbirit-birit kembali ke Albania, karena
dikejar-kejar calon mangsanya sendiri.

Pasukan Yunani, Yugoslavia, dan Inggris bahkan bisa menyerang balik dan
mendesak pertahanan Italia di Albania. Italia benar-benar gagal total
dalam menginvasi seluruh Balkan pada Maret 1941. Melihat sekutunya
dipermalukan dengan sangat tak terhormat, Jerman dengan baik hati
mengirim bala bantuan yang langsung mendapat kemenangan kembali atas
Albania.

Di Afrika Utara, perang terus berlanjut antara Italia yang lemah melawan
Inggris, Perancis, Australia, Mesir, Selandia Baru, dan, kemudian
Amerika Serikat sejak Desember 1941.

Pasukan Sekutu menyerang dari timur, merebut Tobruk pada 22 Januari,
setelah sebelumnya berhasil mengambil Bardia. Pada 6 Februari, kota
Benghazi direbut oleh Sekutu dan Italia mulai kewalahan menghadapi
pemberontakan rakyat Libya yang mulai merasa kolonial Italia sudah
semakin lemah.


Tripoli yang dijadikan ibukota kolonial pun, mengalami kerusuhan yang
hebat. Melihat hal ini, lagi-lagi Jerman berbaik hati dan segera datang
membantu di bawah komando Jenderal Erwin Rommel yang dijuluki "serigala
padang pasir".

Setelah menduduki Albania kembali dengan sukses, Jerman dan Italia
berencana mendapatkan Yugoslavia, negara terbesar di Semenanjung Balkan.
Invasi atas Yugoslavia diberi nama Operasi 25 (Operation 25), yang
dimulai pada 6 April 1941. Bersamaan dengan itu, Operasi Marita (Operation Marita) juga dilancarkan, yaitu serangan Jerman terhadap
Yunani. Yugoslavia jatuh pada 17 April 1941 dan Yunani menyusul sepuluh
hari setelahnya.

Dengan dikalahkannya Yugoslavia, Jerman dan Italia memecah-mecah negara
tersebut menjadi tiga, yaitu negara independen Kroasia, negara boneka
Serbia yang dikendalikan oleh Jerman, dan Montenegro yang menjadi negara
protektorat Italia.

Di Yunani, bendera swastika Nazi mulai berkibar sejak Athena dirampas
pada 27 April 1941. Tentara Inggris yang beroperasi di Yunani mencoba
melarikan diri ke Pulau Kreta. Melalui Operasi Merkur (Operation
Merkur), pasukan Jerman membersihkan Pulau Kreta dari sisa-sisa tentara
Inggris dan memaksanya lari tunggang langgang menyelamatkan diri ke
Pulau Malta di Laut Mediterania.



Turki, bekas sekutu Jerman dalam Perang Dunia I (PD I),
yang juga memiliki wilayah kecil di Semenanjung Balkan, segera
mengerahkan pasukannya agar Jerman dan Italia tidak bergerak lebih jauh
lagi menuju Istanbul.

Operasi Merkur dijalankan begitu Hitler menghentikan Battle of Britain
pada Mei 1941, ketika Jerman merasa perang tersebut tak menghasilkan
apa-apa, akan tetapi Inggris diuntungkan berkat keputusan Hitler itu.

RAF, meski kuat, tetapi benar-benar sudah habis-habisan saat itu. Jika
seandainya Jerman bersabar sedikit saja dan meneruskan perang, maka tak
akan ada lagi masa depan bagi Kerajaan Inggris.

Pada Juni 1941, Angkatan Darat Australia dan Sekutu, menginvasi Suriah
dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni 1941. Di Irak, terjadi
penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok
Rashid Ali yang pro-Nazi.

Pemberontakan di dukung oleh Mufti Besar Jerusalem, Haji Amin
al-Husseini. Karena garis belakangnya terancam, Inggris mengirimkan bala
bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali
berkuasa, sementara Rashid Ali dan Haji Amin al-Husseini melarikan diri ke Iran.


Tetapi kemudian pasukan Inggris yang dibantu Uni Soviet, menyerbu Iran
dan menggulingkan rezim shah Iran yang pro-Nazi. kedua tokoh itu
kemudian menyelamatkan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka lalu
bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan Yahudi.

Uni Soviet sudah tak ingin lagi terlibat lebih jauh dalam perang.
Setelah puas melumat Finlandia, Stalin kini bisa duduk-duduk dengan
santai di kursi kekuasaannya. Ia masih saja bermimpi membagi Eropa
bersama Jerman, tetapi mimpinya itu pupus di tengah jalan, ketika
Operasi Barbarossa dimulai pada 22 Juni 1941, tiga minggu setelah
Operasi Markur berakhir.


Tetapi pada kenyataannya, kedua belah pihak sama sekali tak berniat
memenuhi pakta yang telah mereka tanda tangani pra-jatuhnya Polandia.
Hitler hanya ingin Stalin diam, sementara dia menggilas Eropa Barat, dan
sebaliknya Stalin ingin Hitler bungkam sementara, dia membangun tentara
untuk mempertahankan wilayahnya yang paling barat, yakni Polandia bagian
timur dan Ukraina.

Stalin tahu pasti, cepat atau lambat Hitler akan tergoda untuk menyerang
Uni Soviet yang begitu luas, yang dianggap tambang emas sebenarnya oleh
Nazi Jerman. Akan tetapi dia tak mengira Hitler akan sudi terlibat dalam
banyak pertempuran untuk waktu yang relatif dekat.

Akibat kelalaian Stalin yang belum juga menempatkan pasukan di
perbatasan barat, lebih dari 3 juta serdadu Jerman menyeberangi perbatasan menuju wilayah Uni Soviet. Serangan tersebut hanya mengalami sedikit perlawanan. Hitler bahkan berhasil menduduki Ukraina dan merebut
Kiev.

Banyak warga Ukraina yang menuntut kemerdekaan dari Uni Soviet, sehingga
banyak yang membangkang dan bergabung dengan Jerman. Sasaran utama Hitler ada dua, menguasai kota Leningrad dan Moskow. Taktik Blitzkrieg digunakan lagi dalam pertempuran ini, dengan harapan mampu meraih kemenangan gemilang seperti yang sudah-sudah.


Tetapi kali ini berbeda. Jerman semakin terdesak, ketika mencoba memasuki Uni Soviet lebih dalam. Perlawanan besar terjadi beberapa mil
di luar pintu gerbang ibukota Moskow. Pasukan Soviet yang kuat, yang sukses mengalahkan Finlandia, kini berhadapan langsung dengan pasukan negara yang telah menaklukkan Eropa Barat. Pertempuran habis-habisan akan dimulai, yang menjadi pertempuran paling berdarah di sepanjang sejarah.

Di Asia, Jepang berhasil menguasai sejumlah negara-negara di Kepulauan Pasifik. Hanya ada tiga musuh besar bagi Jepang, yakni Australia, India yang dikendalikan Inggris, dan Selandia Baru.

Pada 16 September 1940, RUU yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Roosevelt, tentang mobilisasi pasukan disetujui, dan ini membuat Jepang merasa terancam. Hanya ada dua pilihan bagi Jepang, menyerang terlebih dahulu dan menang atau menunggu hingga Amerika Serikat datang dan menentangnya.

Maka pada 7 Desember 1941, pangkalan militer Amerika Serikat di Hawaii, Pearl Harbor, dibombardir dan menenggelamkan empat ratus kapal Amerika Serikat. Anehnya, kapal-kapal penting dan kuat tidak ada di sana. Yang
ada hanyalah kapal-kapal tua yang lemah, yang mungkin bisa tenggelam kapan saja tanpa diserang.

2403 orang meninggal, termasuk 68 warga sipil. Mereka seperti korban yang sudah disiapkan Roosevelt, agar memiliki alasan untuk ikut dalam
pertempuran dalam Perang Dunia II (PD II)
ini. Maka sehari setelahnya, Amerika Serikat dan Inggris menyatakan perang terhadap Jepang.

Sehari setelah menyerang Pearl Harbor, Jepang segera menyerbu Filipina yang juga dikuasai Amerika Serikat. Serangan bom menjadi awal
penyerangan, dan berubah menjadi serangan darat dua minggu kemudian.

Pasukan Amerika Serikat dan Filipina mencoba mempertahankan wilayah, tetapi Jepang lebih kuat. Amerika Serikat yang dipimpin Jenderal Douglas McArthur tergusur. Langkah Jepang sangat gemilang, yang dapat disamakan
dengan blitzkrieg Jerman.

Jerman melihat Jepang sebagai sebuah kekuatan besar di Asia yang dapat diandalkan. Angkatan perang Jepang berhasil dengan sukses menghajar
pertahanan negara-negara kolonial Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat
di Asia-Pasifik.

Hitler mencoba merangkul Jepang, dengan harapan dengan itu Jepang akan sudi membantunya dengan menyerang Uni Soviet dari timur, hal yang sebelumnya tak pernah dilakukan Tokyo. Hitler menggambarkan keinginannya
bersekutu dengan Jepang melalui pernyataan perang dengan Amerika Serikat, hal yang ditentang banyak anggota Nazi.

Para jenderal memohon agar Hitler tidak melakukan hal tersebut. Mereka tak ingin berhadapan dengan dua legenda sekaligus, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pertempuran front timur sudah melelahkan, dan menambah-nambah front hanya akan mengukir nisan Nazi saja.

Akan tetapi Hitler ingin menjadi orang yang memutuskan. Akhirnya, pada 11 September 1941, Jerman dan Italia menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dalam waktu hampir bersamaan.

Afrika Utara menjadi medan pertempuran yang panas. Jerman dan Italia berhasil mengembalikan wilayah yang semula direbut oleh Sekutu. Maroko, Tunisia, Aljazair, dan Sahara Barat yang menrupakan jajahan Perancis
yang sudah runtuh, otomatis telah berada di bawah kontrol Jerman.

Dengan bala bantuan dari Jerman, Poros berhasil memasuki Mesir dan membuat Sekutu terdesak. Jepang di Asia berhasil merebut pulau-pulau
Pasifik, seperti Pulau Guam dan Wake yang dikuasai Amerika Serikat.

Pada Maret 1941, ketika pertempuran di Rusia dan Afrika Utara semakin memanas, Jepang menyerbu Birma dan menguasainya. Jepang kemudian mulai terfokus pada Port Moresby di Papua Nugini, yang menjadi koloni Inggris.

Sekali lagi, Poros di Afrika Utara terjepit, karena Hitler tengah terfokus pada Uni Soviet dan tidak terlalu memperhatikan pertahanan di
Afrika.


Jerman menyerahkan keamanan Laut Mediterania pada angkatan laut Italia
yang berjaga-jaga di sepanjang perairan, dari Perancis hingga Tripoli, Libya. Italia berjaga-jaga dengan jumlah pasukan yang banyak, yang diyakini Mussolini tak akan berhasil ditembus Sekutu dengan usaha
sekeras apapun.

Namun, kenyataannya lain. Kesalahan justru terjadi akibat kelengahan
tentaranya. Angkatan Udara Kerajaan Inggris menyerbu Laut Mediterania
dan menenggelamkan sebagian besar kapal-kapal Italia yang berpatroli di
lautan. Serangan ini tak mampu ditahan Italia, karena tidak siaga.

Meski mendapat teguran dari Hitler, Mussolini dan Italia-nya memang tak
bisa diandalkan sejak awal. Kemudian tak lama setelah itu gabungan
angkatan udara Amerika Serikat dan Inggris menyerang angkatan laut
Italia lagi, dan sekali lagi, angkatan laut Italia dapat dilumpuhkan
secara total akibat ketidaksiagaan pasukannya.

Dalam keadaan putus asa dan semakin terdesak, Rommel meminta pengunduran
dirinya pada Hitler, tetapi ditolak. Dia dipaksa melanjutkan pertempuran, bahkan hingga sebagian besar angkatan perang Italia telah
lumpuh dan bantuan logistik telah diblokir, karena Laut Mediterania telah berhasil direbut Sekutu. Hitler lebih fokus pada Uni Soviet yang
bertempur habis-habisan dengan persenjataan yang lebih hebat.




Di tahun yang sama, Jepang menyerbu Hongkong, koloni utama Inggris di
China. Pasukan Inggris mencoba mempertahankan Pulau Hongkong, tetapi
hasilnya sama saja. Pada 25 Desember 1941, bertepatan dengan hari Natal,
seluruh Hongkong sudah jatuh ke tangan Jepang.

Hari Natal yang seharusnya disambut dengan bahagia, justru menjadi duka
di pihak Inggris. Poros di Afrika Utara semakin babak belur. Kota Benghazi di Libya berhasil dikuasai oleh Inggris, dan Ajdabiya juga
jatuh sehari setelahnya. Rommel mendapat pukulan hebat ketika harus menelan kekalahan di front El Agheila, Libya.

Pada 1 Januari 1942, bertepatan dengan tahun baru Masehi, Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa ditandatangani oleh 26 negara. Sembilan belas
hari kemudian, Konferensi Wannsee diadakan Nazi untuk membahas 'Solusi
Akhir Pertanyaan Yahudi'.



Berdasarkan hasil konferensi itu, jutaan orang Yahudi mulai dieksekusi di kamp-kamp tahanan, holocaust sudah semakin merajalela di seluruh
Jerman. Salah satu korban holocaust paling terkenal adalah Anne Frank, seorang Yahudi Belanda yang kemudian menulis buku harian pengalamannya selama di kamp. Bahkan, satu hal yang nyaris dilakukan Hitler, dia
hampir mengubah nama Berlin menjadi Germania.

Rommel tetap bertahan setelah permintaan mundurnya ditolak Hitler. Dengan sukses dia mendapatkan kembali Ajdabiya pada 23 Januari dan Benghazi enam hari kemudian. Pasukan Jerman di tanah Rusia semakin
terdesak. Jerman, yang berperan sebagai pasukan garis depan, mengandalkan Italia, Rumania, Hungaria, dan Bulgaria sebagai pasukan
garis belakang.

Tapi itulah kesalahan paling fatal Hitler. Tanpa disadarinya, pasukan garis belakang yang dipimpin Italia mengalami kehancuran setelah
diserang mendadak oleh Tentara Merah Soviet. Jerman mendapati dirinya terjebak tanpa perlindungan belakang, dan mereka tidak siap menghadapi musim dingin Rusia yang sangat kejam.

Pada Februari 1942, segelintir pasukan Jepang berhasil meluluhlantakkan
pasukan Inggris yang berjumlah jauh lebih banyak di Singapura. Pulau
Singapura dan sekitarnya jatuh ke tangan Jepang pada hari itu juga, yang
menjadi kekalahan paling memalukan dalam sejarah angkatan bersenjata
Inggris.


Pada bulan dan tahun yang sama, Jepang mulai mengincar Semenanjung
Malaya. Angkatan udara Jepang membombardir Kuala Lumpur, Malaysia, yang
dikendalikan Inggris. Pasukan Inggris segera mempertahankan Brunei
Darussalam, yang merupakan tambang minyak incaran Jepang.

1 Maret 1942, Jawa yang dikendalikan Belanda, menyerah tanpa syarat
setelah Jepang mendarat di Tarakan dan mulai mengancam akan mengebom
Bandung. Seluruh wilayah Hindia Belanda (sekarang menjadi Indonesia)
telah jatuh ke tangan Jepang. Sekitar 100 ribu tentara Belanda,
Australia, Amerika Serikat, dan Inggris ditawan di Indonesia.

Setelah menguasai hampir sebagian Asia Tenggara, Jepang kembali fokus
pada Filipina yang menyerah pada 9 April 1942 di Tanjung Bataan, dan
kemudian seluruh Filipina jatuh pada kendali Jepang pada 6 Mei di Pulau
Corregidor. Jenderal Douglas McArthur yang dievakuasi ke Australia
berkata "Aku akan kembali", sebelum dia dibawa ke Australia.


Meski Jerman menggunakan serangan yang menyasar ke sipil, sebenarnya
Amerika Serikat dan Inggrislah yang memulainya. Kedua negara memasuki
Jerman daratan dan mengebom kota-kota penting, membunuh rata-rata 100
sipil dalam waktu sehari. Kota Hamburg dan Dresden nyaris hancur total.

Jepang lebih menderita lagi, karena sebagian besar rumah-rumahnya
berdekatan dan terbuat dari kayu. Serangan udara Amerika Serikat ke
daratan Jepang pada 10 Maret 1942, membuat badai api di angkasa Jepang,
dan banyak warga sipil yang tewas akibat serangan ini.

Dua hari sebelum menyerahnya Amerika Serikat di Filipina, sebuah
pertempuran di Coral Sea telah dimulai dan dimenangkan Sekutu pada 8 Mei
1942. Kota Tobruk di Libya bagian timur berhasil diambil lagi oleh
Poros. Operasi Barbarossa mengalami kebuntuan.

Pasukan Jerman semakin terjepit, meski sudah mengepung Leningrad.
Akhirnya Hitler merubah tujuannya. Dari semula menggilas Uni Soviet,
menjadi mendapatkan Rusia Selatan. Namun, Stalin tak akan membiarkan hal
itu terjadi.


Jepang dan Amerika Serikat bertempur di Midway, sebuah pertempuran laut
dimana pesawat-pesawat Amerika Serikat berhasil menenggelamkan tiga
kapal induk Jepang dalam waktu yang begitu singkat, satu menit. Jepang
tak pernah pulih sejak kekalahannya disini.

Pada akhir bulan Juni, pertempuran El Alamien I berlangsung dan
dimenangkan Poros. Perlawanan Soviet di Crimea berakhir pada 5 Juli 1942
dan kini Stalin bisa lebih leluasa memfokuskan diri pada kecoa-kecoa
Hitler di negaranya. Melihat kekuatan yang sudah tak memungkinkan,
Jerman menarik diri dari Rusia Utara, menuju selatan.

Meski telah mengepung Leningrad selama 900 hari, tetapi Perlawanan kuat
dari Uni Soviet membuat Jerman tak bisa menguasainya. Front Moskow
mengalami kekalahan telak, dan Hitler mencoba mengulur kekalahan dengan
berusaha mendapatkan sebuah kota di selatan, Stalingrad.

Langkah Jerman menuju Stalingrad bermula pada 9 Juli 1942. Ketika Jepang
mulai melancarkan bombardir terhadap Australia Utara, Jenderal Alexander
dan Montgomery mengambil alih komando Sekutu atas front di Timur Tengah
pada 13 Agustus 1942.


Kedua jenderal ternyata berhasil memusingkan Rommel. Hitler, semakin
pusing mendapat laporan hasil pertempuran dimana-mana. Jepang harus
mempertahankan wilayah yang begitu luas dengan persenjataan yang semakin
tipis. Pada 23 Agustus, pesawat-pesawat Jerman menyerang Stalingrad.

Di Afrika Utara, Rommel gagal melancarkan aksi di Alam el Halfa.
Pertempuran pecah di kota Stalingrad pada 13 September 1942. Kali ini
Tentara Merah Soviet muncul dengan kekuatan yang baru.

Georgy Zhukov, seorang jenderal cemerlang di pihak Uni Soviet, merasa
Jepang tak akan menyerang wilayahnya di Timur Jauh, karena negara
tersebut sedang sibuk mengurus musuh utamanya, Amerika Serikat.

Zhukov mengerahkan pasukannya dari Siberia yang dibantu persenjataan dan
dukungan Tentara Merah. Orang-orang Siberia adalah rakyat mahir berburu
dan tidak takut dingin. Kini mereka akan memulai perburuan lagi. Tapi
sasarannya bukan rusa ataupun beruang, melainkan tentara Jerman.


Pertempuran Stalingrad adalah pertempuran paling berdarah sepanjang
sejarah umat manusia. Kurang lebih tujuh serdadu tewas setiap lima
menitnya. Tentara Soviet mati-matian mempertahankan kota dan Jerman yang
semakin terdesak dipaksa Hitler untuk tidak menyerah.

Hitler lupa kemampuan istimewa Soviet dalam memobilisasi pasukan.
Bantuan yang terus berdatangan membuat Jerman benar-benar dihancurkan.
Musim dingin Rusia dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pasukan Soviet.
Banyak tentara Jerman yang mati akibat penyakit dan kelaparan.

Satu-satunya tujuan mereka merebut Stalingrad bukan karena paksaan dari
Hitler, melainkan untuk mempertahankan hidup. Pasukan Jerman yang
kedinginan bisa saling bunuh, hanya karena berebut gubuk dan jerami
untuk menghangatkan diri. Tapi Soviet berbeda, mereka bekerja sebagai
seorang profesional di medan perang dingin dan bersalju.

Perang Stalingrad berlangsung penuh darah. Soviet berada di puncak
pertempuran sejak 19 November 1942. Jerman kebingungan menghadapi dua
front sekaligus, di Eropa dan Afrika Utara. Italia sudah tak bisa
diandalkan dan Jepang terlalu jauh dari jangkauan.


Montgomery melancarkan Operation Lightfoot di El Alamien yang membuat
pertahanan Poros di kota itu kocar-kacir dan berhasil beralih kendali ke
tangan Sekutu. Tiga hari kemudian, yaitu pada 8 November 1942, Jenderal
Dwight Eisenhower dari Amerika Serikat melancarkan Operasi Obor
(Operation Torch) guna merebut Maroko dan Aljazair yang dikendalikan
pemerintah Perancis Vichy.

Hanya dalam waktu sehari, Sidi Barrani diambil alih lagi oleh Sekutu,
begitu juga dengan Tobruk empat hari kemudian. Pada 15 Desember, Inggris
merebut Derna, sementara Amerika Serikat berhasil mendarat di Maroko dan
Aljazair setelah mengalahkan gabungan tentara Jerman dan Perancis Vichy
pada 16 November 1942. Jerman dan Amerika Serikat lalu bertemu di kota
Djebel Abiod, Tunisia, sehari setelahnya.

Rommel kesulitan menghadapi dua jenderal jenius sekaligus. Serdadu
Sekutu yang dinamai Eighth Army, berhasil menduduki Benghazi pada 20
November. Tentara Amerika Serikat berjalan dan dalam waktu seminggu
berhasil mencapai kota Terbourba dan Djedeida, 12 mil dari Tunis, pusat
pertahanan Poros.

Akan tetapi Rommel berhasil mendorong mundur pasukan tersebut di Medjez
el Bab, dan memaksanya bertahan di Terbourba yang kemudian gagal
dipertahankan oleh Amerika Serikat. Sementara itu, di timur, Eighth Army
berhasil merebut Sirte.

Jepang tak pernah memulai aksi dan terus bertahan sejak Pertempuran
Midway. Negara kecil itu harus mempertahankan wilayah luasnya dari
gempuran Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Ibukota kolonial Italia di Tripoli dirampas oleh Inggris pada 23 Januari
1943. Rommel dan tentaranya terseok-seok menyelamatkan diri ke Garis
Mareth, perbatasan selatan Tunisia dengan Libya. Dari Jalan Faid di
pusat Tunis, Poros melangkah menuju pertempuran Zizi Bouzid, dan tiba di
Sbeteila dua hari kemudian. Poros benar-benar semakin terdesak di Afrika
Utara.

Di Stalingrad, Jerman sudah tak punya harapan untuk menang, tetapi
Hitler tetap bersikeras untuk menguasai kota. Stalin menganggap Hitler
melakukan aksi yang sia-sia, dan dia tetap menolak menyerahkan
Stalingrad sebagaimana Finlandia menyerahkan Viipuri.

Serdadu Jerman akhirnya terkepung di kota, tanpa makanan, tanpa bantuan
logistik, tanpa persenjataan, dan Soviet sudah siap melakukan strategi
'sapu habis', hingga akhirnya serdadu Jerman menyerah pada 2 Februari
1943. Sisa-sisa tentara Jerman ditawan, tapi perlakuan sebagai tawanan
masih lebih baik daripada kedinginan dan melanjutkan pertarungan yang
sia-sia di Stalingrad.



Stalingrad, sebuah kota di daratan Rusia, akhirnya menjadi awal dari
akhir para pasukan Nazi, yang dengan tak sengaja telah mengukir batu
nisannya sendiri. Pertempuran itu adalah kekalahan pertama Jerman,
sekaligus patokan dari kekalahan-kekalahan Jerman pada pertempuran
berikutnya.

Operation Vulcan yang dilancarkan Sekutu pada 7 Mei 1943 berhasil
menyelesaikan Front Timur Tengah. Mereka menyerbu masuk ke dalam
Tunisia, satu-satunya wilayah kekuasaan Poros yang tersisa di Afrika
Utara. Bantuan tak bisa lagi dikirim, karena Laut Mediterania yang
tadinya diberikan pada Italia, justru jatuh ke tangan Inggris,
Australia, dan Selandia Baru.

Rommel hanya tinggal menanti kekalahannya yang pertama. Meski begitu,
Nazi Jerman tetap mati-matian mempertahankan Tunisia dengan percuma.
Pertempuran besar terjadi di Sfax, Sidi Bouzid, Terbourba, dan Djedeida.
Garis Mareth berhasil dikuasai Sekutu terlebih dahulu pada 23 Maret 1943.

Akhirnya Amerika Serikat dapat melaju kembali ke Tunisia, setelah
mendapat kebuntuan di Terbourba, setelah Inggris berhasil menerobos
pertahanan timur dan selatan Jerman di Tunisia.

Pada 7 Mei 1943, pasukan Inggris memasuki ibukota Tunis, Amerika Serikat
mengambil kendali atas kota Bizerte, dan Rommel dievakuasi kembali ke
negaranya. Sisa-sisa serdadu Jerman dan Italia menyerah di Tunis,
Tunisia, pada 13 Mei 1943. Front Afrika dan Timur Tengahpun berakhir di
sini.

Jatuhnya Tunis dan kekalahan Poros di Afrika Utara dan Stalingrad,
adalah awal dari kekalahan beruntun Italia dan Jerman, sementara
kekalahan Jepang atas Midway adalah titik balik yang signifikan.

Setelah kekalahan Poros di Afrika Utara, Uni Soviet dan Amerika Serikat
mulai mengambil andil dalam pembebasan Asia dan Eropa. Pakta Non-Agresi
telah gagal disepakati dan Soviet kini mulai tergiur melihat Jerman yang
sudah lemah, setelah kegagalan atas Stalingrad.



I
 Siapa sangka, perang saudara yang dilatarbelakangi perbedaan Ideologi ini melibatkan dua kekuatan besar Dunia di era perang dingin. Bayangan akan merebaknya komunisme di daratan Asia mengusik Amerika Serikat untuk mengambil peran dalam
pertikaian tersebut. Sejatinya Amerika tidak berambisi menguasai Vietnam Utara, namun Ia harus mempertahankan Vietnam Selatan untuk menjaga supremasi kekuatannya di mata dunia.  Bagai taring tumpul, struktur militer modern dan alutsista mutakhir tak mampu mengalahkan gerilyawan yang bersembunyi di balik semak belukar. Bukan hanya kekalahan dan kerugian finansial yang sangat besar, Amerika bahkan kehilangan tajinya sebagai sang digdaya perang.


    Latar Belakang Konflik dan Pemicu Perang Vietnam

Pada dasarnya, Perang vietnam, atau perang Indocina II, diawali oleh perang saudara antara Vietnam Selatan yang beraliran liberal dengan
Vietnam Utara yang beraliran komunis. Secara tidak langsung konflik ini juga merupakan kelanjutan perang proksi antara dua Idiologi besar, yaitu Komunisme dan Liberal yang dibekingi oleh dua negara Adidaya, Amerika
Serikat dan Uni Sovyet.


      Dijajah Asing Sejak Dulu

Vietnam sendiri sebenarnya sudah dijajah oleh kekaisaran Cina sejak 110 SM hingga tahun 938. Adapun sejak abad ke-19, melalui serangkaian
serangan kolonial , Vietnam juga menjadi jajahan Prancis.

Beberapa pemberontakan dan pergerakan nasionalis bermunculan untuk menentang imperialisme di tanah Vietnam, salah satunya dipimpin oleh seorang pejuang bernama Ho Chi Minh.

Pada tahun 1944, ketika Prancis ditaklukkan oleh tentara sekutu, kekuasaan Prancis pun mulai berkurang.  Vietnam kemudian dipimpin dari
jauh, dengan kaisar Bao Dai sebagai orang yang dipilih untuk menjalankan pemerintahan secara independen.

Pasukan Viet Minh berusaha melakukan perlawanan terhadap pemerintahan tersebut dan mendeklarasikan Republik Demokratik Vietnam (DRV), dengan Ho Chi Minh sebagai presidennya.

Ketika perang Jepang di kawasan Pacific berlangsung, terjadi invasi dan penyerangan ke negara-negara Indocina, termasuk Vietnam. Untuk kepentingan kampanye militer Jepang, sumber daya alam vietnam dieksploitasi, dan selama perang dunia II Vietnam pun dikuasai oleh Jepang. 

Kekalahan Jepang oleh sekutu pada tahun 1945, mengharuskan Jepang kehilangan seluruh negara Jajahannya, termasuk Vietnam. Prancis pun
kembali mengintervensi dan mendirikan negara Vietnam Selatan pada tahun 1949.

Dalam perjuangannya, Ho Chi Minh meminta dukungan moral dari Amerika Serikat untuk melepaskan diri dari imperialisme Prancis dan menegaskan bahwa mereka bukan komunis. namun demikian Amerika justru membantu
Prancis. Kubu Ho kemudian berpaling dan mencari bantuan ke pihak Komunis, yaitu Uni Sovyet dan Cina.

Dengan dukungan dari blok Timur, Pasukan partai Viet Minh dibawah pimpinan Ho Chi Minh Berhasil membuat Prancis kalah telak dalam
pertempuran Dien Bien Phu pada tahun 1954.


      Intervensi Amerika dalam Konflik Utara -  Selatan 

Pada negosiasi pascaperang yang dilakukan dalam Perjanjian Jenewa pada tahun 1955, diputuskan bahwa Vietnam akan dibagi menjadi dua bagian,yaitu Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao Dai dan Vietnam Utara di bawah pimpinan Ho Chi Minh. Keputusan lainnyan adalah dalam dua tahun ke depan (1957), akan diadakan pemilihan umum nasional sebagai upaya reunifikasi atau penyatuan kembali dua negara tersebut.

Hal ini ditentang oleh Amerika karena khawatir Ho Chi Minh akan memenangkan pemilu. Amerika pun akhirnya menolak penandatanganan perjanjian Jenewa.


    Ambisi Sang Adidaya

Kekhawatiran akan menjalarnya gelombang komunisme di Asia jika Ho Chi Minh memenangkan pemilu, membuat Amerika mendeklarasikan dukungannya terhadap Vietnam Selatan. AS kemudian mengirimkan OSSCIA dan melakukan propaganda sehingga pemilu tersebut gagal, dan hanya dilakukan di Vietnam Selatan.

Amerika semakin memperkuat dukungannya dengan mendatangkan armada militer untuk melawan Vietkong (sebutan untuk komunis Vietnam utara).Penyerangan dan penangkapan terhadap penentang rezim Vietnam Selatan pun
 dilakukan secara besar-besaran. 

Merasa risih dengan campur tangan Amerika, pada tahun 1960 kelompok komunis dan non-komunis mulai membentuk Front Pembebasan Nasional (NFL). Walaupun diklaim bersifat otonom, namun Amerika menganggapnya sebagai boneka komunis. Amerika pun menambah kekuatan militernya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan perlawanan dari berbagai kelompok penentang.


      Pertarungan habis-habisan

Amerika berjuang habis-habisan untuk melawan kekuatan komunis Vietnam.Pada tahun 1962, tercatat jumlah pasukan militer Amerika telah mencapai sekitar 9000 orang dan meningkat mendekati angka 500.000 pada tahun 1967. Tidak hanya tentara, berbagai peralatan perang modern dan mematikan pun didatangkan ke Vietnam.

Puncak perang Vietnam terjadi  sekitar tahun 1968-1969, ketika 1.200.000 pasukan militer & militan Vietnam Selatan dikerahkan untuk melawan kubu utara yang hanya berjumlah 520.000 orang.

Walaupun dengan jumlah kekuatan yang tidak sampai setengah kekuatan Vietnam selatan yang bersekutu dengan Amerika, kelompok komunis bisa menghalaunya dengan cukup sengit.

Dengan taktik perang gerilya, Vietkong berhasil memperdaya pasukan Amerika dan membuat pasukan tersebut kewalahan menghadapi medan
pegunungan, hutan buas, dan rawa-rawa berlumpur, yang sama sekali tidak mereka kuasai.

Merasa semakin terdesak, Amerika pun mengganti strategi perangnya dengan taktik gesekan tanpa menggunakan senjata, namun hal tersebut tidak juga berhasil. Vietkong tetap tidak terpengaruh berbagai propaganda Amerika, dan hanya menginginkan mereka hengkang dari tanah Vietnam.

Usaha lain yang dilakukan adalah dengan menggunakan senjata kimia berupa zat beracun bernama Agent Orange, yang disebarkan lewat udara sehingga menghancurkan hasil panen dan perkebunan vietnam utara pada tahun 1971.


      Melemahnya Sang Adidaya

Di Perang Dunia ke-II, Amerika memang merupakan negara super power yang mampu menaklukkan bangsa-bangsa besar lain di dunia. Namun tidak demikian halnya dengan pertempuran di Vietnam.  Kedigdayaan Amerika
benar-benar terkubur dalam pertempuran ini.

Dalam perjalanannya, ambisi untuk merebut Vietnam Utara agar tidak memprovokasi Uni Sovyet sebenarnya sudah tidak terlalu tinggi, namun Amerika berupaya mempertahankan Vietnam Selatan untuk mempertahankan
supremasinya sebagai sang super power.

Ambisi militer Amerika dalam pertikaian di Vietnam yang didukung oleh dua pemerintahan, yaitu John F. Kennedy dan penerusnya Lyndon B.
Johnson, menimbulkan ketidakstabilan politik di Negaranya.

Dahsyatnya jumlah korban Jiwa dari pihak tentara AS, serta Kerugian Moral dan Material yang dialami selama perang menyebabkan sejumlah keretakan dan perpecahan di dalam pemerintahan Amerika. Gerakan anti
perang pun bermunculan di seluruh negeri.

Pada tanggal 27 Februari 1973, dalam Persetujuan Damai Paris, perang Vietnam dinyatakan akan diakhiri. Dan setelah kota Saigon jatuh ke tangan gerilyawan Vietnam Utara, secara resmi pertempuran panjang ini pun berakhir.

Amerika mengevakuasi warganya dari Saigon dan sekitar 90.000 penduduk Vietnam yang takut akan rezim komunis diungsikan ke Amerika, Australia,dan negara-negara barat lainnya.


    Dampak Perang Vietnam

Konflik vietnam membawa Amerika melewati pertempuran yang panjang dengan biaya yang sangat besar dalam sejarah peperangannya. Selama dua dekade, perang ini meluluhlantahkan Vietnam dan mengakibatkan berbagai kerugian
yang luar biasa bagi Amerika.

Dari data internasional tercatat korban tewas dari pihak Amerika adalah sebanyak 58.209 jiwa, sementara 156 ribu lainnya terluka, terpapar senjata kimia, dan mengalami cacat seumur hidup. Namun angka tersebut banyak diragukan dan dianggap sebuah manipulasi untuk menutupi kekalahan Amerika. Jumlah korban diperkirakan jauh lebih besar dari angka tersebut.

Secara finansial, Amerika tercatat telah mengeluarkan sekitar 761 miliar dolar Amerika untuk belanja perang. Angka tersebut diluar biaya tak terduga yang ditaksir mencapai 1,4 trilyun dolar. Tak pelak hal ini memicu inflasi yang cukup luas.

Tak hanya korban jiwa dan kerugian material, perang Vietnam juga meninggalkan trauma yang mendalam bagi para veteran perang dan keluarga
yang ditinggalkannya. Secara psikologis, perang ini meninggalkan mitos pahit dan reaksi negatif pada para veteran perang yang dianggap ikut
membunuh banyak warga sipil yang tidak berdosa.

Bagi Vietnam sendiri, perang ini merupakan kehancuran besar bagi negaranya. Diperkirakan sekitar 2 juta penduduk vietnam (sipil maupun
militer) tewas dalam pertempuran tersebut, 3 juta orang terluka, dan 12 juta lainnya menjadi pengungsi.

Perang juga menghancurkan berbagi infrastruktur dan perekonomian negara.
Walaupun pada tahun 1975 reunifikasi dilakukan dan vietnam menjadi Republik Sosialis Vietnam, namun gerakan-gerakan sporadis masih kerap
terjadi, termasuk dengan negara-negara tetangga seperti Cina dan kamboja. Hal ini berlangsung selama hampir 15 tahun.

Dengan adanya kebijakan pasar bebas pada tahun 1986, perekonomian Vietnam mulai mengalami perbaikan, dan hubungan diplomatik dengan
Amerika Serikat pun kembali membaik pada tahun 1990-an.



Perang Dingin VIETNAM SELATAN DAN VIETNAM UTARa



Vietnam yang merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang termuda, saat ini sudah berkembang menjadi salah satu negara yang maju khususnya dalam sektor pariwisata. Ketika menyebut negara Vietnam, pasti yang terlintas di benak kita adalah sebuah negara yang menjadi tempat pertempuran yang besar antara tentara Amerika dan pihak Komunis Vietnam Selatan. Perang Vietnam merupakan perang terpanjang dalam sejarah Amerika karena berlangsung selama 12 tahun, 2 bulan dan 29 hari.

Perang Vietnam secara resmi dimulai 8 Maret 1965
Perang Vietnam merupakan salah satu dari beberapa konflik semasa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan sekutunya menentang Uni Soviet dan sekutunya. Perang seperti ini disebut sebagai Perang Proksi karena Amerika Serikat dan Uni Soviet sendiri tidak pernah bersemuka secara terang-terangan di medan pertempuran karena khawatir akan meletuskan perang nuklir. Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Perang Vietnam atau Perang Indochina Kedua adalah perang yang terjadi antara tahun 1957 sampai dengan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan
bagian dari Perang Dingin. Dalam perang tersebut Vietnam Selatan didukung oleh negara Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,
Australia, Selandia Baru dan Filipina, sedangkan Vietnam Utara yang merupakan negara komunis didukung oleh USSR / Uni Soviet dan China.
Perang Dingin (1947–1991) adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebutblok barat ) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991.


Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi,
psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan
teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir,
yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut. Jatuhnya Vietnam ke dalam kekuasaan komunis memungkinkan negara-negara di Asia Tenggara jatuh ke kuasaan komunis. Perjanjian Jenewa merupakan upaya untuk mengakhiri konflik antara kaum komunis dan non komunis yang membagiVietnam menjadi 2 yaitu Vietnam Utara dan Selatan. Tetapi upaya
ini tidak membuahkan hasil dan tidak mendatangkan kepuasan untuk mengakhiri konflik yang saling bertentangan di Vietnam. Pertentangan tersebut menyebabkan keterlibatan campur tangan pihak asing. Vietnam Utara sebagai negara komunis mendapat bantuan dan pengaruh dari Cina dan Uni Soviet sementara Vietnam Selatan sebagai negara demokrasi mendapat bantuan dari Amerika Serikat.

Adapun rumusan masalah yang penulis paparkan dalam pembahasan yaitu:

1. Bagaimana awal konflik perang saudara antara Vietnam selatan dan
Vietnam utara terjadi ?

2. Apa yang menyebabkan Negara besar Amerika Serikat dan Uni Soviet ikut
campur dalam perang saudara Vietnam Selatan dan Vietnam Utara ?

3. Bagaimana akhir dari perang saudara antara Vietnam Selatan dan
Vietnam Utara ?

PEMBAHASAN

1. Awal Konflik Perang Saudara Antara Vietnam Selatan Dan Vietnam Utara Terjadi Vietnam dijajah oleh Tiongkok sejak tahun 110 SM sampai mencapai kemerdekaan pada tahun 938. Setelah bebas dari belenggu penjajahan Tiongkok,Vietnam selalu menentang dan mengecam serangan pihak asing. Kemerdekaan Vietnam berakhir pada pertengahan abad 19 AD (Setelah Masehi), ketika Vietnam dikolonialisasikan oleh Kerajaan Perancis.Pemerintahan Perancis menanamkan perubahan signifikan dalam bidang politik dan kebudayaan pada masyarakat Vietnam.


Sistem pendidikan modern gaya Barat dikembangkan dan agama Kristen diperkenalkan kepada masyarakat Vietnam. Pengembangan ekonomi perkebunan untuk mempromosikan ekspor tembakau, nila (indigo), teh dan kopi, Perancis mengabaikan permintaan akan pemerintahan sendiri (self-government) dan hak-hak sipil yang terus meningkat. Sebuah pergerakan politik nasionalis dengan cepat muncul, dan pemimpin muda Ho Chi Minh memimpin permintaan akan kemerdekaan kepada League of Nations (Liga Bangsa-Bangsa) Perancis menguasaiVietnam setelah melakukan beberapa perang kolonial di Indochina mulai dari tahun 1840-an. Ekspansi kekuasaan Perancis disebabkan keinginan untuk menyaingi kebangkitan Britania Raya dan kebutuhan untuk mendapatkan hasil bumi seperti rempah-rempah untuk menggerakkan industri di Perancis untuk menyaingi penguasaan industri Britania Raya.


Semasa pemerintahan Perancis, golongan rakyat Vietnam dibakar semangatnasionalisme dan ingin kemerdekaan dari Perancis. Beberapa pemberontakan dilakukan oleh banyak kelompok-kelompok nasionalis, tetapi usaha mereka gagal. Pada tahun 1919, semasa Perjanjian Versailles
dirundingkan, Ho Chi Minh meminta untuk bersama-sama membuat perundingan agar Vietnam dapat merdeka. Permintaan tersebut ditolak dan Vietnam beserta seluruh Indochina terus menjadi jajahan Perancis.


Kelompok Viet Minh akhirnya mendapat dukungan populer dan berhasil mengusir Perancis dari Vietnam. Selama Perang Dunia II, Vietnam dikuasai olehJepang. Pemerintah Perancis Vichy bekerjasama dengan Jepang yang mengantar tentara ke Indochina sebagai pasukan yang berkuasa secara de facto di kawasan tersebut. Pemerintah Perancis Vichy tetap menjalankan
pemerintahan seperti biasa sampai tahun 1944 ketika Perancis Vichy jatuh setelah tentara sekutu menaklukanPerancis dan jendral Charles de Gaulle diangkat sebagai pemimpin Perancis. Perancis memelihara dominasi kontrol terhadap koloni-koloninya hingga Perang Dunia II, ketika perang Jepang di Pasifik memicu penyerbuan ke Indochina.


 Sumber daya alam Vietnam dieksploitasi untuk kepentingan kampanye militer Jepang ke Burma,Semenanjung Malay dan India. Pada tahun terkahir perang, pemberontakan nasionalis berpasukan muncul di bawah Ho Chi Minh, melakukan kemerdekaan dan komunisme. Menyusul kekalahan Jepang, pasukan nasionalis melawan pasukan kolonial Perancis pada Perang Indochina Pertama yang dimulai pada tahun 1945 hingga 1954. Perancis mengalami kekalahan besar pada Pertempuran Dien Bien Phu dan dalam waktu singkat setelah itu ditarik dari Vietnam.


Setelah pemerintah Perancis Vichy tumbang, pemerintah Jepang menggalakkan kebangkitan pergerakan nasionalis di kalangan rakyat
Vietnam. Pada akhir Perang Dunia II, Vietnam diberikan kemerdekaan oleh pihak Jepang. Ho Chí Minh kembali ke Vietnam untuk membebaskan negaranya agar tidak dijajah oleh kekuasaan asing. Ia menerima bantuan kelompok
OSS (yang akan berubah menjadi CIA nantinya).

Pada akhir Perang Dunia II, pergerakan Viet Minh di bawah pimpinan Ho Chí Minh berhasil membebaskan Vietnam dari tangan penjajah, tetapi keberhasilan itu hanya untuk masa yang singkat saja. Pihak Jepang menangkap pemerintah Perancis dan memberikan Vietnam satu bentuk “kemerdekaan” sebagai sebagian dari rancangan Jepang untuk "membebaskan" bumi Asia dari penjajahan barat. Banyak bangunan diserahkan kepada kelompok-kelompok nasionalis. Negara-negara yang berperang dalam Perang Vietnam membagi Vietnam pada 17th parallel menjadiVietnam Utara dan Vietnam Selatan sesuai Perjanjian Geneva (Geneva Accords).


2. Penyebabkan Negara Besar Amerika Serikat Dan Uni Soviet Ikut Campur Dalam Perang Saudara Vietnam Selatan Dan Vietnam Utara Keberpihakan AS terhadap perancis Ho Chi Minh mengharapkan bantuan Amerika untuk bisa
lepas dari Perancis dan menegaskan bahwa dirinya bukan Komunis. Ho Chi Minh mengharapkan negara Amerika Serikat akan menyokong negara baru di Vietnam, walaupun negara baru itu sebuah negara di bawah pengaruh Komunis. Harapan beliau Amerika Serikat akan mengkotakan ucapan-ucapan
Franklin D. Roosevelt yang menentang kolonialisme Eropa selepas Perang Dunia II. Franklin D. Roosevelt ingin agar rakyat negara-negara Dunia Ketiga menentukan nasib mereka sendiri. Ho Chi Minh pun mengirimkan surat terpisah kepada dua belas petinggi gedung putih dan juga ke komisi luar negeri senat AS agar mereka memahami atau memberi dukungan moral untuk menyuarakan perjuangannya lepas dari kolonialisme Perancis. Namun AS tidak membaca suratnya dan menolak permintaan bantuannya dan justru melibatkan diri di Vietnam dengan membantu Perancis.


Di bawah pimpinan Harry S. Truman, Amerika Serikat tidak membantah Perancis menduduki semula tanah-tanah jajahannya, termasuk Vietnam, selepas tamat perang. Amerika bahkan menawarkan ke pihak prancis dua bom atom, yang dengan penuh maaf ditolak oleh Perancis. Setelah gagal mendapatkan bantuan dari Amerika, akhirnya Ho Chi Minh berpaling mencari bantuan ke pihak Komunis (Uni Soviet dan Cina).


Ho Chi Minh berhasil mengalahkan lawannya dalam pertempuran di Dien Bien Phu, 7 Mei 1954 dengan kemenangan telak. Setelah kemenangan tersebut, diadakan perundingan di Jenewa antara pihak Viet Minh dan Perancis, dan mereka menandatangani beberapa kesepakatan. Kesepakatan penting dalam perjanjian tersebut membagi Vietnam untuk sementara waktu menjadi 2 dengan garis lintang 17 derajat sebagai batas.


Orang-orang Komunis di bawah Ho Chi Minh mendapatkan mendapatkan bagian
utara, sedangakan rezim Bao Dai diberi wilayah selatan. Dalam perundingan tersebut juga disepakati tentang penyelenggaraan pemilu akan
diselenggarakan dua tahun lagi untuk menyatukan kembali Negara tersebut. Amerika serikat menentang penyelenggaraan pemilu nasional karena khawatir Ho Chi Minh akan keluar sebagai pemenang. Oleh karena itu, AS
menolak untuk menandatangani persetujuan Jenewa. Bagi Amerika, jika pemilu nasional diadakan bulan 1956 dan jika Viet Minh tidak
berkeberatan hampir bisa akan menang. Itulah mengapa AS berusaha membekengi Vietnam selatan untuk menolak pemilu tersebut. Semua orang yang memahami masalah indocina selalu mengatakan bahwa jika pemilu diselenggarakan di masa perjuangan, kemungkinan 80 persen penduduk akan lebih memilih Ho Chi Minh sebagai pemimpin mereka.


Dalam usahanya mengalahkan Ho Chi Minh, CIA menempatkan Ngo Dhin Diem yang fasistik untuk menguasai bagian selatan. CIA pun menyebarkan propaganda buruk tentang Ho Chi Minh. Menakut-nakuti orang selatan bahwa Ho Chi sedang mengerahkan orang-orang utara untuk menyerbu ke selatan. Informasi seperti ini diharapkan dapat turut memunculkan dorongan dari warga Amerika agar Amerika secepatnya melakukan tindakan terhadap Ho.


Pihak Komunis memang bersiap sedia untuk menyerang Vietnam Selatan, sejak sebelum Perjanjian Geneva ditandatangani. Persiapan ini dibuat sekiranya penyatuan tidak dapat dicapai melalui kemenangan dalam pilihanraya. Ho Chi Minh memerintahkan beribu-ribu orang agen Komunis untuk menyusup masuk ke Vietnam Selatan, dan menyediakan tempat tersembunyi untuk simpanan senjata.


Taktik CIA selanjutnya, yakni pada tahun 1954, CIA memanaskan situasi dengan menjalankan Operasi Phoenix sehingga pemilu nasional yang
direncanakan berlangsung pada tahun 1956, sesuai dengan persetujuan Jenewa, gagal dilaksanakan. Terdapat 2 pelanggaran terhadap persetujuan Jenewa yang dilakukan oleh pihak selatan. Yang pertama, Ngo Dhin Diem, dibawah perlindungan AS melakukan pelanggaran terhadap persetujuan jenewa dengan menolak berpartisipasi pada pemilu nasional itu. Uni
Soviet mengusulkan pemisahan permanen antara Vietnam utara dan Vietnam selatan, menjadi dua Negara yang diakui oleh PBB. Usul ini ditolak oleh AS yang tidak mau mengakui Vietnam yang Komunis. Pada akhirnya diadakan pemilu, namun hanya diadakan di Selatan dan peristiwa ini menandai terbentuknya Republik Vietnam (dikenal luas dengan nama Vietnam Selatan)
dengan Ngo Dhin Diem sebagai presiden pertamanya. Pelanggaran yang ke dua terhadap persetujuan Jenewa dilakukan secara langsung oleh AS dengan mengirimkan penasehat-penasehat militernya untuk melatih tentara
Republik Vietnam.


3. Akhir Dari Perang Saudara Antara Vietnam Selatan Dan Vietnam Utara Sejarah pernah mencatat bahwa Amerika pernah menelan kekalahan telak saat perang Vietnam/Viet Chong/IndoChina kedua. Bermula pada tahun 1957, secara perlahan Amerika mengirim pasukan sedikit demi sedikit untuk membantu Vietnam yang saat itu masih dijajah Perancis. Dan puncaknya pada tahun 1965 ketika terjadi perpecahan antara kubu Republik Vietnam
(Selatan) dan kubu Demokratik Vietnam (Utara), dalam hal ini sebenernya adalah perang saudara di Vietnam, tapi lama-lama pihak di kubu Utara
yang merasa dirugikan karena keikut campur tanganan Amerika, kubu Utara memutuskan untuk meminta permohonan bantuan kepada USSR (Uni Soviet,sekarang Rusia). Dan disitulah awal dari perang antara 2 negara Adikuasa
antara Amerika dan Uni Soviet. Perang yang mempertaruhkan Politis,Ideologi, dan juga kehormatan bangsa sebagai Negara Adikuasa. Kubu Selatan yang di sertai sekutu Amerika, Australia, Korea Selatan,Australia, Selandia Baru, dan Filipina, mulai berperang dengan kubu Utara yang disekutui oleh Uni Soviet, China, dan Korea Utara.


Saat pada klimaksnya di tahun 1968 pihak dari Kubu Selatan yang berkekuatan 1.200.000 Pasukan Militer mulai menggempur Kubu Utara yang hanya berkekuatan 520.000 Pasukan Militer, tapi dalam hal ini pasukan dari Kubu Selatan yang berusaha menyerang kearah utara sedikit terkejut terutama untuk pasukan sekutu karena mereka harus melewati Hutan buas
yang berlumpur, juga rawa-rawa yang penuh Buaya, Ular, dan binatang buas air lainnya, dan juga medan pegunungan yang sama sekali tidak mereka kuasai. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Kubu Utara untuk mengepung dan membantai habis-habisan pasukan Kubu Selatan dan sekutunya.


Banyak pasukan dari Kubu Selatan yang tewas, terluka, atau menjadi tahanan dari pasukan Kubu Utara. Sebagian besar pasukan yang tewas, terluka, ataupun ditahan adalah Pasukan Militer Amerika. Selama 5 tahun pasukan dari Kubu Selatan yang terus menerus menelan kekalahan dan kehilangan banyak prajurit akhirnya menyerah. Dan pada 27-Februari-1973 dengan menyerahnya Amerika, maka di sepakatilah perjanjian damai.


Hal ini membuat Amerika rugi besar secara materi dan korban jiwa, dan mereka juga kalah dalam hal politis dan ideologi untuk ditanamkan di Vietnam. Setelah perang Vietnam berakhir, maka disetujuilah pertemuan antara kedua kubu Vietnam yang berbeda visi, untuk bersatu membentuk sebuah Negara. Walaupun ideology komunis dari Uni Soviet menjadi ideologi nasional, tapi sampai saat ini masih banyak warga dari daerah Vietnam selatan yang tidak menggunakan Ideologi komunis tersebut dan
sampai saat ini masih berlangsung perlawanan dari sebagian warga Vietnam
selatan.

KESIMPULAN
Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perangyang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan
bagian dari Perang Dinginantara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis dan Liberal.
Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan
Vietnam Selatan, sedangkan Uni Soviet dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang berideologi komunis. Jumlah korban yang meninggal diperkirakan lebih dari 280.000 jiwa di pihak Vietnam Selatan dan lebih dari 1.000.000 jiwa di pihak Vietnam Utara.


Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar. Setelah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976.



Sejarah Perang Dunia II (Versi Lengkap - Volume I)


Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua, disingkat PD II, merupakan konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 hingga 2 September 1945. Namun, ada juga yang berpendapat, perang ini sebenarnya sudah lebih awal dimulai, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937, ketika Jepang menduduki Manchuria.

Perang yang melibatkan hampir sebagian besar negara yang ada di dunia ini, merupakan perang terbesar yang pernah ada. Sampai saat ini,
setidaknya lebih dari 100 juta personel terlibat dan kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini. Berbeda dengan PD I maka sudah sepatutnya hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dan yang paling dahsyat dalam sejarah perang manusia yang terjadi di muka bumi.

Umumnya, dapat dikatakan, bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945, pada saat Jepang menyerah tanpa syarat kepada tentara Amerika Serikat (Sekutu), akibat sebelumnya untuk pertama kalinya pada tanggal 6 Agustus 1945, bom atom, senjata nuklir “Little
Boy”dijatuhkan di kota Hiroshima, dan dilanjutkan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkannya bom nuklir lainnya “Fat Man”di atas Nagasaki.

Setidaknya, akibat serangan bom atom ini, telah membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom tersebut. Dan mayoritas yang tewas pada kedua kota tersebut dan sekitarnya adalah penduduk sipil. Kedua tanggal tersebut menjadi satu-satunya serangan nuklir yang pernah terjadi di dunia.

Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen “Japanese Instrument of Surrender”di atas kapal USS Missouri, pada
tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.

Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua : yaitu Afrika, Asia, dan Eropa, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan : “Poros”dan “Sekutu”.

Perang terbesar sepanjang sejarah dunia ini, bisa dikatakan dalam keadaan “Perang Total”, karena pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah dalam melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer.


Latar Belakang Perang Dunia II


  * Latar Belakang PD II :
      o Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, dengan cita-cita membentuk Italia Raya.
      o Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI.
      o Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer.

  * Jalannya Perang :
      o 1937, Italia menduduki Abessynia dan Jerman menyerang Polandia,1 Sept 1939.
      o Desember 1941, Jepang membom Pearl Harbour.
      o UK & Perancis membantu Polandia menghadapi Jerman.
      o AS terlibat menghadapi aliansi Jerman, Italia, Jepang, setelah Pearl Harbour di bom oleh pasukan udara Kamikaze Jepang.

  * Akhir Perang :
      o Sekutu mendaratkan pasukan di Pantai Normandia, 6 Juni 1944.
      o April 1945, ibukota Jerman, yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet.
      o Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955.
      o Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh AS.
      o 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu.

  * 17 Juli - 2 Agustus 1945 » Konfrensi Postdam
    Keputusannya :
     1. Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur
     2. Jerman harus membayar pampasan perang
     3. Angkatan perang Jerman dikurangi
     4. Partai NAZI dihapus
     5. Penjahat perang akan dihukum

  * 8 September 1951 » Perjanjian San Francisco
    Keputusannya :
     1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS
     2. Jepang membayar pampasan perang
     3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya
     4. Penjahat perang akan dihukum


*Peta pihak Yang Terlibat Pada Perang Dunia II*

*Biru Tua = Pihak Poros Yang Sedang Menduduki Wilayah*

*Biru Muda = Pihak Poros Yang Sedang Diduduki Musuh Atau Bersekutu*

*Hijau Tua= Uni Soviet*

*Hijau Muda= Uni Soviet Yang Sedang Diduduki Musuh*

*Merah = Sekutu*

*Merah Muda= Wilayah Sekutu Yang Diduduki Musuh*

*Abu-abu= Wilayah Netral Yang Dipengaruhi Amerika*

*Putih= Netral*



Pihak yang terlibat dalam Perang Dunia II

Tanggal : 1 September 1939 – 2 September 1945

Lokasi : Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur Tengah, Mediterania dan Afrika.

Hasil : Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adidaya, terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang
Dingin, mulai lepasnya negara-negara jajahan Eropa.


*Pihak Yang Terlibat :*


*Blok Poros (AXIS)*

 1. Bendera Jerman Nazi Jerman : Adolf Hitler
 2. Bendera Italia  : Benito Mussolini
 3. Bendera Jepang Jepang :Hideki Tojo


Militer tewas : 8.000.000
Sipil tewas : 4.000.000
Total tewas : 12.000.000

Negara-negara Poros (AXIS) adalah negara-negara yang menentang pihak
Sekutu selama Perang Dunia II.

Ada 3 negara utama dalam kekuatan poros, yaitu : Nazi Jerman, Italia,
dan Kekaisaran Jepang.

Pada puncak kejayaan mereka, Kekuatan Poros menguasai dominasi daerah yang sangat luas di Eropa, Asia, Afrika dan Oseania/Pasifik. Tetapi,
Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan mereka. Seperti pihak Sekutu, keanggotaan negara-negara Poros tidak tetap, dan beberapa negara bergabung dan kemudian meninggalkan negara-negara Poros selama perang berlangsung.

Anggota Poros Minoritas :

 1. Bulgaria, Hongaria, Yugoslavia, Finlandia, Thailand, Rumania
 2. Negara Boneka Jepang : Manchukuo, Mengjiang (bagian wilayah di Mongolia), Nanking (bagian wilayah di Tiongkok), Burma, Filipina, dan India
 3. Negara boneka Italia : Albania dan Ethiopia
 4. Negara boneka Jerman : Serbia
 5. Negara lainnya yang berkoalisi : Spanyol dan Denmark
 6. Bekas anggota : Uni Soviet, Berdiri sendiri/memihak Sekutu pada 1941.


*Blok Sekutu*

 1. Bendera Inggris Britania Raya : Winston Churchill
 2. Bendera Uni Soviet Uni Soviet : Joseph Stalin
 3. Bendera Amerika Serikat : Franklin Roosevelt
 4. Bendera Republik China : Chiang Kai-Shek


Militer tewas : 17.000.000
Sipil tewas : 33.000.000
Total tewas : 50.000.000

Blok Sekutu pada Perang Dunia II adalah negara-negara yang berperang
bersama melawan Blok Poros (Jerman, Italia, dan Jepang) dari 1939 sampai
1945.

Anggota Sekutu :

 1. Setelah penyerangan Jerman ke Polandia (1939) Polandia, Britania Raya (termasuk Kerajaan India & Negara Koloni), Perancis, Australia, Selandia Baru, Nepal, Afrika Selatan, Kanada
 2. Setelah berakhirnya perang Poni (1940)
  Norwegia, Belgia, Luksemburg, Belanda,Yunani, Kerajaan Yugoslavia,Uni Soviet, Tannu Tuva
 3. Setelah pengeboman Pearl Harbor (1941) Panama, Kosta Rika, Republik Dominika, El Salvador, Haiti, Honduras,Nikaragua, Amerika Serikat, China, Guatemala, Kuba, Cekoslowakia
 4. Setelah pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (1942) Meksiko, Brasil, Ethiopia, Irak, Bolivia, Iran, Italia, Kolombia,Liberia
 5. Setelah D-Day (1944) Romania, Bulgaria, San Marino, Albania, Hungaria,Bahawalpur,Ekuador, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela, Turki, Arab Saudi,Argentina, Chile
 6. Setelah pengeboman Hiroshima (1945) Mongolia


*Perkiraan Jumlah Korban Tewas Pada Perang Dunia II*

 1. Uni Soviet = 23.200.000
 2. Cina = 10.000.000
 3. Jerman = 7.500.000
 4. Polandia = 5.600.000
 5. *Indonesia = 4.000.000 *
 6. Jepang = 2.600.000
 7. India = 1.587.000
 8. Yugoslavia = 1.027.000
 9. Perancis Indochina = 1.000.000
10. Rumania = 841.000
11. Hungaria = 580.000
12. Perancis = 562.000
13. Italia = 459.500
14. U.K = 450.400
15. Amerika Serikat = 418.500
16. Cekoslowakia = 365.000
17. Lithuania = 353.000
18. Yunani = 300.000
19. Latvia = 227.000
20. Belanda = 205.900
21. Ethiopia = 205.000
22. Dll

* Indonesia masuk di urutan terbanyak ke-5 di dunia dengan korban 4 Juta
tewas *


Berikut ini data-data pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua :


Perang Dunia II Di Benua Asia Dan Pasifik

Hideki Toji


1937 : Perang Sino - Jepang (1937 - 1945)

Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sebelum pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi China pada tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang pun dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.


1940 : Jajahan Perancis Vichy

Pada 1940, Jepang menduduki Indochina Perancis (kini Vietnam), sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy, meski secara lokal terdapat kekuatan Perancis Bebas (Free French), dan bergabung dengan kekuatan Poros Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan memboikot minyak.


1941 : Serangan udara terhadap USS West Virginia dan USS Tennessee di Pearl Harbor



Pada 7 Desember 1941, pasukan pesawat tempur Jepang yang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo, melaksanakan serangan udara dadakan ke Pearl Harbor, yang merupakan pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Karena ketidaksiapan AS terhadap serangan kejutan itu, maka pasukan udara Kamikaze Jepang hanya menghadapi perlawanan kecil dan
berhasil menghancurkan pelabuhan tersebut. Atas serangan membabi buta itu, AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.

Bersamaan dengan serangan ke Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi
Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda.

Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di
Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.


1942 : Invasi Hindia-Belanda

Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak.

Jepang dalam hal ini memang sengaja mengambil taktik tersebut, sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America), British (Inggris), Dutch (Belanda), (Australia) yang berkedudukan di Bandung.

Walhasil, serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA, khususnya Australia dan Belanda. Jepang mengadakan serangan laut secara besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942, dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada.Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur dalam insiden itu.

Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan
Sekutu-Hindia Belanda. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya, sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.

Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian, membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara
Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer.

Pada awalnya, Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung. Namun, tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Akan tetapi, setelah Jepang mengancam akan mengebom kota
Bandung, akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat
kepada Jepang.


1942 : Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal

Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja
penguasaan Port Moresby berhasil saat itu, maka Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya
menggunakan kapal induk.

Sebulan kemudian, invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang, yaitu Atol Midway.

Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk, yang mana industri Jepang sendiri tidak dapat menggantikannya. Sementara itu, Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induknya. Kemenangan besar buat AS ini, menyebabkan Angkatan Laut Jepang terpaksa dalam posisi bertahan.


Pendaratan AS di Pasifik, Agustus 1942 - Agustus 1945


Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang
bertemu dengan pasukan cadangan Australia. Banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

Para pemimpin Sekutu telah setuju, mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun, pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh.

Pada 7 Agustus 1942, Pulau Guadalcanal diserang oleh Amerika Serikat, dan pada awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah
serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne. Namun sayang, pasukan darat Jepang disini menderita kekalahan meyakinkan untuk pertama kalinya. Dan pada februari 1943 pertahanan Jepang pun runtuh di Guadalcanal .


1943 – 1945 : Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik

Pasukan Australia dan AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang di duduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang.

Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang
disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah.

Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan
sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.

Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri sebenarnya merupakan salah satu alasan Jepang
dalam memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif, setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap China, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.


1945 : Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang

Awan jamur di atas Hiroshima setelah dijatuhkannya Little Boy


Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS, menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Atas perintah Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman,
setelah enam bulan pengeboman terjadi di 67 kota di Jepang.

Diantara kota-kota lain, Tokyo di bom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri, setidaknya ada 90.000 orang yang tewas akibat
kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.


Cendawan asap Fat Man yang diakibatkan oleh ledakan nuklir di atas Nagasaki setinggi 18 km


Tanggal 6 Agustus 1945, AS mengirim 2 buah pesawat jenis B-29 superfoster yang membawa bom atom dengan massa 55 ton dari markas AS di Filipina. Bomber B-29 dengan nama “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom “Little Boy” di Hiroshima, dengan daya ledak 50 km², menciptakan awan jamur yang secara efektif
menghancurkan kota tersebut.

Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus).

Diikuti pada tanggal 9 Agustus 1945, Jepang dikejutkan dengan dijatuhkannya kembali bom nuklir berjulukan “Fat Man” dengan massa 105
ton berdaya ledak hingga 100 km² oleh bomber B-29 bernama “Bock’s Car” yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney, yang menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki.


Surat penyerahan diri Jepang kepada Sekutu


Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang, merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan.

Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, dan menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo, yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II.

Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi “Three Non-Nuclear Principles”, melarang negara itu untuk memiliki senjata nuklir.


Peta ASIA 1941

Perang Dunia II Di Benua Afrika Dan Timur Tengah


Benito Mussolini


“Kami akan menaklukkan. Orang-orang dari Italia, untuk senjata! Tunjukkan kegigihan, keberanian Anda, Anda layak.” Diktator fasis
Italia, Benito Mussolini, ketika Italia menyatakan perang terhadap Britania dan Perancis pada Juni 1940 yang secara langsung membawa konflik ke Afrika.


1940 : Mesir dan Somaliland

Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari
Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir, terutama Terusan Suez yang sangat vital.

Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass) yang terhenti pada 1941, ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman.

Akan tetapi, pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika yang berada di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangannya terhadap Mesir.


1941 : Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk

Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi
penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan di dukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini.

Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran.

Namun kemudian, Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi diatas, kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, dimana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan Yahudi.

Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, guna merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan, hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.


1942 : Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua

Crusader tank Britania melewati Panzer IV Jerman yang terbakar di tengah
gurun


Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke titik pertahanan terakhir, sebelum
Alexandria dan Terusan Suez. Namun, mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.

Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942, sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai “Rubah Gurun”, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa.

Montgomery yang mengetahui Rommel absen, maka Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan. Meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery berhasil memenangkan pertempuran ini.

Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel.

Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat, bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir,
lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia telah berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang diperkuat oleh pasukan AS.


1942 : Pertempuran Madagaskar


Tentara Britania mendarat di Tamatave pada Mei 1942


Pertempuran Madagaskar adalah kampanye sekutu untuk merebut Madagaskar yang dikuasai Perancis Vichy selama Perang Dunia II. Pertempuran ini dimulai pada 5 Mei hingga 6 November 1942 dengan hasil kemenangan
diperoleh sekutu.


1942 : Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis


Pasukan Sekutu mendarat dalam serangan bernama sandi Operasi Obor


Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di
Bône, gerbang menuju Tunisia.

Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri
perlawanan mereka.


1943 : Kalahnya Korps Afrika

Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai, akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya
dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika.

Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libya. Pasukan Jerman yang sedang mundur, terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass, sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman.

Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan sekitar 250.000 tentara Axis.

Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia,
pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943.

Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.


Operasi Militer Perang Dunia II Di Benua Afrika

  * Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) (1941) — Serangan Angkatan
    Laut Inggris terhadap Italia yang menguasai Daratan Somalia-Inggris
  * Operasi Camilla (1941) — Operasi disinformasi Inggris untuk menutupi
    tindakan terhadap Eritrea
  * Operasi Canned (1940) — Pemboman di Banda Alula, daratan
    Somalia-Italia, oleh Angkatan Laut Inggris
  * Kampanye Afrika Timur (Perang Dunia II) Akhir keberadaan Italia
    (1941) — Pendaratan pasukan Inggris di Assab, Pelabuhan terakhir
    Italia di Laut Merah
  * Pertempuran Madagaskar “Ironclad” (1942) — Pertempuran Madagaskar
  * Operasi Ancaman (1940) — Pertempuran laut, Pasukan Perancis dan
    Serangan Inggris di Dakar, Perancis-Afrika Barat (Senegal)
  * Operasi Pendukung (1941) — Patroli laut lepas anti-kapal selam
    Sekutu di Laut Madagaskar


Perang Dunia II Di Benua Eropa Rusia (Uni Soviet)


Adolf Hitler


1939 : Invasi Polandia, Invasi Finlandia


Kapal perang Schleswig-Holstein menyerang kota pelabuhan Gdynia - 13.09.1939


Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik “Blitzkrieg”, dengan memanfaatkan musim
panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering, hal ini memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka.

Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an, saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan
pasukan lapis baja, kekurangsiapan pasukan garis belakang dan koordinasinya, serta lemahnya Angkatan Udara Polandia, menyebabkan
Polandia sukar memberi perlawanan.

Meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur, namun jumlah itu tidak berarti apa-apa dalam melawan Angkatan Udara Jerman “Luftwaffe” yang tangguh. Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September, sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.

Setelah mengalami kehancuran disana-sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari
timur, yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov.

Akhirnya, Polandia menyerah kepada Nazi Jerman, setelah kota Warsawa dihancurkan. Sementara itu, sisa-sisa para pemimpin Polandia melarikan diri, diantaranya ada yang ke Rumania. Dan yang lain, ditahan baik oleh
Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.

Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu berada dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis, membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun, hal itu juga yang menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill.

Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.

Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet, meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah yang cukup besar, serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan
jendral-jendral yang cakap, akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin.

Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah.

Bantuan senjata mengalir dari negara Barat, terutama dari tetangganya
Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu.

Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku, namun dapat bergerak lincah, meskipun sebenarnya kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya, Soviet mengerahkan serangan secara besar-besaran dengan 3.000.000 tentara untuk menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia, sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.

Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.


1940 : Invasi Eropa Barat, Republik-Republik Baltik, Yunani, Balkan


Dengan tiba-tiba, Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia
mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan “Perang Pura-Pura” (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis.

Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis.

Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara, kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.

Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau “Battle of Britain”, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada
tahun 1940, memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris.

Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang, berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London.

Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang didasarkan atas pembalasan ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil, pilot pesawat tempur Spitfire dan Huricane dapat berisirahat.

Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik, kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).


Benito Mussolini dan Adolf Hitler


Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani.

Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman.

Namun, Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang di dominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.


1941 : Invasi Uni Soviet

  * Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman
  * Pertempuran Stalingrad

1944 : Serangan Balik

Pasukan Amerika Serikat melakukan invasi di Pantai Omaha

  * Invasi Normandia (D-Day), invasi di Perancis oleh pasukan Amerika
    Serikat dan Inggris, 1944


1945 : Runtuhnya Kerajaan Nazi Jerman

Berkibarnya bendera Uni Soviet diatas gedung pemerintahan Nazi, Reinchstag, merupakan tanda berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.

Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri
bersama dengan istrinya Eva Braun di dalam bunkernya.

Tepat sehari sebelumnya, Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan memerintah pengawalnya setelah mati untuk membakar mayatnya, setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia.

Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal yang sama.

Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis.

Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan mereka, akan tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.




      Sejarah Perang Dunia I (Versi Lengkap)


Perang Dunia I atau Perang Dunia Pertama, disingkat PD I, dan istilah-istilah dalam bahasa Inggris lainnya : "Great War", "War of the
Nations", dan "War to End All Wars" (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia, perang global yang terpusat di
Eropa, berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918, yang berawal dari Semenanjung Balkan.


Perang Besar ini melibatkan semua kekuatan besar dunia, yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Perancis, dan Rusia) dan Kekuatan Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia - namun, saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut
berperang). Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang.

Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah ini. Lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan
atau mobilitas.

Perang Dunia I adalah konflik paling menakutkan dan mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga hal ini menjadi pembuka jalan untuk berbagai perubahan politik, seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat.

Penyebab jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeri imperialis kekuatan besar Eropa, termasuk Kekaisaran Jerman, Kekaisaran
Austria-Hongaria, Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Rusia, Imperium Britania, Republik Perancis, dan Italia.



Pihak Yang Terlibat :

Blok Sekutu

Rusia
Perancis
Britania Raya
Kanada
Italia
Amerika Serikat

Negara-negara yang bergabung :

1. Kerajaan Serbia
2. Kerajaan Rusia (sampai November 1917)
3. Perancis (termasuk pasukan dari negara koloni Perancis)
4. Kerajaan Inggris :
1. Negara Persemakmuran Inggris dan Irlandia
2. Australia
3. Kanada
4. Selandia Baru
5. Newfoundland
6. Afrika Selatan
7. Kerajaan India
8. Negara boneka dan koloni Inggris
5. Kerajaan Belgia (termasuk pasukan negara koloni Belgia)
6. Kerajaan Montenegro
7. Kekaisaran Jepang
8. Kerajaan Italia (April 1915 dan sesudahnya)
9. Portugal
10. Kerajaan Romania (Agustus 1916 dan sesudahnya)
11. Kerajaan Yunani (Mei 1917 dan sesudahnya)
12. Amerika Serikat (1917 dan sesudahnya)
13. San Marino
14. Andorra
15. Tiongkok
16. Brazil
17. Bolivia
18. Kosta Rika
19. Kuba
20. Guatemala
21. Haiti
22. Honduras
23. Ekuador
24. Nikaragua
25. Uruguay
26. Panama
27. Peru
28. Siam
29. Liberia
30. Republik Demokratik Armenia (1918)
31. Cekoslowakia (1918)

Blok Sentral

Austria-Hungaria
Jerman
Kekaisaran Ottoman
Bulgaria


Latar Belakang

PD I dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria
(sekarang Austria) beserta istrinya, dibunuh di Sarajevo, Bosnia, oleh seorang nasionalis Yugoslavia beserta anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip, 28 Juni 1914. Bosnia merupakan kawasan Austria yang dituntut oleh Serbia, salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan, dimana pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Pembunuhan tersebut berujung pada ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia. Sejumlah aliansi yang dibentuk selama beberapa dasawarsa
sebelumnya terguncang, sehingga dalam hitungan minggu saja semua kekuatan besar terlibat dalam perang. Dan melalui koloni mereka, konflik ini segera menyebar ke seluruh dunia.

Dengan bantuan Jerman, Austria-Hungaria memutuskan perang terhadap Serbia. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya.

Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad 19 berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman, dan Hohenzollern, yang memiliki akar
kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Austria-Hungaria menyerang Serbia pada 28 Juli 1914. Rusia membuat persediaan untuk membantu Serbia dan diserang oleh Jerman. Perancis pun turut membantu Rusia dan diserang oleh Jerman. Untuk tiba di Paris dengan secepat mungkin, tentara Jerman menyerang Belgia, dan kemudian Britania menyerang Jerman.

Pada awalnya, Jerman memenangkan peperangan tersebut, akan tetapi Perancis, Britania, serta Rusia terus menyerang. Jerman,
Austria-Hungaria, dan sekutunya disebut "Blok Sentral", dan negara-negara yang menentang mereka disebut "Blok Sekutu".

Sewaktu peperangan berlanjut, negara lain pun turut campur tangan. Hampir semuanya memihak kepada Sekutu. Pada tahun 1915, Italia bergabung dengan Sekutu karena ingin menguasai tanah Austria. Dan pada tahun 1917,
Amerika Serikat memasuki peperangan, dan memihak kepada Sekutu.

Meskipun Tentera Sekutu sangat kuat, Jerman terlihat seperti akan memenangkan peperangan tersebut. Setelah 1914, Jerman pun menguasai
Luxemburg, hampir seluruh daratan Belgia, serta sebagian dari Perancis utara.

Jerman juga menang di Barisan Timur, ketika usaha Rusia gagal. Akan tetapi, menjelang tahun 1918, tentara Jerman mengalami kelelahan.
Perbekalannya tidak mencukupi dan timbul pergolakan sosial di dalam negerinya sendiri.

Pada waktu yang sama, semakin banyak tentara Amerika Serikat yang baru tiba dan langsung bergabung kepada Sekutu. Pada musim panas 1918, tentera Amerika Serikat membantu menghalau serangan Jerman terakhir di barat. Jerman pun menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 11 November 1918, di Compiègne Forest, yang menjadi akhir dari perseturuan sesungguhnya.


Perjanjian Versailles


Perjanjian Versailles (1919) adalah suatu perjanjian damai dimana perjanjian ini secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman. Meski sebelumnya keadaan perang formal antara kedua pihak masih terus berlanjut selama tujuh bulan.

Negosiasi di antara negara-negara sekutu dimulai pada 7 Mei 1919, pada peringatan tenggelamnya RMS Lusitania. Aturan yang diterapkan terhadap
Jerman pada perjanjian tersebut antara lain adalah penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangganya, pelepasan koloni seberang lautan dan Afrika milik Jerman, serta pembatasan pasukan militer Jerman yang diharapkan dapat menghambat Jerman untuk kembali memulai perang.

Karena Jerman tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam negosiasi, pemerintah Jerman mengirimkan protes terhadap hal yang mereka anggap sebagai sesuatu yang tidak adil, dan selanjutnya menarik diri dari perundingan tersebut.

Sampai akhirnya belakangan, menteri luar negeri baru Jerman, Hermann Müller, setuju untuk menandatangani Perjanjian Versailles. Perjanjian
ini sendiri diratifikasi oleh Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Januari 1920.

Di dalam Traktat Versailles yang ditandatangani setelah Perang Dunia I, pada 28 Juni 1919, yang juga mencetuskan berdirinya Liga Bangsa-Bangsa tersebut, Jerman menyerahkan tanah-tanah jajahannya dan sebagian dari
wilayah Eropa-nya. Polandia dibebaskan dan mendapat wilayah Posen (sekarang kota Poznan), sebagian Silesia, serta sebagian lagi Prussia Barat.

Alsace dan Lorraine yang dikuasai oleh Jerman dikembalikan ke Perancis. Perancis juga dapat menguasai kawasan Saar selama 15 tahun. Perjanjian ini juga meletakkan Rhineland dibawah pendudukan Tentera Sekutu selama
15 tahun. Jumlah pasukan tentara Jerman di perkecil tidak melebihi 100.000 orang, serta dilarang memiliki pasukan udara. Jerman juga harus membayar pampasan perang kepada Tentara Sekutu sebesar £6.600 juta.

Diperkirakan 8.6 juta korban jiwa dalam Perang Dunia I. Blok Sekutu kehilangan 5.1 juta jiwa, sementara Blok Sentral 3.5 juta jiwa. PD I
tersebut mengakibatkan kehancuran yang sangat besar terhadap negara-negara yang terlibat, yang dikenal dengan "Perang Untuk Mengakhiri Semua Perang" sehingga terjadilah Perang Dunia II (PD II).

Akan tetapi, publik Amerika Serikat menolak ratifikasi Perjanjian Versailles ini, terutama karena Liga Bangsa-Bangsalah perjanjian
tersebut dibuat, tidak mengakhiri secara resmi keikutsertaannya dalam perang, sampai Resolusi Knox-Porter ditandatangani tahun 1921.

Setelah Perjanjian Versailles, perjanjian dengan Austria, Hongaria, Bulgaria, dan Kesultanan Utsmaniyah ditandatangani. Namun, negosiasi
perjanjian terakhir dengan Kesultanan Utsmaniyah diikuti oleh perselisihan (Perang Kemerdekaan Turki), dan perjanjian damai terakhir antara Blok Sekutu dan negara yang segera menjadi Republik Turki baru ditandatangani pada tanggal 24 Juli 1923 di Lausanne.

Sejumlah tugu peringatan perang menyebutkan, bahwa akhir dari PD I ialah ketika Perjanjian Versailles ditandatangani tahun 1919, yaitu ketika
banyak tentara yang berdinas di luar negeri akhirnya pulang ke negara masing-masing.

Sebaliknya, banyak juga peringatan berakhirnya PD I terpusat pada gencatan senjata yang terjadi tanggal 11 November 1918di Compiègne
Forest. Secara hukum, perjanjian damai formal belum selesai sampai ditandatanganinya perjanjian terakhir, yaitu Perjanjian Lausanne. Sesuai ketentuannya, pasukan Sekutu keluar dari Konstantinopel pada tanggal 23 Agustus 1923.



Puncak Perang Dunia I

Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu
Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara-negara lain, seperti : Tiongkok dan Kuba, serta akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.


Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I, akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.



Parit Perlindungan

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat.


Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.



Front Timur

Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai.



Dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin,
akhirnya Russia menang.


Korban Jiwa Akibat PD I

Sekutu : 5.497.600
• Belgia: 13.700
• Kekaisaran Britania: 908.000
o Australia: 60.000
o Kanada: 55.000
o India: 25.000
o Selandia Baru: 16.000
o Afrika Selatan: 7.000
o Inggris: 715.000
• Perancis: 1.354.000
• Yunani: 5.000
• Italia: 650.000
• Jepang: 300
• Rumania: 336.000
• Rusia: 1.700.000
• Serbia: 450.000
• AS: 50.600

Terluka: 12.831.000
Hilang: 4.121.000


Sentral : 3.382.500
• Austria-Hungaria: 1.200.000
• Bulgaria: 87.500
• Jerman: 1.770.000
• Kerajaan Ottoman: 325.000

Terluka: 8.388.000
Hilang: 3.629.000


Warga Sipil : 6.493.000
• Austria: 300.000
• Belgia: 30.000
• Inggris: 31.000
• Bulgaria: 275.000
• Perancis: 40.000
• Jerman: 760.000
• Yunani: 132.000
• Rumania: 275.000
• Rusia: 3.000.000
• Serbia: 655.000
• Kerajaan Ottoman: 1.005.000




Daftar Pertempuran Pada Perang Dunia I


Ini adalah Daftar pertempuran pada Perang Dunia I yang meliputi keterlibatan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara serta
kampanye, operasi, garis pertahanan dan pengepungan. Kampanye umumnya merujuk kepada operasi strategis yang lebih luas dilakukan selama jangka waktu yang panjang.


Pertempuran umumnya mengacu pada periode pendek yang intens memerangi terlokalisasi untuk wilayah tertentu dan selama jangka waktu tertentu. Namun, penggunaan istilah dalam penamaan peristiwa semacam itu tidak
konsisten. Sebagai contoh, Pertempuran Atlantik Pertama lebih atau kurang seluruh teater perang, dan yang disebut pertempuran, berlangsung
selama seluruh perang.


Blok Barat

1914

* Pertempuran Liège
* Pertempuran Frontiers
* Pertempuran Mulhouse
* Pertempuran Lorraine
* Pertempuran Ardennes
* Pertempuran Charleroi
* Pertempuran Mons
* Pengepungan Maubeuge
* Pertempuran Le Cateau
* Pertempuran St Quentin, juga disebut Pertempuran Guise
* Pertempuran Marne Pertama
* Pertempuran Aisne Pertama
* Pengepungan Antwerpen
* Pertempuran Albert Pertama
* Pertempuran Arras Pertama
* Pertempuran Yser
* Pertempuran Ypres Pertama, juga disebut Pertempuran Flandres
* Pertempuran Champagne Pertama

1915

* Pertempuran Neuve Chapelle
* Pertempuran Ypres Kedua
* Pertempuran Artois Kedua
* Pertempuran Loos
* Pertempuran Champagne Kedua

1916

* Pertempuran Verdun
* Pertempuran Hulluch
* Pertempuran Somme
* Pertempuran Fromelles
* Pertempuran Pozières
* Pertempuran Ginchy

1917

* Serangan Nivelle
* Pertempuran Arras (1917)
* Pertempuran Vimy Ridge
* Pertempuran Aisne Kedua, juga disebut Pertempuran Champagne Ketiga
* Pertempuran Messines
* Pertempuran Ypres Ketiga, juga disebut Pertempuran Passchendaele
* Pertempuran Cambrai (1917)

1918

* Serangan Spring Jerman
* Pertempuran Somme (1918), juga dikenal sebagai Pertempuran Somme Kedua
(untuk membedakannya dari pertempuran 1916)
* Pertempuran Lys, juga dikenal sebagai Pertempuran Ypres Keempat dan
Pertempuran Estaires
* Pertempuran Aisne Ketiga
* Pertempuran Cantigny
* Pertempuran Belleau Kayu
* Pertempuran Marne Kedua
* Pertempuran Château-Thierry (1918)
* Serangan Seratus Hari
* Pertempuran Amiens (1918)
* Pertempuran Mont St Quentin, juga dikenal sebagai Pertempuran Somme Ketiga
* Pertempuran Saint-Mihiel
* Pertempuran Epéhy
* Pertempuran Garis Hindenburg
* Serangan Meuse-Argonne, juga disebut Pertempuran Argonne Forest
* Pertempuran Kanal St. Quentin
* Pertempuran Ypres Kelima
* Pertempuran Kanal Utara
* Pertempuran Cambrai (1918)
* Pertempuran Sambre (1918), juga dikenal sebagai Pertempuran Sambre Kedua

Kampanye Italia

* Pertempuran Isonzo Pertama
* Pertempuran Isonzo Kedua
* Pertempuran Isonzo Ketiga
* Pertempuran Isonzo Keempat
* Pertempuran Isonzo Kelima
* Serangan Trentino atau "Pertempuran Asiago"
* Pertempuran Isonzo Keenam atau "Pertempuran Gorizia"
* Pertempuran Isonzo Ketujuh
* Pertempuran Isonzo Kedelapan
* Pertempuran Isonzo Kesembilan
* Pertempuran Isonzo Kesepuluh
* Pertempuran Isonzo Kesebelas
* Pertempuran Caporetto
* Pertempuran Sungai Piave
* Pertempuran Vittorio Veneto


Blok Timur

1914

* Pertempuran Stallupönen
* Pertempuran Gumbinnen
* Pertempuran Tannenberg
* Pertempuran Galicia
* Pertempuran Danau Masurian Pertama
* Pertempuran Sungai Vistula
* Pertempuran Łódź (1914)

1915

* Pengepungan Przemyśl
* Pertempuran Bolimów
* Pertempuran Danau Masurian Kedua
* Great Retreat (Rusia)
* Serangan Sventiany
* Serangan Gorlice-Tarnów
* Warsawa
* Komarow
* Rawa

1916

* Serangan Danau Naroch
* Serangan Brusilov

1917

* Serangan Kerensky
* Pertempuran Mărăşti
* Pertempuran Mărăşeşti
* Revolusi Rusia

Kampanye Kaukasus

* Pertempuran Sarikamis
* Pertempuran Malazgirt (1915)
* Pertempuran Kara Killisse
* Pertempuran Koprukoy
* Pertempuran Erzurum
* Pertempuran Erzincan

Kampanye Serbia

* Pertempuran Cer
* Pertempuran Kolubara
* Pertempuran Morava
* Pertempuran Kosovo (1915)
* Pertempuran Ovche Kutub


Pertempuran Gallipoli

Pertempuran Gallipoli (juga disebut "Operasi Dardanella"), adalah
sejumlah pertempuran terjadi antara 1915 dan 1916.

* Pertempuran Nek
* Pertempuran Chunuk Bair
* Pertempuran Gully Jurang
* Pertempuran Bukit 60 (Gallipoli)
* Pertempuran Krithia Vineyard
* Pertempuran Lone Pine
* Pertempuran Sari Bair
* Pertempuran pedang Hill
* Pendaratan di Anzac Cove
* Pendaratan di Cape Helles
* Pertempuran Krithia Pertama
* Pertempuran Krithia Kedua
* Pertempuran Krithia Ketiga
* Operasi laut pada Operasi Dardanella


Timur Tengah

Kampanye Sinai dan Palestina

* Serangan Suez Pertama
* Pertempuran Romani atau "Serangan Suez Kedua"
* Pertempuran Magdhaba
* Pertempuran Rafa
* Pertempuran Mughar Ridge
* Pertempuran Yerusalem
* Kekalahan Damaskus
* Pertempuran Gaza Pertama
* Pertempuran Gaza Kedua
* Pertempuran Gaza Ketiga atau "Pertempuran Beersheba"
* Pertempuran Beersheba
* Pertempuran Megiddo

Kampanye Mesopotamia

* Pendaratan FAO
* Kekalahan Basra
* Pertempuran Qurna
* Pendudukan Amara
* Pertempuran Nasiriyeh
* Pertempuran Es Sinn
* Pertempuran Ctesiphon
* Pengepungan Kut
o Pertempuran Syekh Sa'ad
o Pertempuran Wadi
o Pertempuran Hanna
o Pertempuran Benteng Dujaila
o Pertempuran Kut Pertama
* Pertempuran Khanaqin
* Pertempuran Kut Kedua
* Pendudukan Baghdad
* Serangan Samarrah
* Pertempuran Jebel Hamlin
* Pertempuran Istabulat
* Pertempuran di Ramadi
* Pendudukan Tikrit
* Pertempuran Sharqat

Kampanye Arab Selatan

Pertempuran Sungai Chewmudder. Dalam pertempuran ini, Jerman mencoba
untuk menghancurkan pasukan Inggris, ketika mereka menyeberangi sungai,
Inggris melepaskan tembakan senjata dan membunuh 800 tentara Jerman.


Kampanye Afrika
* Pertempuran Kamerun
* Kekalahan Jerman di Afrika Barat (Namibia)
* Pertempuran Killimanjaro
* Pertempuran Togo
* Pertempuran Tanga atau Pertempuran Bees
* Pertempuran Rufiji Delta
* Pertempuran Longido
* Pertempuran Sandfontein


Pertempuran Laut


Atlantik

* Pertempuran Teluk Heligoland Pertama (1914)
* Pertempuran Kepulauan Falkland (1914)
* Serangan di Scarborough, Hartlepool dan Whitby (1914)
* Pertempuran Dogger Bank (1915)
* Bendungan Otranto (1915-1918)
* Pertempuran Jutlandia (1916)
* Pertempuran Selat Dover (1917)
* Pertempuran Teluk Heligoland Kedua (1917)
* Serangan Zeebrugge (1918)

Mediterania

* Mengejar Goeben dan Breslau (1914)
* Operasi Laut di Kampanye Dardanella (1915-1916)

Asia-Pasifik

* Pertempuran Rabaul
* Pertempuran Tsingtao (1914)
* Pertempuran Penang (1914)
* Pertempuran Coronel (1914)
* Pertempuran Kepulauan Cocos (1914)
* Pertempuran Kepulauan Falkland (1914)


Pertempuran Udara




Perang Dunia I merupakan perang pertama untuk melihat penggunaan pesawat
untuk serangan, pertahanan dan operasi pengintaian. Berikut beberapa
artikel tentang penggunaan pesawat pada Perang Dunia I

* Transportasi di Perang Dunia I
* Sejarah Penerbangan (1914-1918)
* Zeppelin dalam Perang Dunia I


Perang Kontemporer

Beberapa sejarawan mempertimbangkan beberapa perang sebagai bagian dari
Perang Dunia I, karena dianggap memiliki hubungan langsung ke awal atau
pasca Perang Dunia.

Pra-1914

* Revolusi Meksiko (1910-1920)
* Perang Balkan (1912-1913)
* Perang Balkan Kedua (1913)
* Pemberontakan Maritz (1914-15)
* Paskah Rising (1916)

Pasca-1917

* Revolusi Rusia (1917)
* Perang Saudara Finlandia (1918)
* Perang Saudara Rusia (1918-1922)
o Kampanye Rusia Utara (1918-1919)
o Serangan ke barat Rusia (1918-1919)
* Pemberontakan Wielkopolska (1918-1919)
* Perang Hongaria-Rumania 1919 (1918-1919)
* Perang Soviet-Polandia (1919-1921)
* Perang Kemerdekaan Irlandia (1919-1921)
* Perang Kemerdekaan Turki (1919-1923)
* Perang Yunani-Turki (1919-1922)
* Perang Saudara Irlandia (1922-1923).



      Sejarah Perang Dunia II
 

(Volume II : "Bintang Dan Kegelapan)




Perang Dunia II bermula dari sekelompok ultranasionalis yang lahir di tiga negara. Di Jerman, Adolf Hitler lahir sebagai pemimpin Partai Nazi, partai antisemit yang menginginkan kekuasaan ras Arya. Adolf Hitler menggunakan kekuatannya untuk melengserkan Republik Weimar yang membuat Jerman mengalami krisis moneter luar biasa.

Setelah Hitler berkuasa pada 1933, dia segera memperkuat militer untuk bersiap-siap memulai pertempuran demi kekuasaan. Dengan semangat
Lebensraum (ruang tinggal), dia menginginkan tanah kekuasaan yang lebih luas untuk ras Arya.

Di Italia, diktator Benito Mussolini meraih tampuk kekuasaan setelah paham fasisme yang ia anut berhasil mengalahkan komunisme dan
sosialisme. Mussolini menginginkan Italia berkuasa sebagaimana pada masa Kekaisaran Romawi Suci dahulu.

Dia mendapat kepercayaan dari Raja Italia untuk membangun pemerintahan, dan Mussolini segera membangun pemerintahan keras dan fasis, yaitu paham dimana kepentingan negara berada di atas segala-galanya. Dia juga kawan akrab Hitler, yang kemudian mengadakan Aliansi Berlin-Roma.


Kaisar Hirohito memang secara de facto menjadi kaisar sah di Jepang. Akan tetapi, sadarkah sang kaisar, bahwa yang berkuasa dan menjalankan
roda pemerintahan sesungguhnya ialah Jenderal Hideki Tojo. Dengan demikian, militer dalam hal ini secara jelas telah mengambil alih pemerintahan sipil di Jepang.



Awal Perang

Sebelum perang meletus, Spanyol telah jatuh dalam perang saudara antara sayap kiri (sosialis, komunis, dan rakyat biasa yang mendukung republik) dan sayap kanan (tuan tanah kaya raya, perwira, gereja katholik, dan Partai Fasis Falange yang menginginkan raja untuk kembali berkuasa). Sayap kiri didukung oleh Uni Soviet, sementara sayap kanan dipimpin Jerman dan Italia.

Ketika perang meletus, sayap kiri sempat berkuasa ketika datang sayap liberal dari negara lain, yakni Laurie Lee. Sayap kiri jatuh dan loyalis liberal menguasai sejumlah kota besar. Hingga akhirnya sayap kanan yang di dukung Jenderal Franco, berhasil menghancurkan pertahanan loyalis di Madrid dan menduduki kursi kekuasaan hingga 1975.

Uni Soviet adalah negara besar yang terletak di Eropa Timur, membentang jauh hingga Siberia dan Asia Tengah. Uni Soviet didirikan oleh Vladimir Lenin yang berhasil menggulingkan Tsar Rusia, Nicholas II, dalam Revolusi Oktober 1917. Negara ini dipimpin oleh seorang diktator komunis Joseph Stalin sejak 1924, yang mengambil kekuasaan setelah Lenin meninggal.

Meskipun Jerman dan Uni Soviet merupakan sesama negara sosialis, tetapi Uni Soviet bukan antisemit. Yahudi adalah agama terbesar ketiga di Uni Soviet setelah Gereja Ortodoks Rusia dan Islam, itulah yang membuat Poros tak bisa bersekutu dengan negara ini.

Ketiga negara mulai menunjukkan keagresifannya sejak tahun 1930-an. Kebangkitan ekonomi dan militer Jerman meresahkan Inggris dan Perancis, yang trauma akan Perang Dunia I (PD I) yang berakhir pada 1919 dengan ditandatanganinya Perjanjian Versailles yang sangat merugikan Jerman dan sekutunya. Perjanjian itu diharapkan dapat mengakhiri perang secara permanen, akan tetapi justru menjadi 20 tahun menuju perang baru.

Jepang menyerbu Manchuria dan dengan mudah menduduki Korea. China yang masih dikuasai oleh Partai Kuomintang yang lemah, harus mengakui, bahwa Jepang menguasai separuh negaranya di bagian utara.

Italia, yang masih menjajah Libya, mengikuti pada 1935, menyerbu Abessynia (sekarang Ethiopia) sebagai tanda berdirinya 'Kekaisaran Roma Baru'. Sebelumnya pada tahun 1896, Italia pernah dikalahkan Abessynia saat negara itu mencoba mendapatkan ibukota Addis Ababa.

16 Maret di tahun yang sama, wajib militer diterapkan di Jerman. Setahun kemudian, pasukan Jerman menduduki Rhineland. Italia mengalahkan Abessynia dan mendapatkan Addis Ababa pada 1936. Pasukan China dan Jepang bentrok di dekat Beijing, dan insiden itu disebut "Insiden Jembatan Marco Polo" yang terjadi pada 7 Juli 1937. Setahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 1938, tentara Jerman memasuki Sudetenland.

Jerman adalah negara yang paling banyak mengambil andil dalam setiap langkah Poros. Pada 1938, ia merebut Wina, menduduki Austria dan kemudian mengambil Cekoslovakia pada 16 Maret 1939. Setelah kedua negara tersebut jatuh, Jerman mengalihkan perhatiannya pada Polandia.

Inggris dan Perancis berjanji akan membantu, jika Polandia akan menjadi korban selanjutnya. Akan tetapi, Hitler tak pernah mengira janji ini
akan dipenuhi. Musim panas 1 September 1939, tentara Jerman menyerbu masuk ke dalam Polandia melalui rawa-rawa yang telah kering. Dua hari kemudian Inggris, Perancis, Australia, dan Selandia Baru menyatakan perang terhadap Jerman.

Sebelum menyerang Polandia, Hitler telah menandatangani Pakta Non-Agresi dengan Stalin. Hitler tak pernah berniat untuk memenuhi pakta ini. Dia hanya tak ingin Soviet mengganggu, sementara dia sedang sibuk melumat Polandia dan menggilas Eropa Barat. Swedia, Spanyol, Switzerland, dan Portugal segera menyatakan kenetralannya.




Italia tak mau kalah dengan keberhasilan sekutunya, Jerman. Dengan semangat Italia Irridenta (Italia yang belum dibebaskan), Mussolini memutuskan menyerbu Albania pada 7 April 1939. Setelah berhasil menguasai Kekaisaran Abessynia pada Mei 1936, Italia merasa dirinya cukup kuat untuk terjun lebih jauh lagi ke dalam ranah pertempuran.

Albania dikejutkan dengan serangan Italia melalui Laut Adriatik, laut yang memisahkan Semenanjung balkan dengan Semenanjung Italia. Tentara Italia dengan agresif menyerbu masuk ke dalam Albania yang berhasil dilumpuhkan secara total.

Albania jatuh jauh lebih cepat daripada Abessynia ataupun negara-negara lain yang ditaklukkan Italia. Albania adalah negara paling cepat lengser
nomor dua dalam Perang Dunia II (PD II).
Italia hanya perlu waktu 5 hari saja untuk merampas Tirana dan menguasai seluruh Albania.


Belum puas dengan Polandia, Uni Soviet mencoba membentangkan sayapnya ke timur, dan menoleh pada Finlandia. Invasi Uni Soviet terhadap Finlandia ini dimulai pada 30 November 1939. Tentara Merah Uni Soviet menyerbu ke
dalam Finlandia, dan mencoba menguasainya meski gagal.

Serbuan kedua kalinya kembali dijalankan, tetapi Soviet harus menerima, bahwa pasukan Finlandia, yang dibantu Spanyol, Swedia, Hungaria, dan militan Estonia, mampu memukul mundur pasukan Soviet, hingga ke perbatasan.

Melihat keadaan seperti ini, Stalin mulai merasa geram. Dia segera melancarkan 3 juta tentara sekaligus, untuk membungkam Finlandia.
Alhasil, Stalin dapat duduk kembali dengan tenang di kursinya. Tentara Merah dengan cepat mampu mendorong tentara Finlandia, yang semakin terdesak ke dalam negaranya.

Dibantu dengan bantuan logistik, serta persenjataan yang lebih memadai, kota-kota penting di Finlandia berhasil direbut, dan Stalin serta para jenderalnya, mulai memandang ibukota Helsinki sebagai tambang emas yang
menggiurkan.


Melihat keadaannya yang semakin terdesak, pemerintah Finlandia segera menawarkan perundingan dengan Uni Soviet. Tawaran ini diterima, dan perundingan diadakan di Moskow. Ditandatangani pada 12 Maret 1940, Finlandia menyerahkan sebagian Karelia, termasuk tanah genting Karelia, serta lahan besar di utara Danau Ladoga.


Daerah ini termasuk kota Viipuri, kota terbesar kedua di Finlandia yang diserahkan pada Uni Soviet. Viipuri adalah kota industri dan wilayah
signifikan di Finlandia yang masih dipegang oleh tentara Finlandia. Penyerahan kota Viipuri mendapat protes keras dari banyak rakyat
Finlandia yang merasa pemerintah mereka terlalu 'loyo', tetapi pemerintah Finlandia menganggap Viipuri adalah bayaran murah sebagai pengganti Helsinki dan seluruh Finlandia.



Perang Yang Sesungguhnya

Pasukan Jerman, dengan taktik blitzkrieg (langkah kilat), melaju dengan cepat menghajar pertahanan Polandia, dan mendekati ibukota Warsawa dalam waktu satu minggu. Dalih Hitler untuk menyerang Polandia saat itu adalah
untuk merebut kota Danzig yang banyak ras Arya-nya. Tapi dalih itu hanyalah dalih palsu belaka.

Polandia yang melihat dirinya tidak siap akan serangan Jerman ini, saking putus asanya, Polandia mengerahkan pasukan kavaleri berkudanya untuk melawan tank-tank dan pesawat Jerman, yang kemudian dibantai habis
oleh Jerman tak bersisa.

Belum selesai mengurus Jerman, Polandia dikejutkan kembali dengan serangan Uni Soviet dari timur. Pasukan Soviet menyapu bersih dari
timur, sementara Jerman dari barat.

Kemudian, akhirnya bertemulah kedua pasukan tersebut di Warsawa dan membuat garis demarkasi. 20 September 1939, seluruh Polandia sudah jatuh ke tangan Jerman dan Uni Soviet, dan para pemimpin negaranya dipaksa
untuk menyelamatkan diri ke Rumania.


Setelah Polandia jatuh, tak ada lagi perang untuk sementara waktu.
Secara resmi, Jerman telah berada dalam status perang dengan Inggris, Perancis, Australia, dan Selandia Baru, tetapi kenyataannya tidak ada
pertempuran sama sekali.

Situasi ini disebut Phoney War (Perang Palsu). Situasi ini dimanfaatkan oleh para seniman untuk menggambarkan era perang. Bahkan, ada beberapa yang mengolok-olok Hitler, seperti komedian pantomim "Charlie Chaplin".
Sehingga, Hitler pun sangat benci dengan orang itu.


Di Polandia, orang-orang Yahudi, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia, ditangkapi. Mereka untuk sementara ditampung di Ghetto (tempat terkumuh) Warsawa, sebelum akhirnya dibawa ke kamp tahanan di Auschwitz untuk
disiksa. Orang-orang Yahudi yang disiksa dan dibunuh ini disebut korban holocaust, salah satu kejadian paling mengerikan dalam sejarah umat
manusia yang akan terus berlanjut, hingga kejatuhan Nazi pada 1945. Phoney War ini lantas oleh para seniman disebut juga sitzkrieg.

Phoney War berakhir pada 9 April 1940, ketika sitzkrieg kembali lagi menjadi blitzkrieg. Jerman mengejutkan Sekutu dengan menyerbu
negara-negara Eropa Utara, Denmark dan Norwegia.

Denmark menyerah dengan cepat, sementara Norwegia mencoba bertahan. Inggris dan Perancis segera datang untuk membantu Norwegia yang semakin terdesak. Tujuan utama Hitler menduduki Skandinavia ialah untuk
mengambil alih kendali atas Lautan Atlantik, yang bisa memblokir jalur perdagangan Inggris ke Eropa Utara.

Inggris dan Perancis tampak tergesa-gesa dalam menyelamatkan Norwegia, akan tetapi hasilnya sama saja. Norwegia ambruk beberapa bulan kemudian.
Ini telah merubah pandangan Perancis terhadap Jerman, karena sebelumnya angkatan perang Perancis cukup percaya diri, mengingat negaranya pernah mengalahkan Jerman pada Perang Dunia I.


Tapi kali ini berbeda, Jerman yang dulu tidak seperti yang Perancis kira. Jerman dalam 3 dasawarsa telah bangkit dengan jumlah rakyat 3 kali lebih besar daripada Perancis, dan memiliki teknologi tempur yang tinggi serta armada perang yang kuat.

Oleh karenanya, Perancis merasa terancam setelah Norwegia dan Denmark ambruk seketika. Ternyata benar, Hitler telah meminta para jenderalnya untuk menyusun taktik mencaplok Eropa Barat. Hitler memandang Perancis
sebagai tempat yang "pas" sebagai tempat tinggal ras Arya.

Hitler tak ingin seperti Uni Soviet yang hanya mendapatkan 11% wilayah Finlandia. Dia ingin menaklukkan Perancis secara utuh, dan kemudian daratan Britania Raya, serta selanjutnya Irlandia.

Perancis segera membuat pertahanan. Berdasarkan pengalaman pada Perang
Dunia I, Perancis mengira Jerman akan menyerbu wilayahnya melalui Belgia. Karena itulah Perancis mempersiapkan pasukan yang hebat di perbatasan Belgia.

Hanya ada satu jalur lagi yang bisa digunakan Jerman untuk menyerbu Perancis, yaitu melalui sebuah hutan lebat, dataran tak menentu di
Ardennes, sebelah selatan Luksemburg. Perancis tak pernah mengira Hitler akan menyerang lewat jalur ini, sebab mereka yakin, bahwa Hitler bukan seorang yang segila itu dan akan mampu berbuat hal semacam itu.


Dan benar, ternyata mereka salah. Hitler memang orang gila yang memiliki
strategi gila untuk melewati Ardennes. Dia membabat hutan Ardennes dan memaksa tank, kendaraan lapis baja, dan para tentaranya untuk
menyeberangi hutan tersebut.

Sempat terjadi kemacetan saat Hitler menggunakan trik ini. Tetapi hasilnya sama saja, Perancis dikejutkan oleh serangan gila ini. Pada 10 Mei 1940, Perancis dan Inggris dikejutkan oleh serangan mendadak yang tak pernah diperkirakan selama ini. Dengan cepat pasukan Jerman melindas Luksemburg, sebuah negara kecil yang menurutnya hanyalah menjadi
penghalang tak berarti bagi dirinya untuk menuju Paris.

Luksemburg yang sudah dilindas dan sekarat, tak bisa berbuat apa-apa selain menyerah hari itu juga, menjadi satu-satunya negara dalam Perang
Dunia II yang bisa dilumpuhkan hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, dan membiarkan Jerman memasuki Perancis melalui wilayahnya.

Pada hari yang sama itu pula, pasukan parasut Jerman berhasil mendarat di Belanda dan Belgia. Angkatan perang Belanda menyerah pada 15 Mei,
selang beberapa jam setelah pengeboman berat di kota Rotterdam.


Pasukan gabungan Inggris-Perancis sudah berusaha mati-matian, tetapi pasukan Jerman terlalu perkasa dan berhasil mengepung mereka di sebuah tempat bernama Dunkirk, pesisir utara Perancis, pada 26 Mei 1940.

Belgia mencoba bertahan hingga titik darah penghabisan, akan tetapi hasilnya sama saja. Perjuangan mempertahankan tanah air di Belgia
akhirnya terhenti. Belgia telah runtuh pada 28 Mei, ketika raja-nya mengumumkan, bahwa angkatan perangnya sudah berada di ambang batas.

Selama dua bulan berikutnya, tentara yang terkepung di Dunkirk mulai dievakuasi ke Inggris. Tak ada lagi serangan terhadap Perancis hingga 6 Juni. Perancis kini dalam kondisi sendirian. Inggris tak mampu membantu
lebih lanjut, karena dirinya pun harus mempersiapkan diri akan kemungkinan terburuk yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Austria, Belgia, Belanda, dan Luksemburg yang menjadi tameng pembatasnya, telah tergilas oleh pasukan Jerman. Semenanjung Hispanik,
yaitu Spanyol dan Portugal, netral, dan tak mungkin dia menaruh harapan pada negara kecil seperti Andorra, Liechtenstein, atau Monako yang lebih memilih netral daripada digilas seperti Benelux.

Meskipun akhirnya tentara Perancis mampu mematahkan bala bantuan untuk Jerman yang datang dari Italia, tetapi sesungguhnya Jerman tak membutuhkan bantuan sama sekali dari sekutu lemahnya itu untuk menumpas
Perancis.

Setelah itu, tentara Perancis tak dapat berbuat banyak, ketika tentara Jerman menyerbu dengan ganasnya ke negara mereka. Hanya perlu waktu
sebelas hari saja bagi Jerman untuk menundukkan Perancis.

Pada 17 Juni 1940, pemimpin Perancis, Marsekal Petain, menawarkan perundingan dengan Jerman ketika negara itu berhasil menduduki Paris. Perundingan itu akhirnya ditandatangani pada 22 Juni.

Jerman diberikan hak untuk mengendalikan pesisir utara dan perairan Atlantik. Seluruh Perancis takluk pada kekuasaan Jerman. Pemerintahan Perancis yang baru disebut Perancis Vichy, sementara Charles de Gaulle
membangun pemerintahan Perancis darurat di London.


   
  Sejarah Perang Dunia II
 (Volume III : "Akhir Dari Sebuah Tirani")





Sejak Juni 1940, Inggris harus bertahan sendirian dalam menghadapi keperkasaan angkatan perang Jerman. Inggris menyaksikan sendiri, bagaimana angkatan bersenjata Jerman yang perkasa itu mencaplok Austria,
merobohkan Cekoslovakia, kemudian menghancurkan Polandia, meruntuhkan
Denmark dan Norwegia, melindas Belanda, Belgia, dan Luksemburg, serta
bagaimana cara Jerman memberangus sekutu karibnya dengan sangat tragis,
Perancis.

Ditambah lagi, pada 10 Juni 1940, Italia menyatakan perang terhadap
Inggris dan Perancis. Ini bukan masalah besar, hanya tinggal menunggu
waktu hingga Italia runtuh dengan sendirinya.


Pada 5 Juli, pemerintah Perancis Vichy memutuskan hubungan diplomatik
dengan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom). Masalah
besarnya adalah, bagaimana kalau Jerman sampai berpikir untuk menyerang
Kepulauan Inggris. Hanya Selat Inggris yang memisahkan Inggris dengan
Eropa Daratan, yang mana hampir seluruhnya telah dikendalikan Nazi
Jerman yang tengah menjalankan holocaust.

Lagi-lagi, Inggris masih sendirian, bahkan Amerika Serikat dan Uni
Soviet masih belum terlibat. Australia, Selandia Baru, dan India yang
menjadi sekutu Inggris pun, masih sibuk menghadapi ekspansi Jepang.
Irlandia yang masih meributkan sengketa wilayah di Irlandia Utara, tak
akan sudi membantu, dan Semenanjung Hispanik telah netral.

Pada 10 Juli 1940, ketakutan Inggris terbukti. Jerman dengan angkatan
lautnya mencoba menyeberangi Selat Inggris. Usaha Jerman ini selalu
gagal, karena angkatan laut Inggris terlalu kuat. Meskipun Jerman
mengerahkan hampir semua kapal selamnya, namun semua seperti percuma.

Inggris menyadari kapal-kapal perang yang ia buat bersama Perancis, yang
kini telah takluk, akan menjadi ancaman bagi dirinya. Sebab kapal perang
itu kini ada di tangan Perancis, tepatnya di salah satu tanah jajahan
Perancis yaitu di Algiers, Aljazair.

Sebelum Jerman menyadari keberadaan kapal tersebut, dan sebelum
pemerintah Perancis Vichy benar-benar berkhianat, Inggris bersama Royal
Air Force (RAF), angkatan udara Kerajaan Inggris, menyerbu pangkalan
angkatan laut kolonial Perancis di Algiers, Aljazair.

Serangan tersebut sukses menenggelamkan seluruh kapal yang dianggap
berbahaya bagi Inggris, hal itu jelas menggambarkan bagaimana suksesnya
dan betapa kejamnya Inggris membantai mantan sekutu karibnya itu.

Merasa terkhianati, Perancis Vichy merencanakan untuk bergabung bersama
Jerman untuk mencaplok Inggris, tetapi Petain menolak. Dia mengatakan,
"Sudah cukup satu kekalahan dan tak akan ada lagi hal serupa."


Keinginan untuk menjajah Inggris akhirnya ditunda oleh Hitler. Dia
merasa Inggris akan jatuh dengan sendirinya, apabila dia berhasil
membombardir daratannya. Dengan angkatan udara-nya yang kuat, Luftwaffe,
Jerman memulai aksinya mengebom kota-kota penting di Inggris, yaitu
London, Portsmouth, serta kota-kota lainnya.


Seketika Inggris menderita kehancuran besar, tetapi masih berani dengan
nyali yang tersisa untuk membalas dengan membombardir Bremen dan
Dresden. RAF yang selama ini menjadi rival abadi Luftwaffe, mau tak mau
harus mengakui, bahwa mereka memang benar-benar imbang.

Pertempuran di Selat dan daratan Inggris ini disebut Battle of Britain
(Pertempuran Britania). Blitzkrieg di daratan Inggris berlangsung pada 7
September 1940 dan menghancurkan sebagian besar London, termasuk daerah
East End. Kehancuran juga terjadi di Glasgow, Coventry, dan Portsmouth.


Sehari sebelum Battle of Britain, Italia yang masih menjajah Libya
mencoba menginvasi Mesir yang dikuasai Inggris. Melalui pesisir utara,
tentara Italia menyeberangi perbatasan dan mulai mengadakan penyerangan
menuju Kairo. Tujuannya adalah mengambil alih Terusan Suez yang vital,
yang bisa melumpuhkan ekonomi Inggris.


Namun, Italia justru mengalami kemalangan. Pasukan Inggris yang dibantu
tentara pelarian Perancis di bawah pemerintahan darurat di London, malah
menyerang balik dan Italia terpukul mundur kembali ke Libya.

Invasi Italia atas Mesir gagal pada 16 September 1940. Di saat bersamaa,
Inggris dan Perancis berhasil mengambil sebagian wilayah utara Libya dan
Italia mulai terdesak mundur.

Ini merupakan kekalahan Italia yang untuk kali pertamanya, setelah
sebelumnya berhasil menang atas Abessynia dan Albania. Italia segera
membuat Front Sidi Barrani Timur yang diharapkan mampu membendung
kekuatan Inggris di Libya. Tapi sekali lagi, ini tak berfungsi sama sekali.


Melihat kesuksesan Jerman, Italia jadi semakin termotivasi dan tak
pantang menyerah, meski sudah mengalami kekalahan di Afrika Utara.
Dengan semangat membara, Mussolini memutuskan untuk menyerbu Semenanjung
Balkan lebih dalam lagi, yaitu dua negara besar, Yugoslavia dan Yunani.

Italia menyerbu masuk ke dalam Yunani pada 28 Oktober 1940. Meski
begitu, tentara Italia harus menerima, bahwa dirinya dihabisi oleh
pasukan gabungan Yunani dan Yugoslavia yang disokong oleh Inggris.
Italia bahkan lari terbirit-birit kembali ke Albania, karena
dikejar-kejar calon mangsanya sendiri.

Pasukan Yunani, Yugoslavia, dan Inggris bahkan bisa menyerang balik dan
mendesak pertahanan Italia di Albania. Italia benar-benar gagal total
dalam menginvasi seluruh Balkan pada Maret 1941. Melihat sekutunya
dipermalukan dengan sangat tak terhormat, Jerman dengan baik hati
mengirim bala bantuan yang langsung mendapat kemenangan kembali atas
Albania.

Di Afrika Utara, perang terus berlanjut antara Italia yang lemah melawan
Inggris, Perancis, Australia, Mesir, Selandia Baru, dan, kemudian
Amerika Serikat sejak Desember 1941.

Pasukan Sekutu menyerang dari timur, merebut Tobruk pada 22 Januari,
setelah sebelumnya berhasil mengambil Bardia. Pada 6 Februari, kota
Benghazi direbut oleh Sekutu dan Italia mulai kewalahan menghadapi
pemberontakan rakyat Libya yang mulai merasa kolonial Italia sudah
semakin lemah.


Tripoli yang dijadikan ibukota kolonial pun, mengalami kerusuhan yang
hebat. Melihat hal ini, lagi-lagi Jerman berbaik hati dan segera datang
membantu di bawah komando Jenderal Erwin Rommel yang dijuluki "serigala
padang pasir".

Setelah menduduki Albania kembali dengan sukses, Jerman dan Italia
berencana mendapatkan Yugoslavia, negara terbesar di Semenanjung Balkan.
Invasi atas Yugoslavia diberi nama Operasi 25 (Operation 25), yang
dimulai pada 6 April 1941. Bersamaan dengan itu, Operasi Marita (Operation Marita) juga dilancarkan, yaitu serangan Jerman terhadap
Yunani. Yugoslavia jatuh pada 17 April 1941 dan Yunani menyusul sepuluh
hari setelahnya.

Dengan dikalahkannya Yugoslavia, Jerman dan Italia memecah-mecah negara
tersebut menjadi tiga, yaitu negara independen Kroasia, negara boneka
Serbia yang dikendalikan oleh Jerman, dan Montenegro yang menjadi negara
protektorat Italia.

Di Yunani, bendera swastika Nazi mulai berkibar sejak Athena dirampas
pada 27 April 1941. Tentara Inggris yang beroperasi di Yunani mencoba
melarikan diri ke Pulau Kreta. Melalui Operasi Merkur (Operation
Merkur), pasukan Jerman membersihkan Pulau Kreta dari sisa-sisa tentara
Inggris dan memaksanya lari tunggang langgang menyelamatkan diri ke
Pulau Malta di Laut Mediterania.



Turki, bekas sekutu Jerman dalam Perang Dunia I (PD I),
yang juga memiliki wilayah kecil di Semenanjung Balkan, segera
mengerahkan pasukannya agar Jerman dan Italia tidak bergerak lebih jauh
lagi menuju Istanbul.

Operasi Merkur dijalankan begitu Hitler menghentikan Battle of Britain
pada Mei 1941, ketika Jerman merasa perang tersebut tak menghasilkan
apa-apa, akan tetapi Inggris diuntungkan berkat keputusan Hitler itu.

RAF, meski kuat, tetapi benar-benar sudah habis-habisan saat itu. Jika
seandainya Jerman bersabar sedikit saja dan meneruskan perang, maka tak
akan ada lagi masa depan bagi Kerajaan Inggris.

Pada Juni 1941, Angkatan Darat Australia dan Sekutu, menginvasi Suriah
dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni 1941. Di Irak, terjadi
penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok
Rashid Ali yang pro-Nazi.

Pemberontakan di dukung oleh Mufti Besar Jerusalem, Haji Amin
al-Husseini. Karena garis belakangnya terancam, Inggris mengirimkan bala
bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali
berkuasa, sementara Rashid Ali dan Haji Amin al-Husseini melarikan diri ke Iran.


Tetapi kemudian pasukan Inggris yang dibantu Uni Soviet, menyerbu Iran
dan menggulingkan rezim shah Iran yang pro-Nazi. kedua tokoh itu
kemudian menyelamatkan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka lalu
bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan Yahudi.

Uni Soviet sudah tak ingin lagi terlibat lebih jauh dalam perang.
Setelah puas melumat Finlandia, Stalin kini bisa duduk-duduk dengan
santai di kursi kekuasaannya. Ia masih saja bermimpi membagi Eropa
bersama Jerman, tetapi mimpinya itu pupus di tengah jalan, ketika
Operasi Barbarossa dimulai pada 22 Juni 1941, tiga minggu setelah
Operasi Markur berakhir.


Tetapi pada kenyataannya, kedua belah pihak sama sekali tak berniat
memenuhi pakta yang telah mereka tanda tangani pra-jatuhnya Polandia.
Hitler hanya ingin Stalin diam, sementara dia menggilas Eropa Barat, dan
sebaliknya Stalin ingin Hitler bungkam sementara, dia membangun tentara
untuk mempertahankan wilayahnya yang paling barat, yakni Polandia bagian
timur dan Ukraina.

Stalin tahu pasti, cepat atau lambat Hitler akan tergoda untuk menyerang
Uni Soviet yang begitu luas, yang dianggap tambang emas sebenarnya oleh
Nazi Jerman. Akan tetapi dia tak mengira Hitler akan sudi terlibat dalam
banyak pertempuran untuk waktu yang relatif dekat.

Akibat kelalaian Stalin yang belum juga menempatkan pasukan di
perbatasan barat, lebih dari 3 juta serdadu Jerman menyeberangi perbatasan menuju wilayah Uni Soviet. Serangan tersebut hanya mengalami sedikit perlawanan. Hitler bahkan berhasil menduduki Ukraina dan merebut
Kiev.

Banyak warga Ukraina yang menuntut kemerdekaan dari Uni Soviet, sehingga
banyak yang membangkang dan bergabung dengan Jerman. Sasaran utama Hitler ada dua, menguasai kota Leningrad dan Moskow. Taktik Blitzkrieg digunakan lagi dalam pertempuran ini, dengan harapan mampu meraih kemenangan gemilang seperti yang sudah-sudah.


Tetapi kali ini berbeda. Jerman semakin terdesak, ketika mencoba memasuki Uni Soviet lebih dalam. Perlawanan besar terjadi beberapa mil
di luar pintu gerbang ibukota Moskow. Pasukan Soviet yang kuat, yang sukses mengalahkan Finlandia, kini berhadapan langsung dengan pasukan negara yang telah menaklukkan Eropa Barat. Pertempuran habis-habisan akan dimulai, yang menjadi pertempuran paling berdarah di sepanjang sejarah.

Di Asia, Jepang berhasil menguasai sejumlah negara-negara di Kepulauan Pasifik. Hanya ada tiga musuh besar bagi Jepang, yakni Australia, India yang dikendalikan Inggris, dan Selandia Baru.

Pada 16 September 1940, RUU yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Roosevelt, tentang mobilisasi pasukan disetujui, dan ini membuat Jepang merasa terancam. Hanya ada dua pilihan bagi Jepang, menyerang terlebih dahulu dan menang atau menunggu hingga Amerika Serikat datang dan menentangnya.

Maka pada 7 Desember 1941, pangkalan militer Amerika Serikat di Hawaii, Pearl Harbor, dibombardir dan menenggelamkan empat ratus kapal Amerika Serikat. Anehnya, kapal-kapal penting dan kuat tidak ada di sana. Yang
ada hanyalah kapal-kapal tua yang lemah, yang mungkin bisa tenggelam kapan saja tanpa diserang.

2403 orang meninggal, termasuk 68 warga sipil. Mereka seperti korban yang sudah disiapkan Roosevelt, agar memiliki alasan untuk ikut dalam
pertempuran dalam Perang Dunia II (PD II)
ini. Maka sehari setelahnya, Amerika Serikat dan Inggris menyatakan perang terhadap Jepang.

Sehari setelah menyerang Pearl Harbor, Jepang segera menyerbu Filipina yang juga dikuasai Amerika Serikat. Serangan bom menjadi awal
penyerangan, dan berubah menjadi serangan darat dua minggu kemudian.

Pasukan Amerika Serikat dan Filipina mencoba mempertahankan wilayah, tetapi Jepang lebih kuat. Amerika Serikat yang dipimpin Jenderal Douglas McArthur tergusur. Langkah Jepang sangat gemilang, yang dapat disamakan
dengan blitzkrieg Jerman.

Jerman melihat Jepang sebagai sebuah kekuatan besar di Asia yang dapat diandalkan. Angkatan perang Jepang berhasil dengan sukses menghajar
pertahanan negara-negara kolonial Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat
di Asia-Pasifik.

Hitler mencoba merangkul Jepang, dengan harapan dengan itu Jepang akan sudi membantunya dengan menyerang Uni Soviet dari timur, hal yang sebelumnya tak pernah dilakukan Tokyo. Hitler menggambarkan keinginannya
bersekutu dengan Jepang melalui pernyataan perang dengan Amerika Serikat, hal yang ditentang banyak anggota Nazi.

Para jenderal memohon agar Hitler tidak melakukan hal tersebut. Mereka tak ingin berhadapan dengan dua legenda sekaligus, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pertempuran front timur sudah melelahkan, dan menambah-nambah front hanya akan mengukir nisan Nazi saja.

Akan tetapi Hitler ingin menjadi orang yang memutuskan. Akhirnya, pada 11 September 1941, Jerman dan Italia menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dalam waktu hampir bersamaan.

Afrika Utara menjadi medan pertempuran yang panas. Jerman dan Italia berhasil mengembalikan wilayah yang semula direbut oleh Sekutu. Maroko, Tunisia, Aljazair, dan Sahara Barat yang menrupakan jajahan Perancis
yang sudah runtuh, otomatis telah berada di bawah kontrol Jerman.

Dengan bala bantuan dari Jerman, Poros berhasil memasuki Mesir dan membuat Sekutu terdesak. Jepang di Asia berhasil merebut pulau-pulau
Pasifik, seperti Pulau Guam dan Wake yang dikuasai Amerika Serikat.

Pada Maret 1941, ketika pertempuran di Rusia dan Afrika Utara semakin memanas, Jepang menyerbu Birma dan menguasainya. Jepang kemudian mulai terfokus pada Port Moresby di Papua Nugini, yang menjadi koloni Inggris.

Sekali lagi, Poros di Afrika Utara terjepit, karena Hitler tengah terfokus pada Uni Soviet dan tidak terlalu memperhatikan pertahanan di
Afrika.


Jerman menyerahkan keamanan Laut Mediterania pada angkatan laut Italia
yang berjaga-jaga di sepanjang perairan, dari Perancis hingga Tripoli, Libya. Italia berjaga-jaga dengan jumlah pasukan yang banyak, yang diyakini Mussolini tak akan berhasil ditembus Sekutu dengan usaha
sekeras apapun.

Namun, kenyataannya lain. Kesalahan justru terjadi akibat kelengahan
tentaranya. Angkatan Udara Kerajaan Inggris menyerbu Laut Mediterania
dan menenggelamkan sebagian besar kapal-kapal Italia yang berpatroli di
lautan. Serangan ini tak mampu ditahan Italia, karena tidak siaga.

Meski mendapat teguran dari Hitler, Mussolini dan Italia-nya memang tak
bisa diandalkan sejak awal. Kemudian tak lama setelah itu gabungan
angkatan udara Amerika Serikat dan Inggris menyerang angkatan laut
Italia lagi, dan sekali lagi, angkatan laut Italia dapat dilumpuhkan
secara total akibat ketidaksiagaan pasukannya.

Dalam keadaan putus asa dan semakin terdesak, Rommel meminta pengunduran
dirinya pada Hitler, tetapi ditolak. Dia dipaksa melanjutkan pertempuran, bahkan hingga sebagian besar angkatan perang Italia telah
lumpuh dan bantuan logistik telah diblokir, karena Laut Mediterania telah berhasil direbut Sekutu. Hitler lebih fokus pada Uni Soviet yang
bertempur habis-habisan dengan persenjataan yang lebih hebat.




Di tahun yang sama, Jepang menyerbu Hongkong, koloni utama Inggris di
China. Pasukan Inggris mencoba mempertahankan Pulau Hongkong, tetapi
hasilnya sama saja. Pada 25 Desember 1941, bertepatan dengan hari Natal,
seluruh Hongkong sudah jatuh ke tangan Jepang.

Hari Natal yang seharusnya disambut dengan bahagia, justru menjadi duka
di pihak Inggris. Poros di Afrika Utara semakin babak belur. Kota Benghazi di Libya berhasil dikuasai oleh Inggris, dan Ajdabiya juga
jatuh sehari setelahnya. Rommel mendapat pukulan hebat ketika harus menelan kekalahan di front El Agheila, Libya.

Pada 1 Januari 1942, bertepatan dengan tahun baru Masehi, Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa ditandatangani oleh 26 negara. Sembilan belas
hari kemudian, Konferensi Wannsee diadakan Nazi untuk membahas 'Solusi
Akhir Pertanyaan Yahudi'.



Berdasarkan hasil konferensi itu, jutaan orang Yahudi mulai dieksekusi di kamp-kamp tahanan, holocaust sudah semakin merajalela di seluruh
Jerman. Salah satu korban holocaust paling terkenal adalah Anne Frank, seorang Yahudi Belanda yang kemudian menulis buku harian pengalamannya selama di kamp. Bahkan, satu hal yang nyaris dilakukan Hitler, dia
hampir mengubah nama Berlin menjadi Germania.

Rommel tetap bertahan setelah permintaan mundurnya ditolak Hitler. Dengan sukses dia mendapatkan kembali Ajdabiya pada 23 Januari dan Benghazi enam hari kemudian. Pasukan Jerman di tanah Rusia semakin
terdesak. Jerman, yang berperan sebagai pasukan garis depan, mengandalkan Italia, Rumania, Hungaria, dan Bulgaria sebagai pasukan
garis belakang.

Tapi itulah kesalahan paling fatal Hitler. Tanpa disadarinya, pasukan garis belakang yang dipimpin Italia mengalami kehancuran setelah
diserang mendadak oleh Tentara Merah Soviet. Jerman mendapati dirinya terjebak tanpa perlindungan belakang, dan mereka tidak siap menghadapi musim dingin Rusia yang sangat kejam.

Pada Februari 1942, segelintir pasukan Jepang berhasil meluluhlantakkan
pasukan Inggris yang berjumlah jauh lebih banyak di Singapura. Pulau
Singapura dan sekitarnya jatuh ke tangan Jepang pada hari itu juga, yang
menjadi kekalahan paling memalukan dalam sejarah angkatan bersenjata
Inggris.


Pada bulan dan tahun yang sama, Jepang mulai mengincar Semenanjung
Malaya. Angkatan udara Jepang membombardir Kuala Lumpur, Malaysia, yang
dikendalikan Inggris. Pasukan Inggris segera mempertahankan Brunei
Darussalam, yang merupakan tambang minyak incaran Jepang.

1 Maret 1942, Jawa yang dikendalikan Belanda, menyerah tanpa syarat
setelah Jepang mendarat di Tarakan dan mulai mengancam akan mengebom
Bandung. Seluruh wilayah Hindia Belanda (sekarang menjadi Indonesia)
telah jatuh ke tangan Jepang. Sekitar 100 ribu tentara Belanda,
Australia, Amerika Serikat, dan Inggris ditawan di Indonesia.

Setelah menguasai hampir sebagian Asia Tenggara, Jepang kembali fokus
pada Filipina yang menyerah pada 9 April 1942 di Tanjung Bataan, dan
kemudian seluruh Filipina jatuh pada kendali Jepang pada 6 Mei di Pulau
Corregidor. Jenderal Douglas McArthur yang dievakuasi ke Australia
berkata "Aku akan kembali", sebelum dia dibawa ke Australia.


Meski Jerman menggunakan serangan yang menyasar ke sipil, sebenarnya
Amerika Serikat dan Inggrislah yang memulainya. Kedua negara memasuki
Jerman daratan dan mengebom kota-kota penting, membunuh rata-rata 100
sipil dalam waktu sehari. Kota Hamburg dan Dresden nyaris hancur total.

Jepang lebih menderita lagi, karena sebagian besar rumah-rumahnya
berdekatan dan terbuat dari kayu. Serangan udara Amerika Serikat ke
daratan Jepang pada 10 Maret 1942, membuat badai api di angkasa Jepang,
dan banyak warga sipil yang tewas akibat serangan ini.

Dua hari sebelum menyerahnya Amerika Serikat di Filipina, sebuah
pertempuran di Coral Sea telah dimulai dan dimenangkan Sekutu pada 8 Mei
1942. Kota Tobruk di Libya bagian timur berhasil diambil lagi oleh
Poros. Operasi Barbarossa mengalami kebuntuan.

Pasukan Jerman semakin terjepit, meski sudah mengepung Leningrad.
Akhirnya Hitler merubah tujuannya. Dari semula menggilas Uni Soviet,
menjadi mendapatkan Rusia Selatan. Namun, Stalin tak akan membiarkan hal
itu terjadi.


Jepang dan Amerika Serikat bertempur di Midway, sebuah pertempuran laut
dimana pesawat-pesawat Amerika Serikat berhasil menenggelamkan tiga
kapal induk Jepang dalam waktu yang begitu singkat, satu menit. Jepang
tak pernah pulih sejak kekalahannya disini.

Pada akhir bulan Juni, pertempuran El Alamien I berlangsung dan
dimenangkan Poros. Perlawanan Soviet di Crimea berakhir pada 5 Juli 1942
dan kini Stalin bisa lebih leluasa memfokuskan diri pada kecoa-kecoa
Hitler di negaranya. Melihat kekuatan yang sudah tak memungkinkan,
Jerman menarik diri dari Rusia Utara, menuju selatan.

Meski telah mengepung Leningrad selama 900 hari, tetapi Perlawanan kuat
dari Uni Soviet membuat Jerman tak bisa menguasainya. Front Moskow
mengalami kekalahan telak, dan Hitler mencoba mengulur kekalahan dengan
berusaha mendapatkan sebuah kota di selatan, Stalingrad.

Langkah Jerman menuju Stalingrad bermula pada 9 Juli 1942. Ketika Jepang
mulai melancarkan bombardir terhadap Australia Utara, Jenderal Alexander
dan Montgomery mengambil alih komando Sekutu atas front di Timur Tengah
pada 13 Agustus 1942.


Kedua jenderal ternyata berhasil memusingkan Rommel. Hitler, semakin
pusing mendapat laporan hasil pertempuran dimana-mana. Jepang harus
mempertahankan wilayah yang begitu luas dengan persenjataan yang semakin
tipis. Pada 23 Agustus, pesawat-pesawat Jerman menyerang Stalingrad.

Di Afrika Utara, Rommel gagal melancarkan aksi di Alam el Halfa.
Pertempuran pecah di kota Stalingrad pada 13 September 1942. Kali ini
Tentara Merah Soviet muncul dengan kekuatan yang baru.

Georgy Zhukov, seorang jenderal cemerlang di pihak Uni Soviet, merasa
Jepang tak akan menyerang wilayahnya di Timur Jauh, karena negara
tersebut sedang sibuk mengurus musuh utamanya, Amerika Serikat.

Zhukov mengerahkan pasukannya dari Siberia yang dibantu persenjataan dan
dukungan Tentara Merah. Orang-orang Siberia adalah rakyat mahir berburu
dan tidak takut dingin. Kini mereka akan memulai perburuan lagi. Tapi
sasarannya bukan rusa ataupun beruang, melainkan tentara Jerman.


Pertempuran Stalingrad adalah pertempuran paling berdarah sepanjang
sejarah umat manusia. Kurang lebih tujuh serdadu tewas setiap lima
menitnya. Tentara Soviet mati-matian mempertahankan kota dan Jerman yang
semakin terdesak dipaksa Hitler untuk tidak menyerah.

Hitler lupa kemampuan istimewa Soviet dalam memobilisasi pasukan.
Bantuan yang terus berdatangan membuat Jerman benar-benar dihancurkan.
Musim dingin Rusia dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pasukan Soviet.
Banyak tentara Jerman yang mati akibat penyakit dan kelaparan.

Satu-satunya tujuan mereka merebut Stalingrad bukan karena paksaan dari
Hitler, melainkan untuk mempertahankan hidup. Pasukan Jerman yang
kedinginan bisa saling bunuh, hanya karena berebut gubuk dan jerami
untuk menghangatkan diri. Tapi Soviet berbeda, mereka bekerja sebagai
seorang profesional di medan perang dingin dan bersalju.

Perang Stalingrad berlangsung penuh darah. Soviet berada di puncak
pertempuran sejak 19 November 1942. Jerman kebingungan menghadapi dua
front sekaligus, di Eropa dan Afrika Utara. Italia sudah tak bisa
diandalkan dan Jepang terlalu jauh dari jangkauan.


Montgomery melancarkan Operation Lightfoot di El Alamien yang membuat
pertahanan Poros di kota itu kocar-kacir dan berhasil beralih kendali ke
tangan Sekutu. Tiga hari kemudian, yaitu pada 8 November 1942, Jenderal
Dwight Eisenhower dari Amerika Serikat melancarkan Operasi Obor
(Operation Torch) guna merebut Maroko dan Aljazair yang dikendalikan
pemerintah Perancis Vichy.

Hanya dalam waktu sehari, Sidi Barrani diambil alih lagi oleh Sekutu,
begitu juga dengan Tobruk empat hari kemudian. Pada 15 Desember, Inggris
merebut Derna, sementara Amerika Serikat berhasil mendarat di Maroko dan
Aljazair setelah mengalahkan gabungan tentara Jerman dan Perancis Vichy
pada 16 November 1942. Jerman dan Amerika Serikat lalu bertemu di kota
Djebel Abiod, Tunisia, sehari setelahnya.

Rommel kesulitan menghadapi dua jenderal jenius sekaligus. Serdadu
Sekutu yang dinamai Eighth Army, berhasil menduduki Benghazi pada 20
November. Tentara Amerika Serikat berjalan dan dalam waktu seminggu
berhasil mencapai kota Terbourba dan Djedeida, 12 mil dari Tunis, pusat
pertahanan Poros.

Akan tetapi Rommel berhasil mendorong mundur pasukan tersebut di Medjez
el Bab, dan memaksanya bertahan di Terbourba yang kemudian gagal
dipertahankan oleh Amerika Serikat. Sementara itu, di timur, Eighth Army
berhasil merebut Sirte.

Jepang tak pernah memulai aksi dan terus bertahan sejak Pertempuran
Midway. Negara kecil itu harus mempertahankan wilayah luasnya dari
gempuran Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Ibukota kolonial Italia di Tripoli dirampas oleh Inggris pada 23 Januari
1943. Rommel dan tentaranya terseok-seok menyelamatkan diri ke Garis
Mareth, perbatasan selatan Tunisia dengan Libya. Dari Jalan Faid di
pusat Tunis, Poros melangkah menuju pertempuran Zizi Bouzid, dan tiba di
Sbeteila dua hari kemudian. Poros benar-benar semakin terdesak di Afrika
Utara.

Di Stalingrad, Jerman sudah tak punya harapan untuk menang, tetapi
Hitler tetap bersikeras untuk menguasai kota. Stalin menganggap Hitler
melakukan aksi yang sia-sia, dan dia tetap menolak menyerahkan
Stalingrad sebagaimana Finlandia menyerahkan Viipuri.

Serdadu Jerman akhirnya terkepung di kota, tanpa makanan, tanpa bantuan
logistik, tanpa persenjataan, dan Soviet sudah siap melakukan strategi
'sapu habis', hingga akhirnya serdadu Jerman menyerah pada 2 Februari
1943. Sisa-sisa tentara Jerman ditawan, tapi perlakuan sebagai tawanan
masih lebih baik daripada kedinginan dan melanjutkan pertarungan yang
sia-sia di Stalingrad.



Stalingrad, sebuah kota di daratan Rusia, akhirnya menjadi awal dari
akhir para pasukan Nazi, yang dengan tak sengaja telah mengukir batu
nisannya sendiri. Pertempuran itu adalah kekalahan pertama Jerman,
sekaligus patokan dari kekalahan-kekalahan Jerman pada pertempuran
berikutnya.

Operation Vulcan yang dilancarkan Sekutu pada 7 Mei 1943 berhasil
menyelesaikan Front Timur Tengah. Mereka menyerbu masuk ke dalam
Tunisia, satu-satunya wilayah kekuasaan Poros yang tersisa di Afrika
Utara. Bantuan tak bisa lagi dikirim, karena Laut Mediterania yang
tadinya diberikan pada Italia, justru jatuh ke tangan Inggris,
Australia, dan Selandia Baru.

Rommel hanya tinggal menanti kekalahannya yang pertama. Meski begitu,
Nazi Jerman tetap mati-matian mempertahankan Tunisia dengan percuma.
Pertempuran besar terjadi di Sfax, Sidi Bouzid, Terbourba, dan Djedeida.
Garis Mareth berhasil dikuasai Sekutu terlebih dahulu pada 23 Maret 1943.

Akhirnya Amerika Serikat dapat melaju kembali ke Tunisia, setelah
mendapat kebuntuan di Terbourba, setelah Inggris berhasil menerobos
pertahanan timur dan selatan Jerman di Tunisia.

Pada 7 Mei 1943, pasukan Inggris memasuki ibukota Tunis, Amerika Serikat
mengambil kendali atas kota Bizerte, dan Rommel dievakuasi kembali ke
negaranya. Sisa-sisa serdadu Jerman dan Italia menyerah di Tunis,
Tunisia, pada 13 Mei 1943. Front Afrika dan Timur Tengahpun berakhir di
sini.

Jatuhnya Tunis dan kekalahan Poros di Afrika Utara dan Stalingrad,
adalah awal dari kekalahan beruntun Italia dan Jerman, sementara
kekalahan Jepang atas Midway adalah titik balik yang signifikan.

Setelah kekalahan Poros di Afrika Utara, Uni Soviet dan Amerika Serikat
mulai mengambil andil dalam pembebasan Asia dan Eropa. Pakta Non-Agresi
telah gagal disepakati dan Soviet kini mulai tergiur melihat Jerman yang
sudah lemah, setelah kegagalan atas Stalingrad.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTING

*List#2 (65-....106)* *buat yang baru, jangan dipotong, lanjutkan nomor terakhir.* 65. https://share.nextcash.co/register.php?referral=Maeke...